Mother&Baby Indonesia
Usai Liburan, Lakukan Ini untuk Cegah Penyebaran COVID-19

Usai Liburan, Lakukan Ini untuk Cegah Penyebaran COVID-19

Pandemi COVID-19 yang terjadi sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Yang terjadi justru sebaliknya, kenaikan jumlah penderita positif bertambah setiap harinya. Lonjakan kasus COVID-19 bahkan bisa dipastikan terjadi usai adanya liburan panjang, seperti libur Natal dan Tahun Baru kemarin.

Nah, jika Moms dan keluarga termasuk salah satu yang baru saja selesai berlibur, mungkin saja terbersit pertanyaan di benak Anda, “Saya dan keluarga baru saja selesai liburan. Kami takut tertular COVID-19. Apakah saya dan keluarga perlu melakukan isolasi mandiri? Takut menularkan ke orang lain nih, seandainya terinfeksi. Apa saya dan keluarga perlu cek PCR sekalian, ya?”



Isolasi Mandiri Perlu Usai Liburan

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, mengutip dari penjelasan dr. Adam Prabata melalui akun Instagram pribadinya @adamprabata, kegiatan liburan memang termasuk yang berisiko tinggi tertular COVID-19, sama halnya dengan aktivitas lain yang juga tergolong berisiko tinggi, seperti menghadiri pesta, pernikahan, pemakaman, menggunakan transportasi publik, pergi ke negara atau daerah penularan COVID-19 tinggi, pergi ke tempat ramai (restoran, bar, bioskop, atau gym), dan mendatangi tempat kerumunan (acara olahraga, konser, parade).

Menurut dr. Adam, Anda sebaiknya melakukan tindakan-tindakan berikut ini bila Anda dan keluarga melakukan kegiatan yang berisiko tinggi tertular COVID-19 saat liburan, yakni:

• Menghindari bertemu orang yang berisiko sakit berat, seperti lansia atau mereka yang memiliki penyakit komorbid.



• Memakai masker dan menjaga jarak di rumah bila ada orang di rumah yang tidak ikut liburan.

• Waspada bila muncul keluhan dan segera ukur suhu tubuh jika merasa sakit.

Adapun isolasi mandiri, menurut dr. Adam, wajib dilakukan selama 14 hari bila ternyata Anda melakukan kontak erat dengan orang yang terinfeksi atau probable COVID-19 selama liburan. Namun bagaimana bila tidak ada kontak erat? Anda sebaiknya meminimalisir aktivitas ke luar rumah yang tidak penting (kalau mau isolasi mandiri lebih baik) minimal selama 10 hari sejak tiba di rumah. Anjuran ini dilakukan bila Anda tidak mau melakukan pemeriksaan PCR atau rapid test antigen setelah selesai liburan.

Akan tetapi, jika Anda merasa perlu melakukan tes PCR, Anda dianjurkan melakukannya 3-5 hari setelah tiba di rumah. Jika hasilnya negatif, tetap meminimalisir aktivitas ke luar rumah yang tidak penting (kalau mau isolasi mandiri lebih baik) minimal selama 7 hari sejak tiba di rumah. Namun jika hasilnya positif, segera lakukan isolasi mandiri dan segera lapor ke fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan PCR atau rapid test antigen akan dilakukan sesuai pertimbangan dari dokter atau fasilitas kesehatan.

Jadi, untuk menekan pertambahan kasus positif COVID-19 pascalibur panjang, masyarakat yang kembali setelah berlibur dari luar kota dengan penuh kesadaran perlu melakukan isolasi mandiri selama dua pekan untuk memperkecil peluang terjadinya klaster liburan. Tindakan isolasi mandiri dan meminimalisir aktivitas di luar rumah yang tidak penting akan sangat membantu dalam mencegah munculnya klaster liburan. 

Yuk, Moms, bagi Anda dan keluarga yang beberapa waktu kemarin melakukan liburan ke luar kota, segera lakukan pencegahan-pencegahan yang dianjurkan. Jangan sampai kita menjadi penular COVID-19 ke orang lain! (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: kesehatan,   covid-19,   virus corona,   liburan panjang