Mother&Baby Indonesia
Tetap Lakukan Prokes Meski Sudah Divaksin COVID-19. Mengapa?

Tetap Lakukan Prokes Meski Sudah Divaksin COVID-19. Mengapa?

Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah dimulai sejak Rabu (13/1) lalu dengan Presiden Jokowi jadi orang pertama yang disuntik vaksin tersebut. Ya, keberadaan vaksin COVID-19 memberi harapan bagi kita untuk bisa segera mengatasi pandemi dan memutus mata rantai penularan virus tersebut yang telah terjadi sejak setahun belakangan ini.

Meskipun begitu, Moms mungkin telah mendengar kabar mengenai public figure yang telah disuntik vaksin COVID-19, namun setelahnya pergi ke sebuah acara dan berkumpul tanpa melakukan protokol kesehatan yang memadai. Membaca berita tersebut, mungkin muncul pertanyaan di benak Anda, “Apakah sesudah divaksin kita lantas boleh bebas melakukan aktivitas tanpa memakai masker dan menjaga jarak?”



Tetap Lakukan Protokol Kesehatan Meski Sudah Divaksin

Mengutip informasi yang disampaikan oleh dr. Adam Prabata melalui akun Instagram pribadinya @adamprabata, kita harus tetap melakukan protokol kesehatan meskipun sudah divaksin. Mengapa? Karena vaksin belum memiliki bukti kuat dapat mencegah seseorang untuk tertular dan menularkan COVID-19.

Sejauh ini, efikasi (kemampuan vaksin untuk menurunkan munculnya penyakit pada kondisi optimal atau dalam kondisi uji klinis) vaksin COVID-19 memang sudah terbukti untuk mencegah COVID-19 yang bergejala. Namun, belum ada bukti kuat bahwa vaksin bisa melindungi seseorang terinfeksi COVID-19.

Menurut dr. Adam, belum ada bukti kuat vaksin bisa mencegah seseorang terinfeksi COVID-19. Meskipun risiko munculnya COVID-19 bergejala berkurang, tetapi orang yang sudah divaksin tetap berpotensi tertular COVID-19. Dan orang yang sedang terinfeksi COVID-19 berisiko menularkannya ke orang lain di sekitarnya.



Karena itu, protokol kesehatan tetap harus dilakukan meskipun kita sudah menerima vaksin COVID-19. Jadi jika nanti Anda sudah divaksinasi, dr. Adam mengingatkan untuk tetap konsisten melakukan protokol kesehatan. Pasalnya, risiko tertular dan menularkan COVID-19 tetap ada pada orang yang telah divaksin dan protokol kesehatan akan membantu kita untuk melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita.

Tubuh Perlu Waktu untuk Membuat Antibodi

Melansir laman Satgas Penanganan COVID-19, menjawab pertanyaan apakah vaksin COVID-19 adalah obat, dijelaskan bahwa vaksin sendiri bukanlah obat. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit COVID-19 agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat.

Secara umum, vaksin bekerja dengan merangsang pembentukan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap bakteri atau virus penyebab penyakit tertentu, sehingga apabila terpapar, seseorang akan bisa terhindar dari penularan ataupun sakit berat akibat penyakit tersebut.

Dijelaskan juga bahwa dampak vaksin COVID-19 terhadap pandemi akan bergantung pada beberapa faktor. Ini termasuk faktor-faktor seperti efektivitas vaksin; seberapa cepat disetujui, diproduksi, dan dikirim; dan berapa banyak target jumlah orang yang akan divaksinasi. Pemerintah sendiri menargetkan setidaknya 60% penduduk Indonesia secara bertahap akan mendapatkan vaksin COVID-19 untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

Apakah vaksin COVID-19 melindungi secara jangka panjang? Satgas Penanganan COVID-19 menjelaskan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui rentang periode jangka panjang dari perlindungan vaksin COVID-19. Namun, untuk mendukung optimalisasi vaksin, upaya perlindungan yang bisa kita lakukan adalah dengan disiplin menerapkan 3M, yakni memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan pentingnya tetap mematuhi protokol kesehatan walaupun sudah disuntik. "Seharusnya tetap menjalankan protokol kesehatan. Sebab walau sudah divaksinasi, itu tidak cukup melindungi kita," ujar Nadia seperti dikutip dari Kompas.com. Nadia pun mengingatkan bahwa sesudah disuntik vaksin, tubuh masih memerlukan waktu untuk dapat membuat antibodi sehingga harus tetap menjalankan protokol kesehatan. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: kesehatan,   covid-19,   virus corona,   vaksin covid-19