Mother&Baby Indonesia
7 Panduan Kesehatan Anak yang Boleh Dilanggar

7 Panduan Kesehatan Anak yang Boleh Dilanggar

Menjaga anak selalu sehat? Itu pasti menjadi prioritas semua orang tua. Begitu banyak saran dan arahan dari orang-orang di sekitar Anda dalam menjaga kesehatan anak. Sayangnya, semua saran tersebut belum tentu benar, atau mungkin juga bisa Anda langgar (karena ternyata tidak begitu penting bagi kesehatan anak)

Yuk, ketahui panduan kesehatan anak apa saja yang (ternyata) sesekali boleh Anda langgar. Ya, jangan merasa terlalu bersalah jika Anda melanggar beberapa aturan berikut ini, Moms.



1. Mandi Setiap Hari

Tentu saja, mandi adalah hal yang baik untuk menjaga kebersihan tubuh, terlebih di masa pandemi seperti saat ini. Jika anak Anda habis bepergian ke tempat umum, bertemu banyak orang, atau main kotor-kotoran, sangat disarankan untuk mandi hingga bersih. Namun jika tidak, sesekali tidak mandi seharian ternyata bukan masalah lho, Moms.

Mengutip dokter Catherine Dundon, MD, lektor kesehatan anak dari Vanderbilt Children’s Hospital pada Parents, terlalu sering menggosok kulit anak bisa menyebabkan iritasi karena lapisan minyak yang melindungi kulitnya pun akan ikut hilang terbawa bersama kotoran tubuh.

2. Tidur Siang

Tidur siang memberi banyak manfaat untuk anak, tetapi jika ritual tidur siang justru membuat Si Kecil rewel, maka sesekali tidak tidur siang juga tidak masalah. Menurut para pakar, banyak anak mengalami fase tidak mau tidur siang selama beberapa hari dalam seminggu. Bahkan anak usia 3 dan 4 tahun biasanya sudah tidak mau tidur siang sama sekali.

Jodi A. Mindell, Ph.D, mengatakan pada Parents untuk tetap mengusahakan anak untuk tidur siang, karena jika anak terlalu lelah beraktivitas seharian, maka ia justru akan kesulitan tidur di malam hari. Walau begitu, sesekali anak tidak tidur siang? Biarkan saja, Moms.



3. Sikat Gigi Setiap Habis Makan

Idealnya, anak dan orang dewasa perlu menyikat gigi setiap habis makan. Tetapi siapa yang punya waktu seperti itu? Maka membiasakan anak menyikat gigi 2 kali sehari (setelah sarapan dan sebelum tidur malam) sudah cukup. Tidak perlu selalu menyikat gigi setelah makan, ajak anak berkumur saja untuk mengurangi sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi.

4. No Dinner = No Dessert

Banyak orang tua yang menggunakan makanan penutup sebagai reward karena anak sudah menghabiskan makan malamnya, atau justru menjadikannya sebagai hukuman karena anak tidak menghabiskan makan. “Anda tentu tidak mau anak Anda menganggap makanan penutup dengan waktu bahagia, sedangkan makanan lain seperti sayuran, berkaitan erat dengan konflik,” ujar Joan Carter, R.D., pelatih di departemen pediatri Baylor College of Medicine, pada Parents.

Untuk itu, tawarkan anak ragam makanan yang luas, dan biarkan anak memutuskan seberapa banyak ia mau memakannya. Fokuslah pada kualitas makanan, bukan pada kuantitas yang anak makan. Idealnya, makanan penutup disajikan sesekali saja dan dalam porsi kecil serta diberikan setelah anak mengonsumsi makanan sehat. Jangan larang anak mengonsumsi makanan penutup, karena semakin dilarang akan semakin menggoda, betul?

5. Sakit? Minum Obat!

Anda hanya ingin kondisi anak membaik, dan obat bukan solusi utama atas segala keluhan kesehatan anak. Jangan terlalu sering memberikan anak obat warung tanpa arahan dokter, terlebih jika obat itu adalah antibiotik. Terkadang anak hanya butuh istirahat, makanan hangat, dan pelukan sayang dari Anda, bukan serbuan obat.

Terlebih, obat warung untuk melawan diare dan mual pada anak bisa menekan kemampuan alami tubuh anak untuk melawan bakteri dan virus, jelas dokter Donald Schiff, M.D., profesor pediatri di University of Colorado Health Sciences Center, pada Parents.

6. Minum Vitamin Setiap Hari

Faktanya, kebanyakan anak tidak butuh vitamin dan suplemen untuk dikonsumsi setiap hari. “Jika anak Anda mengonsumsi makanan dan camilan sehat, maka mungkin kebutuhan nutrisi hariannya sudah terpenuhi dari makanan,” jelas dokter Carter.

Segala nutrisi ekstra yang didapat tubuh anak dari suplemen akan terbuang jika memang sudah tercukupi. Maka, tidak masalah jika anak tidak mengonsumsi suplemen vitamin lho, Moms, asalkan pola dan menu makanannya baik dan sehat.

7. Jangan Diberi Camilan

Faktanya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) justru menganjurkan pemberian camilan untuk anak di sela waktu makan besar, Moms. Tetapi ingat, camilan yang diberikan harus yang sehat dan tidak terlalu banyak. Kalau anak diberi camilan terlalu banyak, bisa-bisa ia akan masih kenyang saat tiba waktunya makan utama. Snacking is good, but choose it wisely! (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: kesehatan,   anak,   pediatri,   panduan kesehatan anak