Mother&Baby Indonesia
5 Kondisi Gawat Darurat yang Harus Segera Dilarikan ke IGD

5 Kondisi Gawat Darurat yang Harus Segera Dilarikan ke IGD

Melihat Si Kecil sakit, Moms pasti langsung khawatir dan ingin segera membawanya ke dokter. Padahal, sakit yang dialami anak Anda mungkin hanya sakit ringan. Namun di lain sisi, ada juga orang tua yang santai dalam menanggapi masalah kesehatan anaknya, padahal kondisinya perlu segera dilarikan ke instalasi gawat darurat (IGD).

Nah, agar Anda tidak salah dalam mengenali kondisi gawat medis anak, yuk ketahui kondisi seperti apa yang disebut darurat dan harus segera dilarikan ke IGD.



Demam Tinggi

Dinilai darurat jika usia bayi Anda belum 3 bulan dan suhu tubuh (diambil dari dubur) 38 derajat Celsius atau bahkan lebih. Mengutip Parents, demam pada bayi baru lahir dianggap darurat karena mereka belum mendapatkan vaksinasi lengkap dan mudah terserang infeksi.

Namun jika bayi Anda sudah lebih dari 3 bulan dan sudah mendapatkan vaksinasi lengkap, maka demam 38 derajat tidak perlu dilarikan ke IGD. Terlebih jika anak Anda terlihat tidak rewel walau sedang demam. Namun jika demam tersebut tidak kunjung mereda dan berlangsung berhari-hari, maka Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter anak.

Jatuh dari Meja Ganti

Dinilai darurat jika bayi tidak bernapas setelah jatuh dari meja ganti popok atau changing table. Jika ini terjadi, segera berikan CPR, kemudian telepon ambulans atau segera larikan ke IGD. Namun jika bayi masih bernapas tapi tidak responsif, tidak perlu memberi CPR dan langsung saja larikan ke IGD atau panggil ambulans.



Terjatuh dari meja ganti yang tinggi bisa menyebabkan cedera kepala yang akibatnya sangat fatal. Jika bayi terjatuh dari meja ganti, cek seluruh tubuhnya, apakah ada memar, bengkak, pendarahan, nyeri jika diraba, dan tanda bahaya lainnya.

Periksa juga apakah bayi menangis, muntah, dan pergerakan matanya tidak normal. Jika bayi tidak mau menggerakkan tangan dan kaki, sangat rewel, sering muntah dalam 12-24 jam setelah jatuh, dan sulit bangun dari tidur, segera larikan ke IGD.

Menelan Benda Keras

Dinilai darurat jika bayi menelan benda keras dan kecil (seperti mainan atau koin), dan benda tersebut menutup jalur napasnya. Begitu juga jika anak menelan baterai, ini sangat berbahaya karena baterai sangat beracun. Mengutip Parents, kandungan kimia di dalam baterai bisa "membakar" perut anak dalam waktu 2 jam sejak tertelan. Maka sangat penting untuk segera mengeluarkan benda tersebut.

Jika ini terjadi pada anak dan menyebabkan anak sulit bernapas, jangan mencoba mengambil benda dari tenggorokannya dengan jari, terlebih jika benda tersebut tidak terlihat. Mengambil dengan jari tanpa mengetahui pasti lokasi benda di tenggorokan anak justru membuat benda tersebut semakin terdorong ke dalam.

Reaksi Alergi

Dinilai darurat jika reaksi alergi Si Kecil sangat parah, seperti saluran napas tertutup dan tubuhnya mulai berubah warna menjadi kebiruan (tanda kurang oksigen karena tidak bisa bernapas). Kondisi reaksi alergi parah seperti ini disebut dengan anafilaksis, yang harus segera ditangani.

Salah satu penanganan tercepat adalah memberikan EpiPen yang berisi epinefrin untuk menghentikan reaksi alergi. Moms juga bisa memberikan antihistamin (seperti yang terkandung dalam Benadryl) untuk meredakan inflamasi. Sambil memberikan penanganan pertama tersebut, Si Kecil sebaiknya tetap perlu dilarikan ke IGD ya, Moms.

Menelan Racun

Khusus kasus yang satu ini, sedikit atau banyak racun yang tertelan selalu dinilai darurat! Racun yang dimaksud bukan hanya racun serangga lho, Moms, tetapi juga segala produk kimia yang ada di rumah Anda, seperti pembersih toilet, detergen, makeup, dan obat-obatan. Satu lagi: Vitamin! Anak harus mengonsumsi sesuai aturan, tidak boleh berlebihan. Terkadang vitamin dengan bentuk jeli kenyal membuat anak mengiranya sebagai permen. Lebih waspada dalam menyimpan hal-hal berbahaya seperti ini ya, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: gawat darurat,   penyakit,   anak,   kesehatan,   igd