Mother&Baby Indonesia
Salah Kaprah! Ini 5 Kebutuhan Anak yang Tak Harus Dipenuhi

Salah Kaprah! Ini 5 Kebutuhan Anak yang Tak Harus Dipenuhi

Bicara soal kebutuhan anak, pasti menjadi prioritas semua orang tua ya, Moms. Baik itu kebutuhan primer, maupun kebutuhan untuk dicintai dan mendapat quality time. Tetapi dari sekian banyak kebutuhan anak, ternyata ada beberapa hal yang tidak harus Anda penuhi lho, Moms. Karena sebenarnya, hal itu tidak tergolong sebagai kebutuhan, melainkan lebih ke keinginan anak yang sering dikira penting sekali untuk didapatkan.

Apa saja sih, hal-hal yang sering orang tua kira sebagai kebutuhan anak, padahal bukan kebutuhan atau hanya sekadar keinginan. Mengutip akun Instagram @tigagenerasi, yuk, ketahui contoh “kebutuhan” anak yang tak harus Anda penuhi, Moms!



1. Makanan Organik

Banyak orang tua yang mengira semakin mahal makanan untuk anaknya, pasti gizinya akan semakin baik. Akhirnya makanan untuk anaknya pun harus serba organik. “Enggak apa-apa deh, makanan organik lebih mahal, yang penting anakku jadi pintar dan sehat,” mungkin begitu pikir Moms dalam hati.

Faktanya: Makanan dan minuman bernutrisi seimbang sudah cukup untuk membantu anak tumbuh sehat. Sedangkan hal yang membantu anak menjadi pintar adalah stimulasi yang optimal sesuai dengan usia anak. Memberi anak makanan organik yang serba mahal tidak menjamin anak pasti sehat dan pintar, karena banyak faktor lainnya yang menunjang tumbuh kembang optimal.

“Yang dibutuhkan adalah nutrisi seimbang dan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang tuanya tanpa distraksi,” tulis Farraas Muhdiar, M.Sc., M.Psi., Psikolog, seorang psikolog anak yang juga seorang ibu, dari Tiga Generasi.

2. Selalu Ditemani 24/7

Banyak Moms yang tidak mau bekerja atau beraktivitas yang harus meninggalkan anak. Menurutnya, orang tua harus berada di samping anak 24 jam sehari dan 7 hari seminggu! Meninggalkan anak sebentar saja akan membuat Moms merasa telah menjadi ibu yang buruk, karena tidak bisa selalu di samping anak.



Faktanya: Anak pun butuh waktu sendiri! Anak juga butuh me time dan butuh waktu belajar hidup mandiri, tanpa bantuan orang tua yang selalu menyodorkan segala kebutuhannya. Anak juga butuh kesempatan untuk mencoba hal baru, termasuk belajar berpisah dari ibunya dan memenuhi kebutuhannya sendiri. Anak lebih membutuhkan cinta tanpa syarat, bukan orang tua yang sekadar hadir di dekatnya tanpa interaksi.

3. Orang Tua Sempurna

Bagi beberapa Moms, menjadi ibu harus sempurna, tidak boleh salah, dan tidak boleh lelah. Jika Anda salah satunya, waspada supermom syndrome nih, Moms. Mengutip Huffington Post, supermom syndrome adalah keyakinan tak masuk akal dari seorang ibu, bahwa dirinya mampu melakukan segala hal di hidupnya dengan sempurna, terutama dalam hal merawat anak. Ibu dengan supermom syndrome tidak akan membiarkan satu kesalahan kecil terjadi pada hidupnya dan anak-anaknya.

Faktanya: “Ibu bukan robot, wajar jika merasa lelah. Terkadang ibu tangguh membuat dirinya merasa harus menutupi rasa lelah yang ia alami. Anak atau pasangan enggak perlu tahu kalau ibu sedang lelah. Hal ini bisa menjadi masalah karena ibu berusaha melakukan semuanya sendirian,” jelas Intan Erlita, CBHC, PBHC, CHMP, seorang psikolog, saat menjadi narasumber Instagram Live bersama M&B beberapa waktu lalu.

4. Rasa Bahagia Sepanjang Hari

Saking sayangnya sama anak, banyak ibu yang selalu memastikan anaknya bahagia sepanjang hari. Ia berusaha keras mengusir segala hal yang berpotensi membuat anaknya sedih dan menangis.

Faktanya: Anak juga perlu mengenal emosi-emosi yang bisa ia hasilkan. Anak bukan robot yang harus bahagia sepanjang hari, anak adalah manusia biasa yang bisa sedih, kesal, takut, dan lainnya. Jika Moms mengira rasa bahagia sepanjang hari adalah kebutuhan anak, maka Anda salah besar. Biarkan anak mengenali emosi-emosi yang bisa ia rasakan.

“Yang anak butuhkan adalah kesempatan untuk mencoba dan kasih sayang tanpa syarat dari lingkungan terdekatnya,” tulis Farraas di Instagram @tigagenerasi.

5. Banyak Mainan

Mainan dapat membantu menstimulasi berbagai kecerdasan anak. Maka semakin banyak mainan, semakin baik pula tumbuh kembang anak. Lagi pula, memberi anak banyak mainan bisa menunjukkan anak betapa Moms mencintainya. Benarkah begitu?

Faktanya: Mainan sebanyak apa pun akan percuma jika orang tua tidak menemaninya bermain sambil belajar. Mainan adalah alat yang bisa Moms gunakan untuk mengajak anak belajar dengan cara yang seru. Bukan asal bermain sendirian, stimulasi dan quality time dari Anda juga perlu disematkan agar waktu bermain semakin berkualitas. Ingat, anak butuh waktu berkualitas dengan orang tuanya setiap hari, bukan mainan canggih yang banyak. Jadi, penuhi kebutuhan tersebut ya, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: kebutuhan anak,   balita,   parenting,   anak