Mother&Baby Indonesia
Waspada Moms, Kenali 10 Ciri-ciri Psikopat pada Anak!

Waspada Moms, Kenali 10 Ciri-ciri Psikopat pada Anak!

Moms, Anda pernah menonton film The Orphan yang menceritakan kisah seorang anak perempuan berusia 9 tahun yang berlaku sadis pada orang di sekelilingnya dan ternyata ia diketahui seorang psikopat? Bila sudah, sepanjang film mungkin Anda akan merinding melihat perilaku dan perbuatan mengerikan gadis bernama Esther itu. Selain itu, mungkin Anda juga akan berpikir, mungkin enggak sih, anak kecil menjadi psikopat?

Tentunya tak ada orang tua yang berharap anaknya berperilaku jahat dan sadis seperti tokoh Esther. Namun tak ada salahnya bila Anda mengetahui lebih jauh soal psikopat dan mewaspadai ciri-ciri sifat psikopat yang mungkin ada pada anak-anak. Simak penjelasan berikut, Moms!



Pengertian Psikopat

Psikopat merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok karakteristik dan perilaku yang menunjukkan bahwa seseorang tidak berperasaan, tidak peduli, dan pembohong atau manipulatif. Dalam terminologi psikiatri, pola tersebut secara umum dikenal sebagai gangguan kepribadian antisosial.

Psikopat sering salah dipahami masyarakat. Seperti telah disinggung sebelumnya, mereka digambarkan sebagai pembunuh. Melansir laman Verywell Family, faktanya beberapa psikopat justru menjadi pengusaha dan pemimpin bisnis yang sukses. Hal ini diperkuat oleh sebuah studi yang diterbitkan Journal of Research in Personality yang menunjukkan bahwa sekitar 3% pemimpin bisnis sebenarnya adalah psikopat.

Penyebab Psikopat

Penyebab pasti psikopat belum bisa diketahui secara pasti. Diduga psikopat dihasilkan dari hubungan yang kompleks antara genetika, dinamika keluarga, dan pengalaman hidup. Paparan awal terhadap lingkungan yang disfungsional (banyak konflik, biasa melihat perilaku buruk) kemungkinan merupakan faktor dalam perkembangan sifat psikopat ini. Diketahui anak-anak yang pernah mengalami pelecehan fisik, diabaikan, dan dipisahkan dari orang tua mereka lebih cenderung menjadi psikopat.

Ikatan yang buruk dengan orang tua juga dianggap sebagai salah satu faktornya. Orang tua dengan masalah kesehatan mental atau masalah penyalahgunaan obat-obatan, atau mereka yang jarang berinteraksi dengan bayi mungkin saja tidak akan pernah membentuk ikatan yang baik dengan anaknya. Anak-anak yang memiliki pengasuh yang tidak konsisten juga mungkin memiliki ikatan yang kurang dekat dengan orang dewasa.

Viktimisasi dari teman sebaya juga berperan mengembangkan sifat psikopat ini. Anak-anak yang menjadi korban oleh teman sebayanya (karena perundungan atau bullying serta tindak kejahatan atau kriminal lainnya) cenderung menjadi orang yang tidak berperasaan dan tidak emosional pada usia dewasa.

Ciri-ciri Anak Psikopat

Studi pada 2016 yang dilakukan oleh para peneliti di University of Michigan menunjukkan bahwa tanda-tanda awal psikopat dapat dilihat bahkan saat anak masih berusia 2 tahun. Pada usia tersebut Si Kecil bisa menunjukkan perbedaan empati dan hati nurani.

Berikut ini ciri-ciri sifat psikopat pada anak yang perlu Moms tahu:

1. Kurang berempati

Seorang psikopat biasanya tidak berperasaan dan tidak peduli dengan perasaan orang yang mereka sakiti, baik secara emosional maupun fisik.



2. Tantrum yang ekstrem

Amukan Si Kecil yang meledak-ledak bisa menjadi tanda yang cukup mengkhawatirkan, terutama bila suasana hatinya berubah drastis dalam rentang waktu yang cepat. Selalu waspadai perubahan suasana hati anak Anda serta tingkat keparahan, frekuensi, dan konteks kemunculannya.

3. Manipulatif

Melihat mata Si Kecil yang berkaca-kaca saat mengharapkan sesuatu yang ia inginkan terkadang berhasil membuat kita luluh dan mengabulkan apa yang ia mau. Namun bagi anak yang cenderung memiliki sifat psikopat, ini bisa menjadi senjatanya untuk memanipulasi keadaan.

4. Suka berbohong

Berbohong adalah keahlian seorang psikopat. Mereka bisa mempertahankan hubungan yang tampak bahagia dan sehat, serta memutarbalikkan fakta atau keadaan sesuai keinginannya. Waspadalah saat anak Anda mendongeng sebuah cerita yang sulit dipercaya atau cerita aneh lainnya.

5. Kurangnya rasa bersalah atau penyesalan

Di mata seorang psikopat, setiap tindakan yang mereka lakukan adalah tindakan yang benar. Jika anak Anda selalu menunjukkan sikap apatis saat mereka berlaku buruk pada temannya, ini bisa menjadi tanda bahaya besar, Moms.

6. Tak peduli terhadap hukuman

Aturan dan hukuman tidak akan mengubah tingkah laku seorang psikopat. Biasanya mereka memproses hukuman dengan cara yang sangat berbeda. Akibatnya, mereka bisa membuat keputusan yang lebih berani dan berisiko serta akan menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki rasa takut sedikit pun. 

7. Memesona

Berkat kemampuan bawaannya untuk meniru pesona dan respons emosional yang umum, mereka membuat semua orang tertipu dengan pikiran batinnya yang sebenarnya.

8. Suka menyiksa hewan

Bila Si Kecil menunjukkan tanda-tanda kekejaman terhadap hewan, entah itu anak kucing, anak anjing, burung, msupun hewan lainnya, apalagi sampai membunuhnya, Anda perlu mewaspadainya, Moms.

9. Suka mengompol

Jika anak Anda masih sering mengompol di usia yang tidak seharusnya, hal ini bisa membuatnya malu dan tak menutup kemungkinan akan menjadikannya bahan ejekan di lingkungan pertemanannya. Jika hal tersebut terjadi, ini bisa menimbulkan tindakan kemarahan, penyiksaan hewan dikarenakan si Kecil merasa marah dan tersinggung.

10. Suka bermain api

Kegemaran bermain api kemungkinan besar muncul dari keinginan untuk menggunakan kendali atas suatu situasi, terutama jika Si Kecil menyimpan perasaan frustrasi atau marah pada orang tua atau figur otoritas lainnya. Api yang berkobar diyakini dapat meredakan kekacauan dalam pikiran mereka. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)



Tags: psikopat,   anak,   balita