Mother&Baby Indonesia
Bolehkah Bayi Minum Teh? Ini Jawaban dari Ahli Gizi

Bolehkah Bayi Minum Teh? Ini Jawaban dari Ahli Gizi

Teh tentu merupakan minuman yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat dunia. Moms mungkin sering memesan es teh manis saat sedang makan di restoran, membeli teh botolan di mini market, atau menyeduh teh untuk menemani sore hari Anda. Saking erat dan wajarnya, Moms mungkin juga ingin berbagi pengalaman ini dengan Si Kecil.

Eittsss, tapi tunggu dulu, Moms. Layaknya menentukan menu MPASI pertama, Moms juga perlu berhati-hati saat ingin memberikan teh pada Si Kecil, terutama yang masih bayi. Lalu, apakah bayi boleh minum teh?

Pendapat Ahli Gizi Soal Bayi Minum Teh

Tidak begitu banyak studi yang meneliti tentang efek teh pada bayi. Oleh karena itu, hal tersebut masih sering menjadi perdebatan di kalangan para ahli. Melansir Baby Centre, Sarah Schenker, seorang pakar gizi, mengatakan bahwa memberikan teh tanpa gula atau pemanis tidak masalah diberikan pada bayi, asal ia sudah berusia lebih dari 6 bulan dan hal tersebut tidak dilakukan secara sering. Ini karena bayi hanya perlu ASI selama 6 bulan pertama kehidupannya.



Teh juga sering dipercaya mampu mengatasi kolik. Tapi mengatasi kolik dengan memberikan teh pada bayi yang belum berusia 6 bulan masih diragukan keamanannya. Sarah menyatakan bahwa pemberian teh tidak boleh melebihi atau menggantikan ASI, karena dapat memengaruhi pertumbuhan serta pertambahan berat badan Si Kecil.

Jenis Teh yang Aman dan Tidak Aman untuk Bayi

Moms juga perlu memperhatikan jenis teh yang akan diberikan pada Si Kecil. Teh chamomile dan fennel dipercaya sebagai jenis teh yang aman untuk bayi. Melansir Today’s Parent, Paula Gardiner, associate professor Departemen Pengobatan Keluarga di University of Massachusetts, mengatakan bahwa teh chamomile dapat bermanfaat pada bayi.

“Teh chamomile dapat membantu mengeluarkan gas tubuh,” tutur Paula. Ia juga mengatakan bahwa teh chamomile juga terbukti mampu membantu kinerja otot usus dan membuat Si Kecil jadi rileks.



Sedangkan teh hitam disarankan tidak diberikan hingga ia berusia 5 tahun. Pasalnya, teh hitam mengandung tannins, yakni senyawa yang bisa mengurangi kemampuan tubuh Si Kecil untuk menyerap zat besi dari makanan yang ia santap. Terlalu banyak atau sering memberikan teh pada bayi bisa menghambat pemenuhan zat besinya, sehingga meningkatkan risiko berbagai penyakit atau kondisi akibat zat besi rendah.

Selain itu, teh hitam biasanya juga mengandung kafein yang efeknya belum diketahui secara pasti pada bayi. Melansir Leicester Mercury, Charlotte Stirling-Reed, pakar nutrisi anak dan bayi, mengatakan bahwa teh atau kopi bukanlah minuman yang ideal bagi anak yang berusia di bawah 5 tahun. “Kafein memberikan stimulasi yang berbeda-beda pada setiap orang, terlebih lagi efeknya belum diketahui pada bayi,” tutur Charlotte.

Oleh karena itu, lebih baik berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu jika Anda ingin memberikan teh pada Si Kecil yang masih bayi ya, Moms. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   teh,   gizi,   nutrisi