Mother&Baby Indonesia
Benarkah Mandi Malam Berbahaya bagi Bayi?

Benarkah Mandi Malam Berbahaya bagi Bayi?

Di Indonesia, rutinitas mandi biasanya dilakukan pada pagi dan sore hari, termasuk untuk bayi. Kebanyakan orang beranggapan bahwa bayi akan jatuh sakit jika dimandikan pada malam hari. Benarkah begitu?

Rutinitas mandi pada malam hari memang bisa berakibat negatif bagi bayi jika tidak dilakukan dengan benar. Tubuh Si Kecil belum memiliki kemampuan mengatur tubuh yang sempurna. Oleh sebab itu, paparan suhu yang terlalu dingin, seperti kondisi udara pada malam hari, berisiko menyebabkan bayi terkena hipotermia.

Yang Perlu Diperhatikan saat Memandikan Bayi

Namun jika dilakukan dengan benar, memandikan bayi pada malam hari sesungguhnya memiliki sejumlah manfaat. Banyak dokter di Eropa yang menganggap bahwa mandi malam menggunakan air hangat akan membuat bayi merasa nyaman dan tenang sehingga tidur malamnya pun menjadi lebih nyenyak. Sebelum memandikan bayi, Moms sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut ini:



• Memastikan suhu air cukup hangat, yaitu sekitar 38 derajat Celsius.

• Sebelum memasukkan bayi ke dalam air, periksa suhu air terlebih dahulu dengan mencelupkan tangan Anda dan memastikan apakah kondisinya sudah cukup aman bagi Si Kecil.

• Jangan memandikan bayi di ruangan ber-AC yang terlalu dingin. Pastikan ruangan cukup hangat agar bayi tidak kedinginan setelah mandi.

• Jangan memandikan bayi pada malam hari ketika ia tengah sakit, seperti demam.

• Anda bisa melakukan rutinitas mandi pada malam hari ketika bayi sudah menginjak usia setidaknya 3 bulan.

Rutinitas Mandi

1. Jangan Terlalu Malam

Ya, jika ingin memandikan Si Kecil di malam hari, sebaiknya jangan dilakukan terlalu malam. Moms bisa memilih waktu antara pukul 18:30 hingga 20:00. Jadwal mandi malam yang teratur ini sekaligus mengenalkan bayi pada aktivitas yang terjadwal sebelum tidur.

Jangan lupa untuk memilih produk perawatan bayi yang aman dan nyaman bagi kulit Si Kecil. Moms cukup membasuh tubuh bayi, membersihkannya dengan sabun, dan langsung mengangkatnya dari air ketika tubuh bayi dirasa sudah bersih. Anda tidak perlu berlama-lama memandikan Si Kecil pada malam hari guna mencegah terjadinya hipotermia.



2. Pijatan Ringan

Setelah mandi, Moms bisa memberikan pijatan ringan pada tubuh bayi. Selain membuat tubuh Si Kecil lebih rileks, kebiasaan ini juga merupakan salah satu bentuk bonding antara Anda dengan dirinya. Selain itu, memijat bayi juga bermanfaat dalam membantu proses pencernaan, mengurangi rasa sakit, dan memperbaiki sirkulasi dalam tubuhnya. Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut ini ketika memijat bayi:

• Letakkan bayi pada posisi telentang di atas handuk lembut atau selimut.

• Pijat kaki bayi dengan tekanan lembut dari arah pangkal paha ke arah bagian atas paha, lalu ke pergelangan kaki. Berikan pijatan lembut pada telapak kaki dan selesaikan dengan menarik pelan jemari.

• Letakkan tangan Anda di atas perut bayi, lalu pijat lembut dengan gerakan melingkar searah jarum jam.

• Pijat lengan bayi dari bahu ke arah pergelangan tangan dan ulangi 2 hingga 3 kali.

• Ubah posisi bayi menjadi tengkurap dan pijat lembut punggungnya dari atas hingga bawah.

3. Fase Tenang

Setelah mandi dan pijat, Anda bisa mulai menenangkan bayi. Caranya? Moms bisa membacakan cerita, bersenandung, atau menyanyikan lagu dengan suara pelan. Suasana seperti ini akan membuat bayi menjadi lebih rileks dan cepat tertidur.

Waktu tidur yang cukup dan berkualitas tentunya akan memiliki efek positif bagi kesehatan bayi. Selain itu, bayi yang mendapatkan cukup waktu untuk beristirahat juga cenderung tidak rewel. Selamat mencoba Moms. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   bayi,   mandi,   mandi malam,   hipotermia