Mother&Baby Indonesia
7 Hal yang Memengaruhi Respons Tubuh Akan Nyeri Persalinan

7 Hal yang Memengaruhi Respons Tubuh Akan Nyeri Persalinan

Setelah menjalani masa kehamilan, Moms pun akhirnya akan dihadapkan pada perjuangan untuk melahirkan Si Kecil. Apa yang Moms rasakan pada detik-detik menjelang masa persalinan ini? Takut, cemas, khawatir? Ya, persalinan seringkali menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian besar ibu hamil, karena mereka menganggap melahirkan sebagai fase paling menyakitkan dibandingkan fase lainnya.

Tentu saja proses persalinan ini akan terasa nyeri, Moms. Namun, tahukah Moms bahwa ada beberapa hal yang bisa membuat rasa nyeri tersebut semakin hebat? Yuk, ketahui dari awal apa saja faktor-faktor yang memengaruhi respons Moms terhadap nyeri persalinan, sehingga Moms bisa melakukan persiapan yang tepat dalam menghadapi persalinan dan mengurangi rasa nyeri yang dialami.

Penyebab Rasa Nyeri Persalinan

Kondisi fisik dan kehamilan setiap ibu membuat rasa sakit kala melahirkan pun bisa bervariasi. Namun, pada umumnya, rasa sakit utama saat melahirkan disebabkan oleh:



1. Kontraksi otot rahim

Rahim memiliki banyak otot yang akan bekerja dengan kuat untuk mengeluarkan bayi saat melahirkan. Kontraksi inilah yang memengaruhi seluruh perut bahkan seluruh tubuh, berupa tekanan yang kuat terutama pada punggung, kantung kemih, hingga usus.

2. Regangan otot dasar panggul

Nyeri di daerah vagina, rectum, perineum, dan sekitar anus ini timbul saat mendekati kala II persalinan, di mana terjadinya peregangan struktur jalan lahir bagian bawah akibat penurunan bagian terbawah janin. Di fase ini, bayi sudah mencari jalan keluar sehingga terjadilah peregangan pada jalan lahir juga vagina.

3. Episiotomi

Pada beberapa kasus, diperlukan tindakan episiotomi atau pembedahan di daerah otot antara vagina dan anus (perineum) untuk membuka jalan lahir bayi sehingga persalinan berjalan lebih lancar. Episiotomi tak jarang menimbulkan trauma pada Moms.

4. Kondisi psikologis

Nyeri dan sakit yang berlebihan menjelang dan saat persalinan akan menimbulkan rasa cemas, takut, dan tegang yang justru akan semakin memicu hormon prostaglandin, sehingga timbullah stres. Nah, kondisi stres ini juga bisa memengaruhi kemampuan tubuh untuk menahan rasa nyeri lho, Moms.

Kok, Makin Menyakitkan?

Meskipun faktor penyebab rasa nyeri persalinan setiap ibu sama, namun rasa sakit yang dialami bisa beragam intensitasnya, dan berbeda antara satu ibu dengan ibu lainnya. Kok, bisa begitu? Ternyata, ada beberapa faktor yang memengaruhi respons ibu terhadap nyeri persalinan, yaitu:

1. Posisi tubuh

Ingat kalimat “Posisi menentukan prestasi”? Nah, ini juga berlaku dalam proses persalinan lho, Moms. Sebaiknya, hindari posisi berbaring telentang, karena akan membuat nyeri semakin terasa hebat. Tak hanya itu, berbaring telentang juga bisa memengaruhi posisi bayi dalam kandungan, yang membuat aliran darah sedikit terhambat.

Karena itu, saat menunggu masa-masa kontraksi jelang persalinan ataupun saat rahim sedang berkontraksi ke depan, usahakan agar tubuh Moms tetap bersandar atau tegak untuk menyeimbangkan gravitasi.



2. Emosi negatif berlebihan

Moms, jika Anda selalu membayangkan tentang betapa menakutkannya proses persalinan, tanpa disadari, Moms akan sulit mengendalikan rasa cemas. Ujung-ujungnya, rasa cemas dan takut berlebih ini akan membuat tubuh Moms menjadi tegang, dan rasa nyeri pun menjadi lebih terasa.

Ya, secara fisiologis, rasa takut dan stres dapat menyebabkan kontraksi rahim semakin nyeri dan membuat tubuh secara otomatis melakukan reaksi defensif yang justru membuat rahim Anda semakin tegang, aliran darah dan oksigen ke dalam otot-otot rahim berkurang, hingga arteri mengecil dan menyempit.

3. Minim persiapan

Persiapan persalinan memang tak menjamin persalinan Anda akan bebas nyeri, namun ini sangat diperlukan untuk mengurangi perasaan cemas dan takut akan nyeri persalinan. Bekali informasi sebanyak mungkin, termasuk apa saja yang bisa Moms lakukan untuk meredakan rasa nyeri. Salah satunya, Moms bisa mempelajari hypnobirthing, yaitu teknik untuk membantu Moms mengelola rasa sakit dengan menggabungkan metode self-hypnosis, relaksasi, dan strategi pernapasan.

4. Kurang support system

Situasi dan lingkungan sekitar Moms juga ikut memengaruhi psikis Moms, lho. Termasuk apakah ruang bersalin terlalu berisik dan ramai. Jika secara psikis Moms kurang dukungan, tentunya Moms akan tegang, yang berujung pada rasa sakit. Jadi, pastikan Moms dikelilingi oleh orang-orang yang bisa memberi dukungan dan rasa tenang, ya. Tak hanya itu, pendamping persalinan pun harus tetap siaga menemani dan menguatkan di segala kondisi.

5. Dehidrasi

Pada proses persalinan, organ reproduksi akan bekerja keras, dan asupan cairan menjadi salah satu hal yang dibutuhkan. Nah, jika Moms kekurangan cairan, tentu rahim tidak akan bisa bekerja secara efisien. Sebisa mungkin, sediakan selalu air putih di samping Moms saat Anda menghadapi kontraksi, dan terus minum secara teratur agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

6. Menolak makan

Saat kontraksi berlangsung, biasanya para ibu enggan melakukan apa-apa, termasuk makan. Padahal makan, atau sekadar ngemil akan membuat tubuh selalu berenergi, tak mudah lelah, dan senantiasa fokus. Jika tak ingin makan berat, cukup sediakan kudapan ringan seperti roti, biskuit, atau kacang.

7. Pengalaman persalinan

Jika Moms pernah melahirkan sebelumnya dan kebetulan persalinan yang Moms alami tersebut cukup melelahkan dan menyakitkan, bukan tak mungkin perasaan cemas dan takut pengalaman lalu akan berulang ini bisa memengaruhi sensitivitas Moms terhadap nyeri. (Nanda Djohan/SW/Dok. Freepik)



Tags: persalinan,   ibu melahirkan,   nyeri persalinan,   nyeri melahirkan