Mother&Baby Indonesia
Prosedur Persalinan Normal yang Perlu Moms Tahu

Prosedur Persalinan Normal yang Perlu Moms Tahu

Menghadapi persalinan memang dibutuhkan persiapan matang. Anda tidak hanya harus mempersiapkan segala perlengkapan, tapi juga perlu menyiapkan mental. 

Maklum, persalinan bisa menjadi proses yang panjang dan melelahkan. Waktu yang diperlukan oleh seorang ibu untuk bisa melahirkan seorang bayi akan berbeda dengan ibu lainnya. Namun secara umum, inilah prosedur yang harus dilalui seorang ibu saat akan melahirkan bayinya secara normal.

Tahap Pertama

Tahap pertama persalinan terbagi menjadi 3 fase, yaitu fase laten, aktif, dan transisi.



1. Fase laten, adalah fase ketika Anda mengalami kontraksi yang lebih sering. Kontraksi tersebut membuat serviks (leher rahim) melebar dan menipis sehingga bayi dapat melewati jalan lahir. Apabila kontraksi teratur, Anda bisa ke rumah sakit. Prosedur pertama, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul guna mengecek sejauh mana pembukaan telah terjadi.

2. Fase aktif. Pada fase ini, serviks mulai melebar lebih cepat. Anda mungkin akan merasakan nyeri hebat atau tekanan di punggung (atau perut) dalam tiap kontraksi. Anda juga dapat merasakan dorongan yang hebat untuk mengejan. Meski begitu, dokter akan meminta Anda untuk tidak mengejan sebelum pembukaan lengkap.

3. Fase transisi, yaitu fase ketika pembukaan serviks sudah mencapai 10 sentimeter (lengkap). Anda akan merasakan kontraksi hebat, terasa nyeri, dan muncul teratur dalam tiap tiga hingga empat menit sekali. Kontraksi ini berlangsung selama 60 hingga 90 detik.

Tahap Kedua

Tahap kedua persalinan dimulai sejak pembukaan lengkap pada serviks. Pada tahap ini, dokter akan memberi tanda ketika sudah waktunya untuk Anda mengejan. Usaha mengejan bersama dengan kekuatan kontraksi rahim akan mengeluarkan bayi lewat jalan lahir. Ubun-ubun bayi akan memudahkan kepala bayi melewati jalur lahir.



Ketika kepala bayi muncul di lubang vagina, dokter akan memakai alat khusus untuk mengisap cairan ketuban, darah, dan lendir dari hidung dan mulut bayi. Anda akan terus diminja mengejan untuk mengeluarkan kelahiran bahu dan tubuh bayi. Setelah bayi lahir, dokter akan menjepit dan memotong tali pusar.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat memberikan obat pereda sakit atau melakukan episiotomi bila diperlukan. Perlu diketahui, episiotomi adalah prosedur bedah kecil ketika sayatan kecil di antara anus dan vagina guna memperbesar celah vagina. Prosedur ini diperlukan untuk membantu agar bayi keluar lebih cepat dan mencegah robekan besar di dinding vagina.

Tahap Ketiga

Tahap ketiga merupakan tahap terakhir persalinan. Tahap ini dimulai ketika bayi sudah lahir dan berakhir ketika plasenta telah lepas dari dinding rahim serta keluar melalui vagina. Dari semua tahap melahirkan normal, tahap ini merupakan yang terpendek dan hanya berlangsung sekitar 20 menit.

Ibu tetap akan merasakan kontraksi yang bersifat ringan dan tidak terlalu dirasa nyeri. Pada saat ini, penjahitan luka kemudian dilakukan bagi ibu yang menjalani prosedur episiotomi atau robekan kecil selama tahapan kedua berlangsung. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: persalinan,   ibu melahirkan