Mother&Baby Indonesia
Mengenal Istilah Kehamilan Aterm dan Cara Mendapatkannya

Mengenal Istilah Kehamilan Aterm dan Cara Mendapatkannya

Begitu banyak istilah kehamilan yang terkadang membuat ibu hamil bingung. Salah satu istilah yang jarang diketahui adalah kehamilan aterm, yang mungkin masih asing di telinga Anda. Istilah kehamilan aterm ini erat kaitannya dengan beberapa istilah lain, seperti kehamilan preterm dan posterm. Apa sih, pengertian istilah-istilah tersebut? Baca penjelasannya berikut ini yuk, Moms!

Istilah Usia Kehamilan

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), periode 3 minggu sebelum hari perkiraan lahir (HPL) hingga 2 minggu setelah HPL disebut dengan istilah term. Namun sayangnya, interval persalinan tidak seragam pada semua wanita.

Ditinjau dari banyak hal terkait kesehatan ibu dan janin dalam 5 minggu ini (3 minggu sebelum dan 2 minggu setelah HPL) interval tersebut sangat mungkin berubah-ubah. Oleh karena itu, istilah term diganti menjadi lebih spesifik. Menurut ACOG, istilah-istilah tersebut adalah:



Early term: Kehamilan minggu 37 0/7 sampai minggu 38 6/7

Aterm: Kehamilan minggu 39 0/7 sampai minggu 40 6/7

Late term: Kehamilan minggu 41 0/7 sampai minggu 41 6/7

Post term: Kehamilan minggu 42 0/7 atau lebih

Apa Itu Kehamilan Aterm?

Dilihat dari istilah spesifik di atas, kehamilan aterm adalah istilah untuk menunjukkan usia kehamilan normal, di mana janin di perut Anda lahir dengan tepat saat memasuki usia kehamilan 39 sampai 40 minggu. Lalu, apakah istilah aterm tersebut hanya bisa disebut untuk proses melahirkan tertentu?

Jawabannya tentu saja tidak ada pengaruh antara proses melahirkan dengan istilah aterm, Moms. Baik melahirkan secara normal atau caesar, asalkan Anda melahirkan di rentang waktu tersebut, maka sebutannya tetap saja aterm



Tips Mendapatkan Kehamilan Aterm

Setelah melihat penjelasan di atas, maka kehamilan aterm tentu menjadi periode ideal untuk melahirkan Si Kecil ke dunia. Agar Anda bisa melahirkan sesuai HPL dan terhindar dari persalinan prematur dan post term, ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan:

1. Rutin melakukan perawatan prenatal. Jangan ragu untuk mengikuti beragam kelas kehamilan yang membantu bumil agar selalu fit.

2. Terapkan pola makan sehat. Hindari gorengan, makanan yang terlalu berlemak dan asin, juga terapkan pola makan sehat gizi seimbang. You are what you eat, Moms. Eat healthy, stay healthy!

3. Rutin olahraga. Tidak perlu olahraga berat, olahraga ringan seperti berenang dan jalan santai juga sudah cukup membantu bumil tetap sehat, lho.

4. Penuhi kebutuhan istirahat. Jangan sepelekan waktu tidur, karena kurang tidur bisa memicu darah tinggi yang meningkatkan risiko lahir prematur.

5. Hindari stres. Begitu banyak dampak negatif dari mengalami stres saat hamil. Untuk menghindarinya, coba lakukan hal-hal seru dan menyenangkan bersama suami yang bisa mengusir stres dari kehidupan Anda. Jangan lupa, tetap berpikiran positif ya, Moms. Don’t overthink everything! (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   ibu hamil,   kehamilan aterm