Mother&Baby Indonesia
8 Bahan Kimia yang Wajib Dihindari Ibu Hamil

8 Bahan Kimia yang Wajib Dihindari Ibu Hamil

Moms pasti sudah sering mendengar bahwa saat hamil Anda perlu lebih berhati-hati saat menggunakan berbagai produk yang memiliki kandungan bahan kimia. Pasalnya, paparan bahan kimia tertentu dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan bumil dan janin, lho!

Mulai dari risiko berat lahir rendah, persalinan prematur, hingga cacat genetik pada bayi, semua itu dapat terjadi akibat paparan bahan kimia berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui mana bahan kimia yang berbahaya untuk Anda dan mana yang tidak. Ketahui beberapa bahan kimia berbahaya tersebut di penjelasan berikut ini, Moms!

1. Merkuri

Merkuri bersifat racun bagi tubuh. Pada ibu hamil, paparan merkuri yang berlebihan akan memengaruhi atau menghambat perkembangan otak dan sistem saraf janin. Merkuri banyak ditemukan pada polusi udara di daerah sumber daya batu bara. Tapi, merkuri juga dapat menyebar ke lautan sehingga dapat ditemukan pada ikan laut seperti tuna, hiu, makerel, dan marlin.



2. Formaldehyde

Bahan kimia ini umum digunakan sebagai pengawet pada kosmetik, sampo, dan cat kuku. Woman’s Day menuliskan bahwa formaldehyde atau formalin beracun bagi sistem imun manusia. Penelitian menunjukkan bahwa paparan formalin dalam dosis rendah saat hamil dapat berujung pada berat janin lahir rendah dan paru-paru bayi yang kurang siap menghadapi inflamasi.

3. Phtalate

Biasa digunakan untuk melembutkan plastik, phtalate membantu cat kuku menjadi mudah diaplikasikan, body lotion yang mudah dioleskan, dan mencegah hair spray menjadi kaku. Parfum, penyegar udara komersil, produk kebersihan rumah tangga, dan detergen juga banyak mengandung phtalate.

Akan tetapi, penelitian pada tikus menunjukkan bahwa paparan phtalate berkaitan erat dengan infertilitas, berkurangnya kualitas sperma, serta mengurangi kesempatan hamil pada perempuan. Selain itu, penelitian oleh National Institutes of Health menemukan bahwa paparan phtalate selama hamil berkaitan dengan ADHD pada keturunan, persalinan prematur, berat lahir rendah, dan risiko obesitas yang tinggi.

4. Toluene

Umumnya berbentuk cairan bening dengan wangi yang tajam, bahan kimia ini umum ditemukan pada cat, tiner, cat kuku, lem, karet, dan produk olahan kulit yang mengkilap. Paparan toluene yang berlebihan selama hamil dapat memperlambat perkembangan fisik dan mental janin. Selain itu, toluene juga dapat memengaruhi fungsi hati dan ginjal, serta mengurangi ketahanan imunitas.



5. BPA

BPA atau bisphenol A adalah petrokimia yang biasa digunakan untuk membuat plastik polikarbonat padat dalam bentuk botol minum, piring, maupun peralatan plastik lainnya. Walau sangat fungsional, BPA dapat mengganggu sistem endokrin tubuh. Paparan BPA selama hamil dilaporkan memiliki kaitan dengan gangguan perkembangan tubuh janin, masalah reproduktif pada keturunan, gangguan fungsi otak, keguguran, diabetes, penyakit jantung, dan masalah perilaku pada balita.

6. Paraben

Bahan kimia ini sering terdapat pada produk kosmetik sebagai bahan pengawet. Akumulasi paraben di dalam tubuh yang terlalu banyak dapat mencapai plasenta, sehingga meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan janin serta kesehatan ibu hamil.

7. Glycol Ether

Gylcol ether adalah pelarut yang umum digunakan pada berbagai jenis produk, termasuk cat, produk pembersih rumah tangga, dan kosmetik. Namun, menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2006 dan dimuat di jurnal Epidemiology, paparan jenis glycol ether tertentu selama hamil berisiko tinggi pada bumil mengalami keguguran dan cacat janin.

8. Benzophenone

Benzone atau benzophenone adalah salah satu bahan yang sering digunakan dalam pembuatan sunscreen. Paparan benzone selama hamil dapat membuat tubuh membuang atau berhenti memproduksi hormon estrogen sehingga tubuh menjadi lebih mudah lelah dan meningkatnya berat badan yang drastis. Selain itu, janin juga berisiko mengalami gangguan perkembangan otak. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: bahan kimia,   kehamilan,   ibu hamil