Mother&Baby Indonesia
Serba-serbi Stretch Mark yang Perlu Anda Tahu

Serba-serbi Stretch Mark yang Perlu Anda Tahu

Salah satu permasalahan yang umum dialami saat hamil adalah munculnya stretch mark di beberapa bagian tubuh. Hal ini terjadi karena meregangnya kulit selama kehamilan. Seperti halnya tumpukan lemak, penampakan stretch mark di kulit seringkali membuat para Moms galau.

Dari segi medis, stretch mark sesungguhnya bukan hal yang berbahaya. Namun kehadirannya dianggap mengganggu estetika atau keindahan kulit. Jadi jangan heran jika para wanita akan melakukan segala cara untuk menghilangkan stretch mark tersebut. Bahkan sebagian rela merogoh kocek dalam-dalam guna melakukan operasi menghapus stretch mark.

Apa yang Dimaksud dengan Stretch Mark?

Stretch mark merupakan guratan pada kulit yang umumnya muncul pada bagian tubuh yang memiliki konsentrasi lemak lebih tinggi, seperti paha, perut, lengan atas, dan pantat. Stretch mark biasanya dialami oleh ibu hamil atau setelah melahirkan. Biasanya, stretch mark muncul pada kulit payudara, perut, dan paha atas. Pada ibu hamil, stretch mark biasanya juga dibarengi dengan rasa gatal.



Sekitar 90 persen wanita memiliki stretch mark saat usia kehamilan memasuki bulan ke-6 atau ke-7. Pada ibu hamil, biasanya stretch mark akan memudar secara perlahan setelah bayi dilahirkan. Akan tetapi perlu diingat, bahwa stretch mark tidak hanya dialami oleh wanita yang tengah mengandung. Bahkan wanita yang bertubuh ramping pun bisa memiliki stretch mark di bagian tertentu tubuhnya.

Pada pemilik kulit cerah, stretch mark awalnya akan terlihat berwarna merah muda. Tapi lama-kelamaan akan berubah menjadi lebih gelap kecokelatan. Sebaliknya, stretch mark pada kulit yang lebih gelap cenderung berwarna lebih terang.

Stretch mark muncul ketika tubuh kita berkembang lebih cepat daripada pertumbuhan kulit. Secara medis, stretch mark muncul karena rusaknya jaringan elastis pada lapisan kulit dalam yang disertai peradangan. Kondisi ini pada akhirnya menimbulkan bekas luka yang terlihat di kulit bagian terluar.

Kulit yang meregang menjadi pemicu munculnya stretch mark pada kulit. Beberapa penyebab yang memicu kulit meregang, antara lain:

• Berat badan yang naik secara drastis.

• Pubertas, yaitu akibat perubahan dan pertumbuhan pesat tubuh serta kulit.

• Implan payudara atau bokong yang terlalu besar.



• Kehamilan yang terkait kulit perut meregang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan kenaikan berat badan secara drastis.

• Penggunaan atau konsumsi suplemen hormon glukokortiroid (steroid) secara berlebihan.

• Penyakit genetik langka, seperti penyakit Cushing, sindrom Marfan, dan sindrom Ehlers-Danlos.

Cara Menghilangkan Stretch Mark

Seringkali stretch mark terlihat sangat jelas di beberapa bagian tubuh, seperti leher, lengan, dan betis. Hal itu tentunya bisa membuat seseorang jadi kurang percaya diri dan berusaha menghilangkan stretch mark tersebut. Hanya saja, stretch mark merupakan kondisi kulit yang tidak bisa dihilangkan sepenuhnya.

Namun Anda dapat membuat stretch mark tersebut terlihat memudar. Pengobatan paling ideal adalah dengan memberi nutrisi dan perawatan kulit dari dalam dan luar. Tentunya diperlukan waktu dan ketekunan untuk bisa memperbaiki penampilan kulit yang terkena stretch mark.

Jika memang memungkinkan, Anda juga bisa melakukan terapi laser berjangka, chemical peeling, dan mikrodermabrasi, guna mengatasi stretch mark. Namun untuk melakukan perawatan ini dibutuhkan waktu dan dana yang tidak sedikit.

Seperti yang telah disebutkan di atas, stretch mark sesungguhnya tidak berbahaya. Jadi sesungguhnya Moms tidak perlu terlalu khawatir. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: stretch mark,   kehamilan,   ibu hamil