Mother&Baby Indonesia
Kondisi Fisik & Mental Ibu Sebenarnya Pascapersalinan (2)

Kondisi Fisik & Mental Ibu Sebenarnya Pascapersalinan (2)

Melahirkan merupakan sebuah peristiwa istimewa yang dialami seorang wanita. Setelah perjuangan melahirkan Si Kecil selesai, tak hanya perasaan bahagia saja yang akan Moms rasakan. Ada beberapa kondisi, baik fisik dan mental, yang juga akan dialami new moms pascapersalinan, dan wajar jika Moms terkaget-kaget dengan perubahan baru yang terjadi.

Baca juga: Kondisi Fisik & Mental Ibu Sebenarnya Pascapersalinan (1)

Ya, selain sejumlah kondisi fisik yang dialami, ada juga beberapa kondisi mental yang dialami ibu baru melahirkan. Mau tahu apa saja? Baca penjelasannya berikut ini, Moms.



Kondisi Mental

1. Bahagia Bertemu Si Kecil

Wah, kalau hal ini sudah pasti ya, Moms. Ibu mana sih, yang tak bahagia akhirnya bisa melihat dan memeluk Si Kecil setelah mengandungnya selama 9 bulan? Rasa sakit saat kontraksi bahkan bisa sirna seketika saat Moms mendengar tangis Si Kecil.

2. Sering Nangis Tanpa Alasan

Setelah melahirkan, hormon Moms masih naik-turun. Kadang Moms bisa sangat bahagia, dan di saat lain bisa merasa sangat sedih. Jangan kaget jika tiba-tiba Moms menangis hanya karena hal kecil seperti Dads yang terpaksa pulang larut malam karena pekerjaan kantor, ya.

Agar Anda tak terlalu sensitif, jangan ragu untuk membicarakan ini pada Dads atau sahabat yang bisa Anda percaya. Hal tersebut tentu akan membuat Moms merasa jauh lebih baik jika orang-orang terdekat bisa lebih memahami Anda.

3. Posesif dengan Si Kecil

Melihat Si Kecil digendong orang lain, Anda bisa merasa tak nyaman. Bahkan, melihat Si Kecil akrab dengan Dads, Anda bisa tiba-tiba cemburu. Pokoknya, maunya Si Kecil terus bersama Anda selama 24 jam penuh! Timbulnya insting mama bear yang tak mau anaknya disentuh orang lain sangat mungkin Anda alami, lho. Wajar kok, jika Moms sangat sayang dengan Si Kecil, tapi jangan sampai posesif ya, Moms.



4. Kewalahan dengan Perubahan Rutinitas dan Kebiasaan

Menyusui, mengganti popok, mencuci popok basah dan pakaian, memandikan bayi, adalah rutinitas baru ketika Anda menjadi ibu. Rasa lelah pascapersalinan, kurangnya istirahat, belum lagi bayi yang terus menangis tentunya membuat aktivitas ini terasa semakin berat.

Tak perlu menjadi supermom, jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan semuanya seorang diri, Moms. Jika tekanan yang Anda rasakan sudah terlalu berat, tak ada salahnya kok, untuk meminta bantuan Dads atau anggota keluarga yang lain.

5. Sering Khawatir Karena Belum Terbiasa Merawat Bayi

Kehadiran Si Kecil tak hanya menguras tenaga dan emosi, namun juga menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian besar ibu, terutama yang baru pertama kali memiliki anak. Tentunya new moms akan kebingungan dalam merawat newborn.

Anda mungkin saja telah melakukan berbagai persiapan sejak hamil. Namun selalu saja, pada praktiknya, Anda terkaget-kaget saat menjalani peran sebagai orang tua baru ini. Melihat mungil dan rentannya Si Kecil bisa saja membuat Moms khawatir tak bisa merawatnya dengan baik. Tenang Moms, lama kelamaan Anda bisa kok, melakukannya dengan lancar. Ingat, tak ada ibu yang langsung mahir mengurus bayi.

6. Tertekan Karena Mom-shamming & Baby-shamming

Kok, sudah melahirkan masih buncit aja, sih? Bayinya kurus banget, ASI-nya enggak lancar, ya? Duh, komentar semacam ini seringkali membuat telinga panas ya, Moms. Menyebalkan sih, namun jangan terlalu dipusingkan dan diambil hati, ya. Yang penting, yakinlah Moms sudah melakukan yang terbaik untuk buah hati Anda. (Nanda Djohan/SW/Dok. Freepik)



Tags: ibu baru,   pascapersalinan,   kondisi fisik dan mental ibu baru