Mother&Baby Indonesia
Kondisi Fisik & Mental Ibu Sebenarnya Pascapersalinan (1)

Kondisi Fisik & Mental Ibu Sebenarnya Pascapersalinan (1)

Melahirkan merupakan sebuah peristiwa istimewa yang dialami seorang wanita. Setelah perjuangan melahirkan Si Kecil selesai, tak hanya perasaan bahagia saja yang akan Moms rasakan. Ada beberapa kondisi, baik fisik dan mental, yang juga akan dialami new moms pascapersalinan, dan wajar jika Moms terkaget-kaget dengan perubahan baru yang terjadi.

Ya Moms, saat melahirkan, tubuh Anda tentunya melakukan serangkaian proses yang menguras energi. Setelah proses itu usai, tubuh Anda akan melakukan penyesuaian untuk pemulihan, dan tentunya akan ada banyak perubahan yang Anda alami. Apa saja sih, kondisi fisik dan mental yang sebenarnya akan dialami ibu pascapersalinan? Simak yuk, Moms!

Kondisi Fisik

1. Mengalami Masa Nifas

Moms tentunya sudah mengetahui jika setiap wanita usai melahirkan, baik secara normal maupun caesar, pasti mengalami masa nifas. Sama seperti menstruasi, perdarahan ini juga disebabkan oleh luruhnya dinding rahim.



Namun, darah nifas umumnya berwarna lebih pekat, dengan volume yang lebih banyak dan berlangsung lebih lama (umumnya selama 40 hari) jika dibandingkan dengan menstruasi. Supaya Moms lebih nyaman selama masa nifas, siapkan pembalut yang lebih lembut, berukuran lebih panjang, serta yang bisa menampung cairan lebih banyak, ya.

2. Payudara Bengkak

Kira-kira 1-2 hari setelah melahirkan, payudara Moms biasanya terasa lebih kencang, memerah dan bengkak. Jangan khawatir Moms, ini merupakan fase di mana Anda memproduksi ASI yang bermanfaat untuk Si Kecil maupun Moms.

Payudara Anda akan memproduksi banyak susu selama beberapa minggu ke depan, sehingga kemungkinan Moms sering mendapatinya merembes membasahi pakaian Anda. Untuk mengatasi rasa tak nyaman ini, susui terus Si Kecil dan gunakan kompres hangat pada payudara Anda. Gunakan juga breast pad berbahan lembut agar ASI tak merembes membasahi pakaian ya, Moms.

3. Mudah Berkeringat

Apa pun aktivitas yang Moms lakukan, entah itu berdiri maupun sekadar duduk, keringat Anda kok rasanya keluar dengan sendirinya. Sweating postpartum adalah kecenderungan seorang ibu untuk mengeluarkan keringat yang lebih deras dari biasanya pascapersalinan.

Biasanya, kondisi ini paling sering terjadi saat Anda tidur, dan bisa berlangsung selama beberapa minggu setelah melahirkan. Tenang, hal ini tak berbahaya kok, Moms. Justru, ini berguna untuk menjaga kondisi fisik Anda serta mengembalikan hormon ke fungsi semula seperti sebelum hamil. Memperbanyak konsumsi air putih adalah solusi terbaik untuk mengatasi sweating postpartum. Gunakan juga pakaian berbahan katun yang ringan.

4. Perut Masih Buncit

Waktu hamil, Moms mungkin berpikir, saat Si Kecil keluar dari tubuh Anda, perut Anda pun akan segera kembali ke ukuran normal setelah melahirkan. Ini benar kok, namun tentunya akan membutuhkan waktu, sekitar 1,5-2 bulan, sebelum rahim kembali ke ukuran sebelum hamil.

Agar perut bisa segera kembali ke ukuran normal setelah melahirkan, upayakan untuk menjalani pola makan sehat dan olahraga yang fokus ke otot perut setelah dokter memberi 'lampu hijau' untuk berolahraga. Gerakan seperti sit-up, plank, ataupun gerakan yoga tertentu dapat membantu Anda mendapatkan perut langsing seperti semula.

5. Rambut Rontok

Rambut akan mengalami kerontokan yang normal sekitar 100 helai per hari. Namun sayangnya setalah melahirkan, rambut Anda seringkali rontok lebih banyak. Kadar estrogen yang turun pascapersalinan akan membuat Moms mengalami kerontokan rambut yang lebih banyak daripada biasanya, baik saat keramas atau sedang menyisir.



Tak perlu panik dan jadi tak percaya diri, Moms. Kondisi ini biasanya terjadi maksimal 6 bulan pertama pascapersalinan, dan akan membaik seiring berjalannya waktu. Moms bisa mengonsumsi makanan untuk menutrisi akar rambut seperti salmon, yoghurt, bayam, atau mengaplikasikan minyak kemiri, lavender, atau cedarwood pada akar dan batang rambut.

6. Sulit Menahan Buang Air Kecil

Proses persalinan, terutama dengan pervaginam, bisa melemahkan otot dasar panggul, sehingga kandung kemih pun menjadi terlalu aktif. Akibatnya, Moms jadi kesulitan menahan BAK, dan mengeluarkannya tanpa sadar, misalnya pada saat Anda tertawa, batuk, atau bersin. Kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya, namun Moms juga bisa berlatih senam kegel untuk membantu menguatkan otot-otot pelvis dan membantu mengontrol refleks buang air kecil.

7. Takut Buang Air Besar

Bagi beberapa ibu baru, BAB pertama kali pascapersalinan bisa terasa sangat menyakitkan. Kondisi ini salah satunya dipengaruhi oleh kekuatan otot-otot perut yang Anda miliki. Nah, rasa sakit ini bisa menimbulkan rasa takut untuk BAB lagi setelahnya.

Namun Anda tak perlu cemas jahitan Anda akan sobek saat BAB kok, Moms. Agar proses BAB lebih mudah dan melancarkan pencernaan pascamelahirkan, Moms harus rajin mengonsumsi makanan yang tinggi serat serta banyak minum air putih.

8. Duduk dan Berjalan Tidak Nyaman

Khususnya Moms yang mengalami episiotomi, setelah melahirkan tentunya Anda akan merasa tak nyaman di area sekitar vagina saat duduk atau berjalan. Begitu pun Moms yang melahirkan secara caesar, rasa sakit di bagian jahitan Anda pun pasti membuat Anda membatasi aktivitas.

Untuk mengatasinya, Moms bisa mengompres atau berendam dalam air hangat yang diberi tetesan essential oil lavender atau tea tree, juga duduk dengan diganjal bantal untuk mengurangi tekanan pada bekas jahitan di vagina. Intensitas nyeri ini akan berkurang seiring waktu, namun jika ada nyeri berkepanjangan atau intensitas nyeri yang meningkat hingga mengganggu aktivitas, segera konsutasi dengan obgyn Anda, ya.

9. Tidak Menstruasi untuk Beberapa Waktu

Umumnya, jika Moms menyusui Si Kecil secara eksklusif, menstruasi pertama Anda setelah melahirkan mungkin akan terjadi dalam waktu lebih lambat, bisa sampai 6 bulan. Bahkan ada lho, beberapa ibu yang baru mendapat menstruasi kembali setelah lebih dari 1 tahun. Hal ini terjadi karena saat menyusui, Moms melepaskan hormon prolaktin, yakni hormon yang merangsang keluarnya ASI. Dan ketika hormon tersebut meningkat, maka pelepasan sel telur akan terhambat.

Lalu bagaimana dengan kondisi mental ibu pascapersalinan? Anda bisa temukan jawabannya dengan membaca artikel bagian ke-2. (Nanda Djohan/SW/Dok. Freepik)



Tags: ibu baru,   pascapersalinan,   kondisi fisik dan mental ibu baru