Mother&Baby Indonesia
5 Sayuran yang Dibenci Anak & Cara Mengolahnya agar Ia Suka

5 Sayuran yang Dibenci Anak & Cara Mengolahnya agar Ia Suka

Sayuran merupakan makanan yang sangat menyehatkan karena mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh. Namun, buat sebagian besar anak, sayuran bukanlah makanan favorit mereka. Tak jarang bahkan balita melakukan gerakan tutup mulut saat Anda hendak menyuapi mereka dengan sendok berisi sayuran ketika makan.

Ya, walaupun menyehatkan, rasanya yang hambar dan tidak segurih atau semanis makanan lain, membuat kebanyakan balita tidak menyukai sayuran. Jadi wajar jika Moms perlu berpikir seribu cara guna membujuk Si Kecil agar mau makan sayur.

Ada beberapa jenis sayuran yang tidak disukai oleh anak, sehingga mereka tidak mau sama sekali memakannya. Michelle Tchea, seorang pakar nutrisi dan penulis buku makanan, membagikan tips untuk membantu orang tua membuat Si Kecil mau mengonsumsi sayuran tersebut, seperti dilansir dari laman Shape.com.sg.



1. Brokoli

Sayuran ini memiliki banyak vitamin dan mineral esensial serta serat yang bisa membuat sistem pencernaan anak bekerja dengan baik. Vitamin C yang ada di brokoli juga membantu meningkatkan sistem kekebalan dan menangkal infeksi.

Memberikan brokoli dengan hanya dikukus lalu dberikan pada anak mungkin akan membuat Si Kecil tidak tertarik untuk menyantapnya. Tapi cobalah menambahkan topping lezat yang sesuai dengan seleranya.

Salah satu cara Michelle mengolah brokoli agar disukai balita adalah dengan membuat pasta makaroni keju dengan menambahkan brokoli ke dalamnya. Salah satu resep favorit Michelle adalah brokoli yang dicampur sedikit dengan keju dan irisan daging tipis, yang dibungkus dengan pastry dan kemudian dipanggang.

2. Seledri

Merupakan sumber vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik -terutama saat dimakan mentah- seledri mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu mengatasi masalah pencernaan. Sayuran ini memang punya rasa kuat, namun saat dimasak rasanya akan netral. Walaupun begitu, anak-anak mungkin belum terlalu menyukainya.

Jika Si Kecil enggan makan seledri yang Anda buat sebagai masakan, cobalah membuat jus seledri dengan apel untuk minuman yang menyegarkan di siang hari. Rasanya yang menyegarkan tentu bisa membuat Si Kecil tertarik untuk meminumnya, Moms.



3. Pare

Untuk jenis sayuran yang satu ini, bahkan orang dewasa pun banyak yang tidak menyukainya. Namun, percayalah, Anda tidak akan rugi saat mengonsumsi pare, karena kaya vitamin C yang bisa melindungi tubuh dari radikal bebas. Pare juga meningkatkan asupan vitamin A yang berperan dalam membantu tumbuh kembang sel baru.

Agar Si Kecil menyukainya, Moms bisa coba memasak pare dengan cara rebus sebelum disiram dengan air dingin dan tumislah untuk menghilangkan rasa pahit yang kuat. Resep yang bisa digunakan adalah mengisi pare dengan daging sapi atau daging ayam cincang, dan merebusnya dengan kecap asin, lalu sajikan dengan nasi hangat.

4. Kubis Kecil

Sayuran ini juga menjadi salah satu yang paling banyak dibenci, bukan hanya oleh anak-anak, tapi juga orang dewasa, karena saat direbus atau dikukus kubis kecil (brussels sprouts) mengeluarkan bau yang tidak sedap. Meskipun begitu, sayuran ini tidak hanya merupakan sumber protein, zat besi, dan kalium yang baik, tetapi juga kaya vitamin C dan serat, serta antioksidan.

Cara mengolah kubis kecil agar lebih disukai anak, cobalah untuk tidak memasaknya terlalu matang. Aduk dalam sedikit minyak zaitun dan panggang dalam oven panas untuk membuat "keripik". Jika ingin lebih kaya rasa, Anda bisa menumisnya dengan daging cincang atau potongan daging ayam ditambah sedikit potongan nanas untuk menciptakan sensasi rasa manis.

5. Kecambah

Kecambah maupun tauge juga bukan termasuk kategori sayuran favorit untuk anak. Padahal, meskipun ukurannya kecil, sayuran ini kaya kalsium serta vitamin K dan C. Kecambah sangat berperan dalam mengatasi pembekuan darah dan merupakan salah satu sumber makanan fitoestrogen yang paling signifikan yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, dan osteoporosis.

Agar Si Kecil tertarik memakannya, Moms bisa tambahkan ke dalam soto atau bakso dan membuatnya sebagai hiasan, misalnya menjadi ‘rambut’ untuk melengkapi sandwich atau bento berbentuk wajah. Anda juga bisa membuatnya menjadi sejenis lumpia, dan tambahkan udang atau daging sapi cincang, serta selada ekstra dan makan dengan saus. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: nutrisi,   sayuran,   anak,   balita