Mother&Baby Indonesia
Tahi Lalat di Wajah, Perlukah Operasi untuk Mengangkatnya?

Tahi Lalat di Wajah, Perlukah Operasi untuk Mengangkatnya?

Tahi lalat merupakan sebutan untuk bintik kecil berwarna kecokelatan atau kehitaman yang berada di kulit tubuh. Bintik ini muncul ketika sel pigmen (melanocytes) berkembang secara berkelompok. Tahi lalat dimiliki oleh banyak orang. Bahkan, menurut National Cancer Institute, kebanyakan orang dewasa memiliki 10-40 tahi lalat yang tersebar di seluruh bagian tubuhnya.

Salah satu bagian tubuh yang terdapat tahi lalat adalah wajah. Ada yang berukuran kecil, ada pula yang berukuran lumayan besar. Ada tahi lalat yang kemunculannya mempermanis wajah kita, ada juga yang mengganggu dan bahkan membuat kita jadi tidak percaya diri. Karena itu, jika Moms punya tahi lalat yang dirasa mengganggu di wajah, Anda mungkin terpikir untuk menyingkirkannya dengan tindakan operasi. Namun perlukah hal tersebut dilakukan?

Baca juga: Sampai Batas Apa Tahi Lalat Dianggap Wajar dan Sehat?



Yang Perlu Dipertimbangkan saat Hendak Operasi Tahi Lalat

Sebenarnya, selama tahi lalat yang terdapat di wajah Anda tidak menunjukkan tanda-tanda kanker kulit, misalnya tumbuh membesar atau berubah warna, Anda tak harus menyingkirkannya, Moms. Namun, jika tahi lalat tersebut dirasakan mengganggu Anda, sah-sah saja untuk melakukan operasi guna melenyapkannya.

Mengutip laman Hello Sehat, meski bukan termasuk operasi besar, tindakan menghilangkan tahi lalat di wajah tetap punya risiko. Dan risiko tersebut tergantung pada bagaimana prosedur operasi yang akan dilakukan dan kondisi tahi lalat yang akan dihilangkan.

Operasi tahi lalat pada umumnya tidak menyebabkan rasa sakit, karena dokter bedah pasti akan membius dulu daerah yang perlu dibedah. Tapi ada kemungkinan Anda bisa saja mengalami alergi terhadap obat bius atau mengalami masalah dengan sistem saraf, meskipun hal ini sangat jarang terhadi. Untuk itu, Moms perlu pastikan terlebih dulu dengan dokter jika Anda ternyata memiliki alergi terhadap obat tertentu.

Risiko lainnya dari operasi ini adalah timbulnya bekas luka. Keputusan apakah luka bekas operasi harus dijahit atau tidak juga akan tergantung dengan kondisi masing-masing pasien. Bila memang tahi lalat memiliki akar yang dalam, maka dokter akan membuat luka yang dalam pula. Hal ini membuat luka operasi harus ditutup dengan jahitan benang.



Setelah Operasi Dilakukan

Setelah operasi tahi lalat dilakukan, mungkin Anda akan memiliki luka yang lebih besar dan terlihat ketimbang tahi lalat Anda sebelumnya. Meski menggunakan obat yang khusus ditujukan untuk menghilangkan luka, namun dalam beberapa kasus luka bekas operasi bisa saja tidak hilang sama sekali.

Bila luka operasi tidak dijahit, maka Anda hanya tinggal menunggu luka tersebut sembuh saja. Luka bekas operasi umumnya butuh waktu 1-2 minggu untuk pulih. Selama waktu tersebut, Anda harus memastikan bahwa area di sekitar luka operasi tetap dalam keadaan bersih agar tidak mengalami infeksi.

Sebaliknya, jika luka operasi menggunakan jahitan, maka yang perlu dilakukan setelahnya adalah mengangkat jahitan tersebut. Jahitan luka operasi akan dilepas sekitar 8-14 hari setelah operasi dilakukan. Karena itu, Anda harus menjaga luka agar tetap kering, tidak terkena air, dan selalu dalam keadaan bersih.

Selain itu, Anda juga perlu mengonsumsi makanan yang kaya protein, vitamin, dan mineral, untuk membantu membuat luka operasi lekas kering dan sembuh. Yang juga harus diperhatikan, jangan biarkan luka operasi terbuka bila belum saatnya dilepas jahitan.

Jadi, sebelum Anda melakukannya, pertimbangkan segala konsekuensinya dan yang terpenting, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter jika hendak melakukan operasi pengangkatan tahi lalat ya, Moms. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: kesehatan,   tahi lalat