Mother&Baby Indonesia
Penyebab Munculnya Sariawan dan Cara Mengatasinya

Penyebab Munculnya Sariawan dan Cara Mengatasinya

Sariawan merupakan salah satu masalah mulut yang paling sering terjadi. Bukan hanya pada orang dewasa, sariawan juga kerap dialami oleh anak-anak. Sebenarnya apa pemicu sariawan?

Sariawan atau stomatitis aphtosa adalah luka atau peradangan di bibir dan dalam mulut yang menimbulkan rasa sakit serta tidak nyaman. Sariawan kerap dianggap sepele, tapi sesungguhnya bisa sangat mengganggu ketika penderitanya makan, minum, atau berbicara.

Sariawan bisa muncul di bagian mana pun di dalam mulut, mulai dari lidah, bibir, pipi bagian dalam, hingga gusi. Sariawan bisa berbentuk oval atau bulat, berwarna putih atau kuning dengan tepian berwarna merah, dan memiliki ukuran serta jumlah bervariasi. Sariawan biasanya dapat pulih dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu.



Penyebab Sariawan

Ada banyak faktor yang bisa memicu terjadinya sariawan. Akan tetapi pada umumnya, sariawan disebabkan karena:

1. Menyikat gigi terlalu keras

Pada saat menyikat gigi, bulu sikat yang kasar dapat melukai gusi dan permukaan dinding rongga mulut. Luka inilah yang nantinya akan memicu terjadinya sariawan.

2. Luka akibat tergigit

Saat Anda makan terlalu cepat atau tidak fokus, seringkali tanpa sengaja Anda menggigit bibir, lidah, atau bagian dalam pipi. Luka akibat gigitan tersebut juga bisa berkembang menjadi sariawan, Moms. Selain luka akibat gigitan, luka pada bagian dalam mulut yang disebabkan oleh gesekan dengan alat makan atau tertusuk duri ikan juga bisa menjadi sariawan.

3. Pemakaian kawat gigi

Pemakaian kawat gigi juga seringkali menimbulkan sariawan. Hal ini terjadi karena bagian tepi atau ujung kawat gigi dapat menggesek permukaan dalam pipi, sehingga menimbulkan luka dan sariawan. Selain kawat gigi, pemakaian gigi palsu yang tidak pas juga bisa berpotensi menimbulkan sariawan.

4. Tidak menjaga kebersihan mulut

Kurang terjaganya kebersihan gigi dan mulut dapat menyebabkan berbagai kuman bersarang di dalam mulut dan menyebabkan infeksi. Sariawan dapat muncul ketika infeksi bakteri ini menimbulkan peradangan dan luka di rongga mulut.

5. Stres

Perasaan cemas dan stres tanpa disadari bisa memberi jalan bagi munculnya sariawan. Tidak hanya beban emosional, beban fisik yang menyebabkan tubuh kelelahan juga dapat menimbulkan sariawan. Sementara itu pada wanita, perubahan hormon saat menstruasi atau hamil juga bisa memicu terjadinya masalah sariawan.

6. Kondisi medis tertentu

Sariawan juga bisa terjadi akibat kondisi medis tertentu, seperti penyakit Crohn, penyakit celiac, flu Singapura, dan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh, misalnya AIDS atau lupus. Konsumsi obat tertentu juga bisa memiliki efek yang sama dan menimbulkan sariawan.



Cara Mengatasi Sariawan

Pada umumnya, sariawan tidak perlu diobati dan akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 minggu. Akan tetapi jika sariawan bertambah parah atau jumlahnya semakin banyak, Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter karena bisa jadi sariawan tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri atau infeksi jamur.

Dalam kasus sariawan yang ringan, Anda bisa mempercepat proses penyembuhan dengan cara:

• Menjaga kebersihan mulut dengan rutin menyikat gigi.

• Mengompres bagian yang sakit dengan es.

• Menjaga asupan nutrisi yang masuk ke tubuh, khususnya vitamin B12, zinc, zat besi, dan asam folat.

• Menggunakan obat kumur alami yang mengandung bahan seperti daun sirih, daun saga, dan akar manis (licorice). 

• Menghindari makanan yang bisa memicu atau memperparah sariawan seperti makanan yang terlalu pedas, asam, dan panas. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: sariawan,   kesehatan,   stomatitis aphtosa,   mulut