Mother&Baby Indonesia
Tata Krama yang Perlu Diajarkan pada Balita Sesuai Usianya

Tata Krama yang Perlu Diajarkan pada Balita Sesuai Usianya

Sebagai orang tua, Anda tentu ingin Si Kecil tumbuh menjadi anak yang memiliki etika dan tata krama kan, Moms? Untuk itu, tak ada salahnya jika kita mengenalkan Si Kecil dengan etika sejak usia dini. Memang, balita mungkin belum bisa mengerti konsep etika dan tata krama. Jadi, jangan heran kalau kata-kata sopan, etika, tata krama belum mampu dipahaminya dengan baik.

Meskipun begitu, Anda bisa mulai mengenalkan etika dan tata krama pada Si Kecil sejak dini dan secara konsisten. Moms dapat mengajarkannya melalui ucapan dan tindakan serta contoh konkret. Ini dia tahapan mengenalkan etika dan tata krama pada balita, Moms.

Usia 2-3 tahun

Mengucapkan tolong dan terima kasih

Jika Anda selalu mencontohkan Si Kecil untuk berkata “Tolong” dan “Terima kasih” sejak dini, biasanya ia sudah bisa memakai kalimat tersebut sebelum berusia 3 tahun. Jika belum, biasakan Si Kecil untuk menggunakan kedua kalimat ini sesering mungkin.



Tidak menyakiti orang lain

Anak berusia 2 tahun biasanya ingin melakukan sesuatu sendiri namun belum mampu melakukannya. Itulah mengapa sangat penting untuk mulai mengajarkannya cara yang baik dan aman untuk mengekspresikan amarahnya. Tunjukkan padanya bahwa ia tak harus menyakiti orang lain saat ia emosi.

Usia 3-4 tahun

Belajar berbagi

Belajar berbagi memang membutuhkan waktu. Namun seiring Si Kecil menjadi lebih perhatian dengan kehadiran orang lain di sekelilingnya, mereka akan mulai bisa belajar berbagi. Pada usia ini, anak-anak membutuhkan banyak pengawasan orang tua dalam hal berbagi, karena Si Kecil masih mungkin untuk merebut mainannya atau barang lain yang seharusnya dimainkan bersama temannya.

Ketika mengajarkan Si Kecil konsep berbagi, Anda harus melihat kondisi Si Kecil. “Akan lebih baik jika Anda melihat kondisinya saat memintanya untuk berbagi dengan orang lain. Jangan memintanya untuk membagi mainan kesayangannya kepada anak yang belum ia kenal, misalnya,” ungkap Dr. Carol Burniston, psikolog anak klinis.

Menunggu beberapa saat

Masa-masa ketika Si Kecil dianggap ada namun tak didengarkan pendapatnya, sudah berakhir pada usia ini. Meskipun begitu, Si Kecil tetap perlu berperilaku sopan saat berbicara, misalnya dengan tidak memotong perkataan orang dewasa. Keterampilan ini sangatlah penting sebagai bekal di masa depan.



Namun masalahnya, anak usia 4 tahun masih berasumsi bahwa dunia hanya berputar di sekeliling mereka. Anda mungkin tengah berada di dalam pembicaraan penting, tapi hal tersebut tidak membuat Si Kecil berhenti berteriak, "Mama, Mama, Mamaaa."

Balita belum bisa mengerti bahwa Anda tak selalu ada untuk melayaninya. "Ketika berusia 3-4 tahun, Si Kecil mulai bisa mengerti arti kata 'Tunggu sebentar ya'," ujar Dr. Carol. Karenanya, latihlah Si Kecil untuk menunggu, meski itu hanya sebentar.

Walaupun begitu, ada beberapa keahlian yang bahkan seorang balita dengan perilaku sopan pun tak bisa melakukannya. Ini yang Moms perlu tahu, yaitu:

1. Tahu kapan tak berkomentar. Kebanyakan Moms dengan balita akan melalui pengalaman memalukan ketika anak mereka mengomentari orang lain dengan suara keras. Sebenarnya Si Kecil tak bermaksud kasar, ia hanya penasaran dan sedang mengobservasi. Di usia lebih dari 5 tahun, barulah Si Kecil menyadari bahwa kata-kata yang ia ucapkan bisa menyakiti orang lain.

2. Mengatakan maaf. Anak-anak berusia di bawah 4 tahun umumnya tahu kata "Maaf" tapi di saat yang bersamaan mereka juga belum memahami perasaan orang lain. Karenanya, akan lebih baik jika Anda yang menyampaikan rasa maaf atas nama Si Kecil, demikian saran dari Dr. Kay Mathieson, penulis I am Two! Working Effectively with Two Year Olds and Their Families. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   etika,   tata krama