Mother&Baby Indonesia
Ini Cara agar Balita Patuh dan Mau Mendengarkan Anda, Moms

Ini Cara agar Balita Patuh dan Mau Mendengarkan Anda, Moms

Mendidik balita memang bukan pekerjaan yang mudah. Si Kecil selalu punya cara untuk mengetes kesabaran Anda, mulai dari susah makan, enggan diajak mandi, tidak mau tidur, selalu ingin main di luar, atau mengamuk minta dibelikan mainan baru, semua hal tersebut berujung pada dua kemungkinan, Anda mengalah pada keinginannya atau Anda jadi emosi dan memarahinya karena ia susah diatur.

Ya, usia balita merupakan usia di mana anak masih senang bereksplorasi dan bebas melakukan apa pun yang ia sukai. Jadi ada kalanya Moms akan kesulitan berbicara dengan Si Kecil agar ia patuh dan menurut pada omongan Anda, terutama pada hal-hal yang harus ia dengar dan patuhi.

Jadi bagaimana caranya agar balita Anda jadi anak yang patuh dan penurut pada orang tuanya? Ada beberapa trik bicara yang perlu Anda lakukan agar Si Kecil mau mendengarkan dan patuh pada perkataan Anda, Moms. Ini triknya:



1. Turunkan Nada Suara

Untuk mendapat perhatian Si Kecil, nada suara Anda berperan penting. Menurut dr. Kerry Taylor, seorang psikolog klinis, menggunakan nada suara yang lebih rendah saat berbicara dengan balita akan sangat direspons oleh anak.

2. Kontak Mata

Sebelum mengajak Si Kecil berbicara, pastikan posisi Moms sejajar dengannya. Tatap mata Si Kecil, lalu ajarkan ia untuk fokus dengan memanggil namanya. Namun, pastikan untuk tidak membuat kontak mata terlalu intens. Ini bisa dianggap sebagai upaya mengontrol ketimbang menjalin koneksi.

3. Buat Rutinitas

Coba lakukan rutinitas dalam kegiatannya sehari-hari. “Balita menikmati hal-hal yang menjadi kebiasaan,” tutur dr. Taylor. Selain itu, Anda juga bisa mengatakan tentang rencana yang akan terjadi. Cara ini akan membuat dirinya merasa memiliki kontrol dan waktu untuk bertanya.

4. Bercerita

Ketika ingin mengajak balita ke dokter, Moms bisa mengatakannya dengan cara bercerita. Buat Si Kecil menjadi karakter utamanya. Pastikan agar cerita tersebut berakhir bahagia, sehingga Si Kecil akan lebih senang mendengarkannya.

5. Sebutkan Emosi yang Dirasakan

Jika balita merasakan emosi yang kuat, kenali dan beri nama emosi tersebut. Cara ini akan membuat Si Kecil tahu emosi yang dirasakannya saat itu sekaligus menunjukkan kepadanya bahwa Moms peduli dengan perasaannya.



6. Katakan Hal yang Positif

Saat Si Kecil memanjat tangga di taman bermain, kebanyakan Moms mungkin akan langsung melarangnya. Ketimbang melarang, lebih baik gunakan kata-kata positif seperti, “Hati-hati ya, Nak.”

7. Buat Permainan

Ubah tugas Si Kecil menjadi sebuah permainan. Cara ini akan membuat balita mau mendengarkan dan mengerjakan tugas yang diberikan. Tunjukkan bahwa mengerjakan tugas bisa menyenangkan. Selain itu, balita akan lebih senang menyelesaikan tugasnya dengan menambahkan elemen tantangan. Misalnya, putarkan lagu dan minta ia untuk membereskan mainannya sebelum lagunya selesai.

8. Beri Pujian

Bila Si Kecil bisa bekerja sama, pastikan ia tahu kalau Moms senang dengan perilakunya itu. “Pengakuan menjadi bagian penting dari komunikasi dan membuatnya paham kalau Moms mengetahui segala sesuatu yang Si Kecil lakukan sudah tepat.” kata dr. Taylor.

9. Biarkan Ia Membuat Keputusan

Tak ada salahnya sesekali memberikan wewenang untuk dipegang Si Kecil. “Biarkan ia paham bahwa pekerjaan yang diberikan adalah tugas khusus buatnya,” ujar dr. Taylor. Dengan begitu, selalu ada elemen kontrol yang Anda delegasikan kepadanya.

10. Bicara Singkat

Balita tidak perlu tahu detail alasan Anda meminta ia melakukan suatu hal. Terlalu banyak informasi akan membingungkan Si Kecil. Selain itu, katakan satu per satu saat meminta balita melakukan sesuatu dan gunakan bahasa yang sederhana. Untuk memastikan Si Kecil tahu instruksi yang Moms sampaikan, minta ia mengulanginya. Kalau tidak bisa mengulangi, berarti kalimatnya terlalu panjang dan rumit.

Nah, cobalah berbicara dengan Si Kecil dengan menggunakan trik-trik di atas agar ia patuh dan mau mendengarkan ya, Moms! (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   anak patuh,   anak penurut