Mother&Baby Indonesia
Kata Ahli Soal Pengaruh #DiRumahAja pada Perkembangan Bayi

Kata Ahli Soal Pengaruh #DiRumahAja pada Perkembangan Bayi

Memiliki kesempatan untuk menyaksikan tumbuh kembang bayi secara langsung tentu menjadi hal yang paling membahagiakan bagi setiap orang tua. Meski tak dipungkiri membuat jenuh, masa pandemi COVID-19 yang mengharuskan orang untuk #DiRumahAja mungkin patut disyukuri bagi Moms dan Dads yang memiliki bayi, karena Anda bisa memiliki lebih banyak waktu untuk melihat perkembangan mental dan fisik Si Kecil.

Tumbuh kembang Si Kecil pada tahun-tahun pertama kehidupannya memang luar biasa dan berlangsung dengan cepat. Namun di masa pandemi ini, mungkin Moms berpikir apakah dengan melakukan karantina mandiri atau #DiRumahAja dapat berpengaruh pada perkembangan bayi Anda?

Pasalnya, mungkin sebelum pandemi bayi Anda terbiasa berinteraksi dengan orang lain atau bisa mengeksplorasi lingkungan di luar rumah dengan leluasa. Sementara, kini ia hanya berada di rumah dan tak banyak bertemu orang selain keluarga intinya.



Apakah #DiRumahAja Berdampak pada Tumbuh Kembang Bayi?

Tak perlu khawatir, Moms. Menurut dokter anak dr. Whitney Casares, M.D., M.P.H., karantina mandiri atau berada #DiRumahAja tidak akan berdampak pada perkembangan bayi Anda. Menurutnya, seperti dilansir laman Romper, anak-anak sebenarnya cukup tangguh untuk mempertahankan kemajuan perkembangan mereka bahkan saat dikarantina atau ketika menerima perawatan di rumah.

Dr. Dyan Hes, M.D., seorang dokter Anak di New York sepakat pernyataan di atas. Ia mengatakan interaksi dengan orang tua atau saudaranya sudah cukup bagi Si Kecil untuk bisa belajar dan tumbuh secara emosional. Namun tentunya Moms perlu tetap proaktif dengan perkembangan bayi Anda pada masa ini.

Saat Moms #DiRumahAja bersama anak-anak selama masa pandemi ini, Anda perlu mengetahui pencapaian apa yang ditunjukkan seorang anak pada setiap kelompok usianya. Hal ini dilakukan agar Moms bisa fokus saat mengasah keterampilan yang harus dicapai bayi Anda di usianya. “Entah itu berguling, duduk, atau mulai menggunakan sendok saat makan,” ujar dr. Dyan.

Sementara bila bayi Anda sudah lebih besar dan sebelumnya sudah pernah dititipkan di tempat penitipan anak atau daycare, Moms bisa memantau perkembangan bicaranya, serta keterampilan motorik halus dan kasar Si Kecil saat mereka di rumah.



Bagaimana dengan Perkembangan Sosial Bayi?

Menitipkan Si Kecil di daycare atau mengikutsertakan mereka pada kelas bayi memang dapat memengaruhi perkembangan sosialnya. Namun dr. Casares mengatakan hal ini sebenarnya belum perlu dilakukan apalagi ketika anak belum mencapai usia dua tahun di mana ia belum bisa mendapatkan manfaat belajar langsung dari teman-teman seusianya.

Hal tersebut mungkin bisa Moms lihat ketika Anda membiarkan Si Kecil yang berusia 1 atau 2 tahun untuk bergabung dengan anak-anak seusianya, di mana mereka akan terlihat tidak saling mengenal sehingga kemungkinan untuk berinteraksi satu sama lain pun bisa dibilang kecil. Saat Si Kecil berusia 3 tahun, barulah mereka akan mulai bermain bersama dengan teman-teman seusianya.

Bila Anda masih mengkhawatirkan perkembangan sosialnya saat harus #DiRumahAja, dr. Casares menyarankan untuk mengasah keterampilan sosialisasinya dengan mengajaknya bermain bersama Moms, tanpa gangguan, dan sesering mungkin.

So, Moms, tak usah khawatir lagi, ya. Perkembangan bayi Anda akan terus berjalan, baik saat masa pandemi atau tidak. Pastikan Anda berusaha untuk berinteraksi atau mendekatkan diri dengan Si Bayi serta memperhatikan keterampilan apa yang seharusnya sudah ia capai di usianya ya, Moms. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   pandemi