Mother&Baby Indonesia
Bolehkah Memakaikan Perhiasan Emas pada Bayi?

Bolehkah Memakaikan Perhiasan Emas pada Bayi?

Bukan suatu fenomena yang aneh lagi jika bayi baru lahir, terutama bayi perempuan, sudah menggunakan perhiasan emas. Memakaikan perhiasan kepada Si Kecil bukan sekadar sebagai aksesoris saja, tetapi juga dilakukan sebagai bagian dari tradisi keluarga.

Jika seorang anak lahir, ia akan dibelikan perhiasan emas oleh kakek dan neneknya sebagai tanda sayang dan harapan agar saat besar nanti Si Kecil bisa menjadi orang yang berharga, sama seperti perhiasan yang diberikan padanya.

Lantas, bolehkah memakaikan perhiasan emas pada bayi? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasannya di bawah ini ya, Moms!



Bolehkah Memakaikan Perhiasan Emas pada Bayi?

Perhiasan emas yang biasa diberikan pada bayi bisa beragam jenisnya, mulai dari gelang, anting, maupun kalung. Akan tetapi, sebenarnya bolehkah memakaikan perhiasan emas pada bayi? Secara umum, bayi boleh saja memakaikan perhiasan yang terbuat dari emas. Namun, jika ingin memakaikan perhiasan emas pada Si Kecil, ada baiknya perhatikan keamanan dan kebersihan perhiasan yang diberikan pada Si Kecil tersebut ya, Moms.

Sebab, terdapat beberapa risiko negatif menggunakan perhiasan emas pada bayi, seperti alergi kulit, risiko tersedak karena batu permata kecil dan manik-manik dari perhiasan dapat pecah, atau tanpa sengaja Si Kecil menelan cincin yang disematkan di jarinya ketika ia mengisap jarinya. Peristiwa lain bahkan hingga merenggut nyawa seorang bayi yang tak sengaja tercekik oleh kalungnya sendiri ketika tidur.

Yang Perlu Diperhatikan Ketika Memakaikan Perhiasan Emas pada Bayi

Untuk gelang tangan dan gelang kaki, Moms harus memastikannya ukurannya pas tidak terlalu kencang dan tidak terlalu longgar. Hal ini juga berlaku untuk perhiasan emas cincin. Cincin yang ketat memang bisa mencegah aksesoris tersebut mudah terlepas sehingga meminimalisir kemungkinan hilang atau masuk ke dalam mulut Si Kecil ketika tanpa sengaja mengisap jarinya. Namun, pemakaian cincin yang terlalu ketat juga dapat memberi tekanan pada jari dan menyebabkan gangguan pembuluh darah Si Kecil.



Selain itu, perhatikan pula material perhiasaan, hindari perak dan material apa pun yang dicampur dengan logam dasar, serta beberapa emas putih yang mungkin mengandung nikel yang dapat memicu alergi kulit. Oleh karena itu, pemilihan bahan emas kuning untuk perhiasan Si Kecil relatif lebih aman.

Pilih perhiasaan sederhana yang tidak memiliki manik-manik atau batu permata kecil, untuk menghindari risiko tersedak pada Si Kecil. Pastikan juga bahwa tidak ada bagian yang lancip atau tajam, yang dikhawatirkan bisa membahayakan bayi Anda.

Untuk menjaga kebersihan, menghindari alergi kulit, dan gatal ada baiknya tidak memakaikan perhiasan emas secara terus-menerus pada bayi Anda. Rutinlah membersihkan perhiasan untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

Perlu diingat ya Moms, untuk tidak memakaikan perhiasan emas yang terlihat mencolok pada Si Kecil. Hal ini karena, dapat mengundang orang lain untuk melakukan tindak kejahatan yang bisa mengancam keselamatan bayi Anda. (Fariza Rahmadinna/SW/Dok. Kelly Sikkema/Unsplash)



Tags: bayi,   emas,   perhiasan emas