Mother&Baby Indonesia
Pro Kontra Penggunaan Empeng untuk Bayi

Pro Kontra Penggunaan Empeng untuk Bayi

Bagi Moms yang memiliki bayi, empeng atau pacifier tentu selalu menjadi hal yang tak terpisahkan. Empeng memang bagai ‘pengasuh’ yang menjaga bayi tetap tenang ya, Moms. Namun selalu ada pro dan kontra dalam memberikan empeng untuk bayi, karena ada sisi positifnya dan ada pula sisi negatifnya. Apa sih pro kontra dalam memberikan empeng? Simak di bawah ini, Moms.

PRO

• Mengurangi risiko SIDS. American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan penggunaan empeng saat bayi tidur karena bisa mengurangi risiko SIDS (sudden infant death syndrome) atau sindrom kematian mendadak pada bayi.

• Menambah semangat menyusui langsung pada ibu PPD (depresi pasca melahirkan). Sebuah studi yang dimuat di Journal of Human Lactation menunjukkan ibu yang berisiko tinggi mengalami PPD bisa menyusui lebih baik jika bayinya memakai empeng. Ini karena empeng mengurangi tangisan bayi, yang bisa membuat ibu lebih stres. Maka empeng tidak hanya menenangkan bayi, tapi juga ibu.



• Mengalihkan dari gangguan. Banyak stimulan yang bisa mengganggu bayi, mulai dari suara, cahaya, hingga suhu udara. Semua stimulan itu bisa membuat bayi lebih rewel dan cengeng. Nah, empeng membantu mengalihkan perhatian bayi dari segala stimulan pengganggu itu.

• Mengurangi ambang nyeri. “Memberikan empeng pada bayi bisa mengurangi ambang nyeri dan membuatnya lebih nyaman saat merasakan nyeri,” jelas Wendy Sue Swanson, MD, dokter anak dan Chief of Digital Innovation di Seattle Children’s Hospital, pada The Bump. 

• Lebih nyaman naik pesawat terbang. Berencana mengajak bayi Anda naik pesawat? Tekanan udara di ketinggian bisa membuat telinga bayi sakit lho, Moms. Nah, memberikan empeng bisa membuatnya lebih nyaman dan terhindar dari telinga sakit.



KONTRA

• Gangguan kesehatan gigi. Penggunaan empeng jangka panjang bisa memengaruhi bentuk gigi dan mulut bayi. Ini lebih sering terjadi jika Anda terus-menerus menyimpan empeng di belakang gigi depan hingga usianya 2 tahun atau lebih.

• Infeksi telinga. Sebuah studi pada 500 anak di Finlandia menguak fakta tentang penggunaan empeng dan infeksi telinga. Anak yang tidak diberikan empeng lebih jarang sepertiga kali mengalami infeksi telinga dibanding anak yang suka mengempeng.

• Naik berat badan. Studi Chilhood Obesity menunjukkan anak yang menggunakan empeng hingga usianya lebih dari 4 bulan, maka 10 persen lebih berisiko kelebihan berat badan ketika usianya 1 tahun, dan 20 persen kelebihan berat badan di usia 2 tahun. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: empeng,   bayi,   anak