Mother&Baby Indonesia
Bayi Mencret, Kenali Penyebab dan Perawatannya!

Bayi Mencret, Kenali Penyebab dan Perawatannya!

Perlu diketahui, tinja bayi bisa memiliki banyak tekstur, warna, dan bau yang berbeda, tergantung pada apa yang ia konsumsi (ASI, susu formula, atau makanan padat). Tinja normal bayi umumnya berwarna kekuningan atau kecokelatan, bertekstur lembut, dan cair.

Namun terkadang, bayi memang mengeluarkan tinja yang lebih cair daripada biasanya. Hal ini tentu membuat Moms merasa kesulitan untuk membedakan apakah Si Kecil mengalami diare atau hanya buang air besar yang lebih lunak dari biasanya.

Curigai Si Kecil mengalami diare jika terjadi perubahan frekuensi buang air besar, seperti tiba-tiba menjadi jauh lebih sering, bayi tampak lemas, dan tekstur tinja berubah jauh lebih cair dan lunak dari biasanya. Yuk, Moms kenali penyebab dan perawatan bayi mencret atau diare di bawah ini!



Penyebab Diare pada Bayi

Dikutip dari laman Web MD, banyak hal yang dapat menyebabkan bayi Anda mengalami diare, termasuk:

• Infeksi virus, bakteri, atau parasit. Bayi dapat tertular kuman ini melalui makanan atau air yang tidak bersih atau saat mereka menyentuh permukaan kuman dan kemudian memasukkan tangan ke dalam mulut.

• Alergi makanan atau sensitif terhadap obat-obatan

• Keracunan

• Adanya perubahan pola makan bayi Anda atau perubahan pola makan Moms saat menyusui.

Efek Diare pada Bayi

Melansir dari laman Parents, menurut Rebecca Cherry, M.D., ahli gastroenterologi anak di Rumah Sakit Anak Rady, San Diego, AS, diare dapat membuat tubuh Si Kecil kehilangan terlalu banyak air dan mineral yang disebut dengan elektrolit, akibatnya tentu dapat menyebabkan dehidrasi. Bayi bisa mengalami dehidrasi dengan sangat cepat, dalam satu atau dua hari setelah hari pertama diare, dan ini bisa sangat berbahaya terutama pada bayi yang baru lahir.

Segera hubungi dokter jika bayi Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti:

• Lebih sedikit buang air kecil (lebih sedikit popok yang basah)

• Bertingkah rewel 

• Mulut kering



• Tidak ada air mata saat menangis

• Mengantuk atau lesu yang tidak biasa

• Kulit yang tidak elastis seperti biasanya (tidak muncul kembali saat Anda mencubit dan melepaskannya dengan lembut)

Selain itu, segera hubungi dokter juga jika bayi Anda mengalami diare yang disertai dengan gejala berikut dan berusia kurang dari enam bulan:

• Demam tinggi

• Terdapat darah atau nanah pada tinja bayi, atau tinja berwarna hitam, merah atau putih

• Lesu

• Muntah

Perawatan Diare pada Bayi

Bagi Si Kecil yang mengalami diare, dokter mungkin meresepkan antibiotik untuk diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau obat anti parasit untuk diare yang disebabkan oleh infeksi parasit. Bayi dengan diare parah hingga mengalami dehidrasi perlu mendapatkan perawatan tambahan di rumah sakit.

Jika anak Anda sudah mulai mengonsumsi makanan padat, dokter mungkin menyarankan untuk menghindari makanan dan minuman tertentu, seperti makanan berminyak, makanan tinggi serat, susu, keju, permen, soda, dan jus buah. Hal ini karena minuman manis seperti jus buah dapat memperburuk gejala diare pada Si Kecil. 

Selain itu, Moms yang sedang menyusui juga perlu mengatur pola makannya sendiri untuk menghindari makanan yang mungkin dapat memicu diare pada Si Kecil. Terpenting adalah menjaga kebersihan area rumah mencegah penyebaran infeksi. (Fariza Rahmadinna/SW/Dok. Cookie_studio/Freepik)



Tags: bayi,   diare,   bayi diare