Mother&Baby Indonesia
Waspada Tanda-tanda Gangguan Janin Selama Hamil

Waspada Tanda-tanda Gangguan Janin Selama Hamil

Sebagai orang tua tentu Moms ingin yang terbaik bagi Si Kecil, mulai dari perkembangannya saat di dalam kandungan hingga ia besar nanti. Tetapi, pada masa kehamilan ada banyak hal yang dapat terjadi, tak terkecuali gangguan pertumbuhan janin. Gangguan ini tentu memengaruhi masa depan Si Kecil kelak.

Maka dari itu, mendeteksi tanda-tanda gangguan janin selama hamil sejak dini penting dilakukan, sehingga penanganannya dapat segera diberikan. M&B sudah merangkum beberapa hal yang bisa dilihat sebagai tanda-tanda gangguan janin. Simak penjelasannya berikut, Moms!

1. Kram Perut

Kram perut yang berkepanjangan dapat menandakan ada hal yang tak wajar pada kehamilan Anda, terlebih lagi bila terjadi pada trimester 1 dan 2. Rasa mulas dan kram seperti sedang menstruasi pada masa kehamilan dapat menjadi tanda keguguran, persalinan prematur, maupun gangguan janin lainnya.



Bila terjadi di trimester 3, Moms perlu peka terhadap kram perut karena dapat berupa kontraksi palsu (Braxton Hicks). Yang perlu diingat, kontraksi palsu muncul secara tiba-tiba, tidak beritme, dan tidak semakin intens. Kontraksi palsu akan hilang setelah satu jam atau pun dengan mengonsumsi air.

2. Perdarahan

Perdarahan hampir tak pernah menandakan hal baik, terlebih lagi bila terjadi di tengah masa kehamilan.  Perdarahan yang deras serta diiringi oleh rasa sakit dan kram dapat menjadi tanda kehamilan ektopik, yakni janin tumbuh bukan di rahim.

Kondisi ini juga dapat menjadi tanda keguguran bila terjadi di trimester 1 dan 2. Sedangkan perdarahan berat dengan sakit punggung dan perut di trimester 3 dapat menandakan abrupsi plasenta, yang terjadi akibat plasenta luruh dari dinding rahim.

3. Detak Jantung Lemah

Mendeteksi detak jantung janin sudah bisa dilakukan sejak kandungan memasuki usia 10 minggu, tapi dapat lebih kuat dan mudah dideteksi ketika sudah berusia 12 minggu. Sejak saat itu pula Moms bisa merasakannya sendiri. Bila Moms tak bisa merasakan denyutan kecil pada perut, maka sebaiknya  Moms periksakan diri ke dokter.



4. Sakit Punggung

Sakit punggung termasuk gejala kehamilan yang wajar dialami. Namun bila punggung terasa sangat menyakitkan dan tidak tertahankan, maka hal ini bisa menandakan banyak hal. Sakit punggung yang parah dapat menandakan masalah ginjal maupun kandung kemih ibu, yang bila tak ditangani dapat membahayakan perkembangan janin.

Bila sakit punggung disertai dengan pembengkakan beberapa bagian tubuh, sakit kepala, dan gangguan penglihatan, maka hal ini dapat menandakan pre-eklampsia yang bisa berujung pada persalinan prematur maupun keguguran.

5. Pergerakan Janin Berkurang

Kebanyakan ibu merasa pergerakan janin saat memasuki usia kandungan 20 minggu. Setiap bayi memiliki pola pergerakannya sendiri. Untuk mendeteksi pergerakan janin, Moms bisa minum sesuatu yang dingin atau makan, lalu tiduran menyamping. Selain itu, menghitung tendangan juga dapat menjadi indikasi. Ketahui pola gerak janin Anda. Bila terjadi perubahan atau pengurangan intensitas gerakan, segera hubungi dokter.

6. Mual dan Muntah Berlebihan

Sangatlah normal untuk mengalami mual dan muntah di awal masa kehamilan. Kondisi ini biasa disebut sebagai morning sickness. Namun bila tak kunjung reda dan semakin parah, maka hal ini dapat menandakan masalah serius. Bila Moms sangat mual hingga tak mau makan dan minum, waspada dehidrasi. Dehidrasi dapat membahayakan perkembangan janin (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   ibu hamil,   janin,   masalah janin,   gangguan janin