Mother&Baby Indonesia
Selain untuk Program Bayi Tabung, Ini Kegunaan Lain Tes AMH

Selain untuk Program Bayi Tabung, Ini Kegunaan Lain Tes AMH

Pemeriksaan kesuburan merupakan hal penting yang perlu dilakukan ketika sepasang suami istri merencanakan kehamilan. Salah satunya adalah dengan cara menjalani tes hormon AMH atau anti-mullerian hormone dalam tubuh.

Tes AMH merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur kadar hormon anti-mullerian di dalam darah. Hormon ini dihasilkan oleh organ reproduksi pria maupun wanita. 

Pada pria, hormon AMH yang dihasilkan testis sejak bayi hingga masa puber memiliki kadar yang cukup tinggi. Tapi kadar hormon ini berangsur-angsur turun setelah ia memasuki masa puber.



Lain halnya dengan wanita. Hormon AMH yang dihasilkan ovarium sejak bayi hingga sebelum pubertas, hanya sedikit. Kadar hormon AMH baru meningkat ketika seorang perempuan memasuki masa puber dan akan kembali menurun menjelang masa menopause.

Pada kehamilan, hormon anti-mullerian memiliki peran penting dalam perkembangan organ reproduksi pada janin. Di minggu pertama kehamilan, organ reproduksi janin mulai berkembang dalam rahim. Janin dengan gen XY akan menjadi bayi berjenis kelamin laki-laki, sedangkan janin dengan gen XX akan menjadi bayi perempuan.

Janin dengan gen XY akan menghasilkan kadar AMH dalam jumlah besar. Hal ini akan memicu berkembangnya organ reproduksi pria dan mencegah berkembangnya organ reproduksi wanita. Sementara itu, janin dengan gen XX akan menghasilkan kadar hormon AMH yang rendah sehingga organ reproduksi wanita akan berkembang. 

Tes AMH untuk Program Bayi Tabung

Tes AMH biasanya dilakukan saat pasangan merencanakan program bayi tabung atau fertilisasi in vitro. Tes ini dilakukan guna mengetahui cadangan ovarium calon ibu yang nantinya akan berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan program bayi tabung tersebut.

Melalui tes cadangan ovarium, kuantitas dan kualitas cadangan sel telur yang dimiliki calon ibu akan dapat diperkirakan dengan akurat. Jika seorang calon ibu memiliki cadangan ovarium yang tinggi dan berkualitas baik, maka kemungkinan program bayi tabung akan sukses, cukup besar. 

Sebaliknya, apabila seorang wanita memiliki kadar AMH yang rendah maka hal ini menjadi pertanda jumlah dan kualitas sel telur yang rendah sehingga menyebabkan gangguan kesuburan. Dalam kondisi ini, terapi bayi tabung akan sulit untuk bisa berfungsi dengan baik.



Manfaat Lain Tes AMH

Selain dilakukan oleh wanita yang akan melakukan program bayi tabung, tes AMH biasanya juga dilakukan untuk:

• Memprediksi masa menopause, yaitu berhentinya menstruasi dan hilangnya kesuburan. Masa menopause biasanya dimulai ketika seorang wanita memasuki usia 50 tahun.

• Mencari tahu penyebab menopause dini.

• Membantu mencari penyebab amenorrhea (tidak menstruasi). Kondisi ini biasanya didiagnosis pada anak perempuan berusia 15 tahun yang belum mengalami menstruasi dan pada wanita yang tidak mengalami menstruasi dalam waktu lama.

• Membantu dokter untuk mendiagnosis polycystic ovary syndrome (PCOS), gangguan hormon yang menjadi penyebab umum ketidaksuburan pada wanita.

• Memeriksa bayi dengan jenis kelamin yang tidak dapat diidentifikasi sebagai pria atau wanita (ambiguous genitalia).

• Memantau kondisi wanita dengan kanker ovarium. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: tes amh,   anti-mullerian hormone,   bayi tabung,   kesuburan