Mother&Baby Indonesia
Hal yang Wajib Ditanyakan ke Dokter saat Program Hamil

Hal yang Wajib Ditanyakan ke Dokter saat Program Hamil

Dikaruniai buah hati merupakan impian sebagian besar pasangan yang sudah menikah. Ada pasangan yang baru menikah langsung punya anak, tapi tak sedikit juga yang telah beberapa waktu menikah tak kunjung punya momongan.

Untuk pasangan yang sudah lama menikah namun belum memiliki buah hati, Anda dan suami bisa mengikuti program kehamilan. Namun, menjalani program kehamilan tentunya merupakan sebuah keputusan besar yang memerlukan kekompakan dan komitmen Anda berdua.

Untuk bisa menjalani program kehamilan dengan tepat, melakukan konsultasi dengan dokter adalah kuncinya, Moms. Tetapi, konsultasi dengan dokter bisa sangat membingungkan buat Anda dan suami. Mungkin saja banyak hal yang belum Anda berdua ketahui soal kehamilan sehingga akan ada banyak sekali pertanyaan untuk diajukan.



Nah, agar konsultasi dengan dokter kandungan membuahkan hasil yang memuaskan, sebaiknya Anda dan pasangan perlu menyiapkan daftar pertanyaan yang ingin diajukan dan diketahui jawabannya agar tidak terlewat. Untuk membantu, Anda bisa coba ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini pada dokter:

1. Apa yang menyebabkan saya sulit hamil?

Penyebab sulit hamil sangat beragam, bisa dari kesehatan fisik, kesuburan, kondisi rahim dan banyak faktor lainnya. Karena itu, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan suami. Anda berdua sebaiknya tidak menutupi sedikit pun mengenai riwayat kesehatan tersebut, karena ini penting untuk membantu dokter menyiapkan program kehamilan yang tepat dan aman untuk Anda. Dokter juga mungkin akan meminta Anda dan suami untuk melakukan pemeriksaan atau tes. Anda pun disarankan untuk menjalaninya.

2. Apakah kondisi kesehatan saya dan suami berpengaruh terhadap kesuburan?

Setelah Anda dan suami menjalani pemeriksaan atau tes, Jika hasilnya sudah keluar, dokter akan bisa mengetahui apakah ada masalah kesehatan yang dapat berpengaruh pada Anda untuk bisa hamil. Pada wanita, masalah kesehatan seperti gangguan PCOS, tiroid, endometriosis, atau penyakit lain bisa menghambat kehamilan. Sedangkan pada pria, masalahnya umumnya berkaitan dengan sperma.



3. Kapan peluang besar terjadinya pembuahan?

Pembuahan terjadi setelah bertemunya sel telur dan sperma. Untuk itu, Anda dan suami perlu mengetahui waktu yang tepat untuk berhubungan. Namun, sebelumnya mungkin dokter akan bertanya mengenai siklus haid Anda dan apakah ada gangguan yang dialami selama periode menstruasi. Dari situ, dokter akan memberitahukan kapan kira-kira peluang besar untuk terjadinya pembuahan. Dokter mungkin juga akan menyarankan untuk melakukan tes kesuburan untuk bisa menentukan kapan waktu terbaik.

4. Apakah saya dan suami perlu mengubah pola makan?

Kelebihan ataupun kekurangan berat badan cukup berpengaruh pada kesuburan. Tanyakan pada dokter apakah berat badan yang Anda miliki sudah cukup ideal ataukah harus mengubah pola makan untuk menurunkan atau menaikkan berat badan. Ceritakan juga kebiasaan sehari-hari Anda dan suami karena kebiasaan dan aktivitas tersebut bisa jadi berpengaruh buruk terhadap kesuburan Anda, misalnya merokok, kerja hingga larut malam, dan kurang istirahat.

5. Perlukah saya dan suami minum suplemen vitamin?

Agar bisa memulai program kehamilan dengan baik, tubuh perlu mendapat dukungan berupa asupan nutrisi yang bergizi dan penting untuk kesuburan. Salah satu suplemen yang penting untuk kehamilan adalah folat. Anda bisa mengonsumsi folat secara teratur sejak 3-6 bulan sebelum mencoba untuk hamil. Dokter akan memberitahu dosis yang aman dan merekomendasikan suplemen yang aman untuk Anda. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   kesuburan,   program hamil