Mother&Baby Indonesia
Terapi Sensori untuk Membantu Anak yang Susah Tidur

Terapi Sensori untuk Membantu Anak yang Susah Tidur

Tidur merupakan kebutuhan dasar anak. Dengan tidur, Si Kecil bisa mengistirahatkan tubuhnya setelah seharian menjalani aktivitasnya. Dengan tidur juga, Si Kecil bisa mendapatkan energi baru untuk beraktivitas keesokan harinya. Bahkan, pertumbuhan Si Kecil terjadi saat ia tidur.

Meskipun begitu, terkadang Moms akan mendapati Si Kecil sangat sulit diajak tidur. Anda mungkin bingung dibuatnya. Sebenarnya, tak hanya orang dewasa, masalah tidur juga bisa dialami oleh balita, Moms. Laporan yang dikeluarkan oleh Consumer Reports, seperti dikutip dari Modernmom.com, menunjukkan bahwa 20 persen anak di bawah usia 5 tahun mengalami masalah tidur.

Ada beberapa penyebab anak susah tidur, seperti masih ingin bermain, takut ditinggal sendirian di kamar tidurnya, dan banyak lagi alasan lainnya. Untuk mengatasi masalah tidur pada anak, Moms bisa memberikan rangsangan atau terapi sensori untuk membuat mereka lebih relaks sehingga lebih mudah tidur.



Memang, umumnya terapi sensori diberikan pada anak yang mengalami gangguan sensori atau anak berkebutuhan khusus, tapi Moms tetap bisa mencobanya di rumah. Berikut ini sejumlah terapi sensori yang bisa Anda berikan pada Si Kecil guna mengatasi kesulitan tidurnya.

1. Memutarkan audio relaksasi

Memutarkan alunan lagu atau musik yang menenangkan dapat membantu anak untuk lebih relaks dan cepat mengantuk. “Sebagian orang ada yang bisa merasa tenang dan baru bisa tertidur setelah mendengarkan suara yang menenangkan,” ujar Dr. Laura Markham, penulis buku Peaceful Parent, Happy Kids.

Sambil menunggu dan menemani anak hingga ia tertidur, Moms bisa memperdengarkan lagu-lagu pengantar tidur atau lullaby karena iramanya sangat menenangkan sehingga membuat anak lebih cepat mengantuk dan lebih cepat tertidur.

2. Memasang gambar yang menenangkan

Memasang pajangan dinding, lukisan, atau wallpaper seperti pemandangan bawah laut, air yang mengalir, maupun ikan yang berenang, dipercaya dapat membuat anak lebih tenang. Claire Heffron, terapis okupasi dan co-author laman The Inspired Treehouse, mengatakan bahwa orang tua bisa merangsang anak tidur dengan simulasi visual seperti itu, untuk membuat efek menenangkan dan membantu anak tidur dengan mudah.



3. Memberi usapan dan tepukan lembut

Anda mungkin masih ingat saat kecil dulu ketika hendak tidur sering diusap-usap punggungnya atau ditepuk-tepuk bokongnya dengan lembut oleh ibu Anda. Ya, membantu anak cepat tertidur dengan cara seperti itu sudah sejak lama dilakukan secara turun-temurun oleh para orang tua kita dulu. Cara ini memang bisa menstimulasi tubuh menjadi lebih relaks sehingga anak akan tidur dengan mudah.

4. Menyelimuti anak

Selimut tidak hanya berguna untuk memberi rasa hangat dan melindungi anak dari gigitan nyamuk. Ketika berada di dalam selimut, Si Kecil juga akan merasa lebih nyaman dan aman sehingga membuatnya lebih mudah untuk tidur.

5. Memberikan segelas susu hangat

Susu memiliki kandungan triptofan yang dapat memberikan efek nyaman dan membantu seseorang untuk lebih mudah tidur. Moms bisa berikan segelas susu hangat buat Si Kecil untuk membantunya tidur dengan mudah. Namun, setelah minum susu, biasakan Si Kecil menyikat gigi untuk menjaga agar gigi dan mulutnya tetap bersih dan sehat.

6. Menggunakan aromaterapi

Selain pada orang dewasa, aromaterapi juga efektif buat anak-anak karena bisa memberikan pengaruh relaksasi. Akan tetapi, pastikan Moms memilih aromaterapi yang tepat dan sesuai buat Si Kecil, karena bisa jadi ia punya alergi terhadap aromaterapi tertentu. Lavender, mawar, dan chamomile merupakan minyak esensial yang umumnya bersahabat dengan balita. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   terapi sensori,   anak susah tidur