Mother&Baby Indonesia
Waspada, Heat Exhaustion dan Heat Stroke pada Anak!

Waspada, Heat Exhaustion dan Heat Stroke pada Anak!

Bermain di luar rumah bersama Si Kecil memang menyenangkan ya, Moms. Tapi waspada, jangan sampai buah hati Anda mengalami kelelahan karena cuaca panas (heat exhaustion) atau bahkan mengalami heat stroke.

Anak-anak rentan sekali terkena efek cuaca panas, khususnya di negara tropis seperti di Indonesia. Terlalu lama bermain di taman, berenang di kolam renang atau pantai, tanpa disadari bisa memicu terjadinya heat exhaustion dan heat stroke. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) seperti dilansir situs Parents, heat exhaustion dan heat stroke cenderung dialami anak-anak karena permukaan tubuh mereka belum memiliki kemampuan mengolah temperatur tubuh sebaik orang dewasa.

Selain itu, faktor kelembapan dan dehidrasi juga sangat berpengaruh. Saat Si Kecil berada di lingkungan dengan level kelembapan di atas 60 persen, maka mereka akan kesulitan ‘mendinginkan’ tubuh mereka sendiri. Kondisi ini bisa diperparah faktor dehidrasi karena biasanya anak-anak, khususnya balita, tidak memiliki kesadaran untuk minum. 



Heat Exhaustion

Heat exhaustion merupakan masalah awal yang mungkin dialami Si Kecil saat terlalu lama berada di bawah terik matahari. Moms perlu mewaspadai anak mengalami heat exhaustion apabila memperlihatkan gejala-gejala sebagai berikut ini:

• Keluar keringat berlebihan

• Terlihat mudah marah

• Merasa pusing atau bahkan pingsan

• Kulitnya terlihat pucat

• Mual dan muntah

• Pusing

• Mengalami kram otot

• Haus berlebihan

• Lemas

• Muncul keringat dingin

• Terjadi peningkatan suhu tubuh secara tiba-tiba tapi masih di bawah 40 derajat Celsius.



Ketika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda tersebut, segera ajak ia masuk ke dalam ruangan atau ke area yang teduh. Moms juga dapat membantu mendinginkan tubuhnya dengan membasahi kulit dan membuka bajunya. Jangan lupa berikan ia minum yang cukup.

“Biasanya, anak yang mengalami kelelahan akibat panas bisa kembali pulih dalam waktu sekitar 30 menit dengan penanganan yang tepat. Akan tetapi jika gejalanya bertambah parah, maka orang tua harus segera membawa anak ke dokter,” kata Rebecca Juliar, M.D., seorang dokter keluarga di Boulder Medical Center, Colorado.

Heat Stroke

Berbeda dengan heat exhaustion, Moms perlu segera membawa Si Kecil ke rumah sakit apabila ia memperlihatkan gejala heat stroke berikut ini:

• Kulit terasa panas tapi kering saat disentuh

• Suhu tubuh mencapai 40 derajat Celsius atau lebih

• Pingsan

• Mengalami kejang

• Mengalami sakit kepala yang parah

• Terlihat linglung

• Kehilangan kesadaran

• Bernapas dan detak jantung terasa lebih cepat

• Lemas.

Moms bisa mencegah terjadinya heat exhaustion dan heat stroke pada Si Kecil dengan menjaga tubuhnya selalu terhidrasi dengan baik. Kenakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat ketika anak bermain di luar ruangan. Namun yang paling penting, jangan biarkan anak Anda terlalu lama berada di bawah terik matahari ya, Moms. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: heat exhaustion,   heat stroke,   kejang,   dehidrasi,   anak,   balita,   cuaca panas