Mother&Baby Indonesia
5 Kesalahan Ibu Baru dalam Pelekatan Menyusui

5 Kesalahan Ibu Baru dalam Pelekatan Menyusui

Para ibu menyusui pasti sudah tahu, pelekatan atau latch on dalam menyusui langsung adalah hal penting. Tanpa pelekatan yang baik, bayi akan sulit mendapatkan ASI secara optimal. Untuk bisa menyusu dengan tepat, pelekatan pun harus tepat, yaitu puting dan areola masuk ke dalam mulut bayi sehingga ia bisa mulai mengisap ASI langsung dari payudara Anda.

Pelekatan yang sempurna memang terdengar mudah, namun ada beberapa kesalahan dalam pelekatan menyusui yang sering terjadi pada ibu baru. Apa saja kesalahan tersebut? Yuk, ketahui dan antisipasi sejak dini.

1. Posisi Kepala Bayi Salah

Banyak ibu menyusui yang terlalu fokus pada pelekatan, sehingga ia tidak memedulikan posisi kepala bayi. “Ah, yang penting mulut bayi terbuka dan mengisap ASI secara langsung,” mungkin begitu gumam Anda dalam hati. Padahal, menyusui tidak sekadar memastikan mulut anak masuk ke payudara Anda. Posisi kepala bayi yang tepat membantu mempermudah proses pelekatan dan menyusui secara optimal lho, Moms.



Pastikan posisi wajah bayi dekat dengan payudara Anda, kemudian gunakan tangan Anda untuk memegang payudara dan mendekatkannya ke mulut bayi. Ada banyak posisi menyusui yang bisa Anda coba sesuai kenyamanan Si Kecil dan Anda, ini sangat penting untuk menunjang pelekatan yang optimal. Jangan disepelekan ya, Moms.

2. Tidak Merangsang Refleks Mengisap

Setelah mendekatkan wajah bayi ke payudara, Anda akan memosisikan satu jari Anda di bawah dagunya dan ibu jari Anda di atas payudara. Lalu bagaimana jika mulut bayi belum terbuka? Anda bisa merangsang refleks mengisapnya dengan sedikit menggelitik bibir bayi agar mulutnya terbuka lebar.

Anda juga bisa sedikit mengelus lembut pipinya untuk merangsang refleks mengisap. Refleks mengisap telah dikuasai bayi sejak ia masih di dalam kandungan dan bertahan hingga ia berusia sekitar 4 bulan.



3. Memaksakan Mulut Bayi Penuh

Ya, pelekatan yang baik memang diawali dengan memasukkan areola Anda ke mulut bayi yang terbuka lebar. Namun ini tidak berarti seluruh areola harus masuk seutuhnya ke dalam mulut bayi Anda. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan untuk memasukkan hanya sebagian besar areola, terutama yang berada di bawah untuk masuk ke dalam mulut bayi. Hanya sebagian besar ya, Moms, tidak perlu dipaksakan areola masuk sepenuhnya.

Terlebih, ada wanita yang memiliki areola lebih lebar. Jika Anda salah satunya, maka jangan memaksakan seluruh areola Anda masuk ke mulut bayi karena itu justru membuat Si Kecil jadi sulit menyusu.

4. Membiarkan Rasa Sakit

Menurut IDAI, salah satu tanda pelekatan sudah benar adalah ibu tidak kesakitan dan bayi tenang. Jika anak tidak tenang saat menyusu atau ibu terasa sakit, maka mungkin ada yang salah dengan posisi menyusu dan proses pelekatan. Ketahui penyebab Anda sakit saat menyusui, dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konselor laktasi.

5. Membiarkan Bunyi Decak

Saat proses menyusui sudah berlangsung, IDAI menyebutkan tidak boleh ada terdengar bunyi decak dari mulut bayi, karena hanya boleh terdengar bunyi menelan. Jika ada bunyi berdecak saat menyusu, maka mungkin pelekatan tidak sempurna dan proses menyusui kurang optimal. Coba perbaiki posisi menyusui dan optimalkan kembali pelekatan hingga bayi hanya mengeluarkan suara menelan. Selalu semangat mengASIhi Si Kecil ya, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: pelekatan,   ibu menyusui,   breastfeeding,   ibu baru,   newborn,   latch on