Mother&Baby Indonesia
IMD, Ini Manfaat dan Cara Melakukannya dengan Benar

IMD, Ini Manfaat dan Cara Melakukannya dengan Benar

Usai melahirkan, Moms disarankan untuk melakukan proses inisiasi menyusui dini (IMD) pada bayi Anda dalam 1 jam pertama setelah kelahirannya. IMD merupakan proses untuk memberikan kesempatan kepada bayi agar mulai menyusu sendiri segera setelah ia dilahirkan.

Kesempatan itu diberikan dengan cara meletakkan bayi tengkurap di dada ibu, dengan kulit ibu melekat dengan kulit bayi (skin-to-skin contact), setidaknya 1 jam atau lebih sampai proses menyusu awal selesai. IMD sangat penting karena menjadi langkah awal sukses menyusui yang berperan sebagai penunjang keberhasilan ASI eksklusif.

Bagaimana cara melakukan IMD yang benar? Menurut dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin Sp.OG, M. Kes., IMD dilakukan sesaat setelah bayi lahir. "Jadi begitu bayi lahir, dipotong tali pusatnya, langsung bayi tersebut ditaruh ke dada ibunya, sehingga bayi akan langsung menuju puting ibu," ujar dokter yang akrab dipanggil dr. Dara ini saat instalive M&B Spesial Pekan ASI Sedunia 2020, “IMD, Langkah Awal Sukses Menyusui”.



Manfaat IMD untuk Ibu dan Bayi

WHO juga merekomendasikan proses IMD untuk dilakukan selama 1 jam pertama kehidupan awal bayi. IMD dipercaya memiliki banyak manfaat, bukan hanya bagi Si Kecil tapi juga untuk Anda lho, Moms.

Dr. Dara menjelaskan bahwa IMD memberikan banyak manfaat pada ibu dan bayi. Selain berperan sebagai penunjang keberhasilan ASI Eksklusif, IMD akan memberikan antibodi untuk menambah daya tahan tubuh bayi dan membangun proses bonding antara ibu dan bayi semakin kuat.

Di samping itu, masih ada banyak lagi manfaat IMD, antara lain membantu menstabilkan napas bayi, mencegah perdarahan, meningkatkan hormon oksitosin, dan merangsang pengeluaran ASI.



Bisakah Setiap Ibu Melakukan IMD pada Bayinya?

Apakah semua ibu bisa melakukan IMD pada bayinya? Dijelaskan oleh dr. Dara bahwa IMD bisa dilakukan baik pada persalinan normal maupun pada persalinan caesar, selama ibu dan bayi dalam kondisi sehat. Bahkan IMD juga bisa dilakukan pada persalinan kembar sekalipun. "Yang bisa menggagalkan IMD jika ada masalah pada ibu atau bayi, misalnya sang ibu mengalami perdarahan atau bayi punya masalah kesehatan," ungkap dr. Dara.

Ada kalanya juga IMD tidak bisa langsung dilakukan pada saat itu juga, misalnya karena Moms baru saja usai operasi caesar, atau Moms melahirkan bayi prematur, karena Si Kecil harus dirawat khusus untuk mendukung fisiknya yang belum berkembang sepenuhnya, seperti masuk ruang NICU. Peristiwa ini bisa menunda IMD. Tapi, pada akhirnya IMD tetap dapat dilakukan saat kondisi Si Kecil dan Anda sudah siap.

Jadi, bisa dibilang pelaksanaan IMD bukan hal yang sulit atau mustahil dilakukan oleh semua ibu hamil. Yang terpenting dalam proses IMD, menurut dr. Dara, adalah Moms tidak perlu merisaukan atau mengkhawatirkan apakah bisa melakukannya atau tidak dan apakah ASI-nya akan langsung keluar saat itu juga. Anda juga tidak perlu membanding-bandingkan dengan pengalaman perempuan lain, karena setiap perempuan itu pasti berbeda. Agar berhasil melakukan IMD, Anda harus percaya dapat melakukannya. Selain itu dukungan dari orang sekitar, suami, keluarga, pihak rumah sakit, semua menjadi penunjang keberhasilan IMD. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: ibu melahirkan,   ibu menyusui,   inisiasi menyusui dini,   imd