Mother&Baby Indonesia
Marah dan Berteriak pada Anak, Ini Hukumnya Menurut Islam

Marah dan Berteriak pada Anak, Ini Hukumnya Menurut Islam

Sebagai orang tua, tugas membesarkan anak merupakan sebuah tantangan tersendiri. Tak selamanya semua berjalan lancar dan mudah. Ada saatnya Anda merasa emosional menghadapi tingkah laku anak, sehingga tak jarang Anda marah, lepas kendali, hingga berteriak padanya.

Padahal, dalam agama Islam, berteriak pada anak adalah sesuatu yang dilarang. Bahkan sebuah hadits menyebutkan jika orang tua sebaiknya mengingat tingkah laku mereka di masa kecil untuk membantu memahami anak-anak mereka dengan lebih baik. Hadits tersebut berbunyi, “Siapa saja yang memiliki anak harus melatih membawa diri mereka ke tingkat masa kecil mereka,” seperti diriwayatkan oleh Imam Ali (AS).

Larangan Berteriak dalam Islam

Mengutip dari laman Muslim.or.id, ciri-ciri orang beriman adalah yang perkataannya baik, lembut dan hikmah. Sebaliknya, perkataan yang tidak baik, kasar dan jauh dari hikmah bukanlah sifat-sifat orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.



Di antara adab yang buruk dalam berbicara adalah suka berteriak-teriak dan meninggikan suara, sebagaimana dinasihatkan oleh Luqman al-Hakim pada anaknya dan diabadikan dalam Al-Qur’an, “dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS Luqman: 19).

Maksudnya dari ayat ini adalah, saat kita berbicara, janganlah berlebihan dan janganlah meninggikan suara jika tidak diperlukan. Orang yang meninggikan suaranya itu tidak ada bedanya seperti keledai karena keledai itu suaranya keras dan melengking. Ini menunjukkan bahwa meninggikan suara saat berbicara merupakan perbuatan sangat tercela dan dilarang dalam agama Islam.

Berteriak pada anak hanya akan memberi pengaruh buruk pada kepribadian dan pengembangan karakter Si Kecil di masa depan kelak, Moms. Teriakan-teriakan saat memarahi anak hanya akan membuatnya merasa ketakutan. Suara yang tinggi dan keras tidak akan membuat pesan menjadi lebih mudah dipahami oleh anak. Justru hal tersebut berbahaya karena bisa ditiru oleh Si Kecil. Kebiasaan berteriak juga bisa membuat anak berperilaku agresif, baik fisik maupun verbal.

Selain Berteriak, Memukul Anak juga Dilarang

Selain berteriak, Islam juga melarang orang tua memukul anaknya saat ia menangis, terlebih pada bayi, karena tangisan bayi memiliki beragam arti, dan salah satunya adalah mendoakan orang tua. 



Hal ini dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW, “Jangan pukul bayi kamu, karena tangisan mereka memiliki arti. Empat bulan pertama menangis menyatakan kesatuan Allah SWT, empat bulan kedua menangis mengirimkan berkah kepada Nabi dan keluarganya, serta empat bulan ketiga menangis adalah bayi berdoa untuk orang tua.”

Umumnya, orang tua memukul anak di bagian bokong atau dengan menggunakan telapak tangan sebagai bentuk hukuman fisik buat anak. Meskipun tidak menyebabkan luka fisik, hal ini dapat mengakibatkan masalah mental yang serius bagi anak. Apalagi jika pukulannya cukup keras dan melukai anak, hukuman fisik seperti itu sangat berisiko memengaruhi pola perilaku anak menjadi impulsif dan anti-sosial. Ia juga cenderung berperilaku kasar saat dewasa.

Perlakukan Anak dengan Penuh Cinta dan Kasih Sayang

Mengutip laman AZislam.com, Alih-alih berteriak dan memukul anak atau melakukan kekerasan, sebaiknya perlakukan anak Anda dengan cinta dan kasih sayang. Beri mereka pelukan dan ciuman setiap saat agar mereka selalu merasakan cinta Anda.

Diriwayatkan bahwa seorang pria pernah mendatangi Nabi Muhammad SAW dan berkata, “Saya tidak pernah mencium anak saya.” Lalu, Nabi bersabda, “Sesungguhnya orang seperti ini akan menjadi penghuni api neraka.”

Jadi, jika Anda merasa kesal dengan ulah Si Kecil, sebaiknya, tenangkan diri dulu sambil membaca istigfar, pikirkan dengan matang apa yang hendak Anda katakan pada Si Kecil, dan bicaralah dengan pelan ya, Moms. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   parenting,   berteriak pada anak,   memukul anak,   islam