Mother&Baby Indonesia
Penyebab Pilek Menahun yang Perlu Anda Tahu

Penyebab Pilek Menahun yang Perlu Anda Tahu

Bersin, hidung tersumbat, dan sakit kepala. Hal inilah yang biasanya Anda rasakan ketika terserang pilek. Pada umumnya, gejala pilek akan terhenti dalam beberapa hari atau dua pekan setelah Anda mengonsumsi obat pilek. Lantas bagaimana jika pilek tak kunjung berhenti atau menahun?

Anda perlu waspada jika pilek tidak berhenti dalam dua pekan. Bisa jadi, pilek tersebut disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis lain yang lebih serius, seperti berikut ini:

1. Alergi

Penyebab pilek menahun paling umum adalah alergi. Artinya, pilek Anda dipicu oleh alergen tertentu seperti debu, bulu hewan peliharaan di rumah, dan hal-hal lain, termasuk serbuk sari atau mungkin serpihan kayu.



Saat alergi terjadi, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi terhadap alergen. Hal ini dikarenakan sel-sel di hidung melepaskan histamin dan bahan kimia lain ketika bersentuhan dengan alergen. Akibatnya, hidung menjadi meradang dan menimbulkan gejala khas, seperti pilek atau hidung mengeluarkan lendir.

Gejala pilek yang terjadi akibat alergi biasanya berupa batuk, bersin-bersin, hidung meler, badan terasa sakit, serta demam. Tanda-tanda tersebut biasanya langsung muncul ketika Anda bersentuhan atau berada di dekat alergen (pemicu alergi).

2. Sinusitis

Pilek menahun juga bisa disebabkan oleh sinusitis. Sinusitis merupakan peradangan atau pembengkakan jaringan dinding yang melapisi rongga sinus, yaitu ruang berisi udara yang terletak di hidung, pipi, rongga hidung, serta di atas mata.

Kondisi ini terjadi ketika sinus yang berisi udara mengalami penyumbatan dan berisi cairan. Efeknya, kuman akan tumbuh sehingga menyebabkan infeksi dan peradangan yang disebut sinusitis. Pilek dan sinusitis dapat menimbulkan rasa nyeri di sekitar mata dan hidung, serta menghasilkan lendir berwarna kekuningan.



Gejala penyakit sinusitis, seperti pilek, dapat menetap hingga 4 minggu. Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter apabila sinusitis bertahan selama lebih dari 4 minggu dan dikategorikan sebagai sinusitis kronik.

3. Polip Hidung

Polip hidung merupakan pembengkakan selaput hidung yang terjadi dalam saluran hidung dan sinus. Polip hidung tidak selalu menimbulkan gejala, terutama jika ukurannya kecil. Akan tetapi jika polip berukuran besar, biasanya akan menimbulkan gejala berupa hidung tersumbat, hidung meler, serta lendir yang mengalir ke belakang tenggorokan (postnasal drip).

Selain itu, polip hidung berukuran besar juga bisa menimbulkan gejala berupa rasa nyeri di sekitar wajah dan gigi, mimisan, hingga gangguan indra penciuman dan perasa. Pada umumnya, polip hidung bukan penyakit yang mengkhawatirkan.

Namun Anda harus tetap mewaspadai perkembangannya karena bisa menyebabkan kesulitan bernapas, pembengkakan di sekitar mata, gangguan penglihatan, serta sakit kepala yang parah jika ukuran polip terlalu besar.

4. Stres

Ketika Anda dilanda stres, bukan tak mungkin daya tahan tubuh akan menurun. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah terserang penyakit, termasuk virus yang bisa menyebabkan pilek. Menghindari stres dan menerapkan pola hidup sehat tentunya menjadi salah satu cara agar Anda bisa terhindar dari ancaman pilek menahun. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: pilek menahun,   sinusitis,   polip hidung,   alergi,   stres