Mother&Baby Indonesia
Kenali Gejala Awal Buta Warna pada Anak Balita

Kenali Gejala Awal Buta Warna pada Anak Balita

Mengenalkan warna pada anak adalah salah satu pelajaran awal kehidupan yang orang tua berikan, benar? Bahkan sejak ia baru lahir, lagu Balonku Ada Lima sudah sering Anda nyanyikan agar Si Kecil mengenal nama-nama warna. Namun bagaimana jika ternyata Si Kecil mengalami buta warna? Nah, sebelum terlambat mengenali masalah ini, mari ketahui tanda-tanda anak buta warna.

Penyebab Buta Warna


Mengutip Kids Health, buta warna disebabkan oleh masalah pada sel saraf pendeteksi warna bernama cones, yang terletak di belakang bola mata. Jenis buta warna yang paling sering terjadi adalah kesulitan membedakan warna merah dan hijau, juga biru dan kuning.



Ya, hanya kesulitan membedakan warna itu, bukan buta warna seutuhnya. Jika Anda mengira buta warna adalah tidak mengenal warna sama sekali (hanya melihat hitam dan putih saja), maka yang Anda maksud adalah achromatopsia, jenis buta warna yang tergolong langka.

Tanda Anak Buta Warna

Gejala atau tanda anak buta warna memang biasanya tidak disadari hingga anak mulai belajar untuk mengenali nama-nama warna. Anak buta warna tetap bisa melihat dan mengenali bentuk, garis, dan segala hal yang dilihat oleh anak bermata normal, mereka hanya kesulitan membedakan warna.

Menurut Colour Blind Awareness Organization, beberapa tanda anak buta warna adalah:

• Menggunakan warna yang salah saat menggambar (misalnya daun ungu), dan lebih sering menggunakan warna gelap di tempat yang salah.

• Perhatiannya mudah teralihkan ketika diminta mewarnai.

• Membantah memiliki masalah dengan warna.

• Kesulitan membedakan pensil warna merah dan hijau, atau segala warna dengan komposisi merah dan hijau.



• Lebih sulit mengenali warna ketika cahaya minim, warna di area yang kecil, dan warna-warna dengan dasar warna yang sama.

• Mencium bau makanan sebelum makan.

• Memiliki indra penciuman yang baik.

• Dapat melihat dalam gelap dengan baik.

• Lebih sensitif pada cahaya terang.

• Kesulitan membaca halaman berwarna, terutama jika membaca tulisan berwarna di atas latar kertas berwarna.

• Sering mengeluh matanya sakit jika menatap objek merah di atas latar hijau, atau sebaliknya.

Waspada Faktor Genetik!

Jika dari keluarga Moms ada yang mengalami buta warna, maka Anda harus lebih waspada Si Kecil mengalami buta warna juga. Coba cek, apakah laki-laki dari pihak ibu (paman, kakek, atau kakek buyut) ada yang memiliki riwayat buta warna. Ingat, di usia 5 tahun, anak dengan mata normal sudah bisa mengidentifikasi semua kelompok warna dalam hitungan detik ya, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: buta warna,   mata,   kesehatan,   anak,   balita