Mother&Baby Indonesia
Yang Harus Diketahui saat Memberikan Seledri untuk MPASI

Yang Harus Diketahui saat Memberikan Seledri untuk MPASI

Seledri! Jenis sayuran yang satu ini biasanya digunakan untuk penambah rasa dalam masakan seperti sup atau dikonsumsi sebagai jus. Lantas apakah seledri bisa dicampurkan ke dalam menu MPASI Si Kecil?

Tak sedikit ibu yang memilih untuk tidak menggunakan seledri dalam menu makanan pendamping ASI atau MPASI bayinya. Pasalnya, seledri memiliki aroma dan rasa cukup kuat sehingga dikhawatirkan akan membuat Si Kecil enggan makan.

Namun perlu diketahui, sesungguhnya seledri memiliki kandungan gizi yang baik lho, Moms. Dalam 100 gram seledri terkandung 14 kalori, 0,17 g lemak, 2,97 g karbohidrat, 0,69 g protein, 1,6 g serat, 80 mg sodium, 260 mg kalium, 40 mg kalsium, 80 mg natrium, 3 mg vitamin C, 450 IU vitamin A, 35 mcg folat, 30 mcg vitamin K, dan 11 mg magnesium.



Manfaat Seledri untuk Anak

Dengan kandungan nutrisi tersebut, seledri diyakini memiliki sejumlah manfaat penting bagi tubuh Si Kecil, antara lain:

1. Memiliki Efek Antioksidan

Tumbuhan yang memiliki aroma khas ini memiliki kandungan antioksidan yang tinggi seperti flavonoid dan asam fenolik. Antioksidan ini baik untuk mengurangi efek radikal bebas yang dapat merusak sel dan jaringan tubuh.

2. Mengurangi Risiko Penyakit

Kandungan antioksidan dan antiradang pada seledri dipercaya mampu mengurangi risiko penyakit pada bayi. Sebuah penelitian bahkan menyebutkan bahwa seledri memiliki fungsi untuk menurunkan risiko penyakit kanker. Vitamin C yang terkandung di dalamnya juga akan meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil.

3. Membantu Pencernaan

Dengan kadar serat yang cukup baik, seledri dapat membantu melancarkan pencernaan bayi yang belum sempurna.

4. Baik untuk Kesehatan Tulang dan Kulit

Kandungan kalsium dalam seledri dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan tulang Si Kecil. Sedangkan kandungan vitamin E di dalamnya akan membuat kulit bayi jadi lebih sehat dan lembut.



Yang Harus Diperhatikan

Seledri merupakan sayuran yang bisa membuat bayi tersedak. Oleh sebab itu, Anda perlu memotong dan memasaknya dengan seksama guna mengurangi risiko ini. Walau MPASI dimulai pada usia 6 bulan, Moms baru bisa memperkenalkan seledri dalam menu makanan Si Kecil saat usianya sudah menginjak 8 bulan.

Untuk langkah awal, Moms bisa mengolah seledri sebagai bubur atau puree. Anda bisa mencampurnya dengan wortel, kentang atau bahan lainnya, lalu dibuat bubur dan disaring terlebih dahulu sebelum disajikan.

Ketika kemampuan mengunyah Si Kecil sudah lebih baik atau sekitar usia 1 tahun, Anda bisa menyajikan menu seledri yang sudah ditumis atau dikukus hingga lembut. Sedangkan untuk bayi berusia 12 bulan hingga 18 bulan, Anda bisa menyajikan seledri yang telah dipotong kecil dalam kondisi mentah atau dikukus terlebih dahulu

Anda bisa mengajari Si Kecil untuk mengambil potongan seledri tersebut menggunakan tangan atau garpu. Sebagian anak siap untuk diberikan seledri dalam bentuk batangan ketika usianya di atas 18 bulan. 

Oh ya Moms, seledri mengandung sodium yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, jangan terlalu banyak memberikan seledri kepada bayi Anda karena bisa menimbulkan masalah pada sistem pencernaannya.

Jangan lupa juga untuk mencuci seledri hingga bersih sebelum memberikannya kepada Si Kecil. Pastikan Anda memilih batang seledri dengan kondisi baik. Berikan seledri kepada Si Kecil secara bertahap, dan jangan memaksanya untuk langsung menyukai jenis sayuran yang satu ini. Memaksa anak untuk makan hanya akan menimbulkan trauma dan membuatnya semakin tidak menyukai jenis makanan tertentu. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: seledri,   mpasi,   bayi