Mother&Baby Indonesia
Penyebab Bayi Enggan Menyusu & Cara Ampuh Mengatasinya

Penyebab Bayi Enggan Menyusu & Cara Ampuh Mengatasinya

Sudah tidak perlu diragukan lagi, ASI tentu memberikan banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak, khususnya untuk bayi di 6 bulan pertama. Namun ada saja masalah yang menyebabkan bayi enggan menyusu, apa sih penyebabnya?

Untuk menjawab permasalahan tersebut, M&B telah bertanya langsung pada dr. Caessar Pronocitro, Sp.A, M.Sc, dokter spesialis anak dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya. “Beda usia anak, umumnya berbeda-beda juga penyebabnya enggan menyusu,” ujar dr. Caessar saat InstaLive Spesial Pekan ASI Sedunia 2020 bertajuk “Saat Si Kecil Enggan Menyusu.”

Pada Bayi Baru Lahir




Menurut dr. Caessar, beberapa faktor di bawah ini bisa memengaruhi bayi menolak untuk disusui:

1. Posisi menyusui salah atau kurang nyaman dan perlekatan kurang tepat.

2. Pola tidur. Pada bayi baru lahir atau newborn, mereka sering begadang di malam hari, dan tidur sepanjang siang. Menurut dr. Caessar, hal ini butuh penyesuaian, harus dicari jadwal menyusui yang tepat bagi ibu dan anak.

3. Bentuk puting. Beberapa ibu ada yang memiliki puting datar dan ada juga yang tenggelam, terkadang bentuk puting turut memengaruhi perlekatan yang membuat bayi jadi susah menyusui.

4. Lahir prematur. Faktor ini membuat Si Kecil terlahir dengan kemampuan yang belum optimal seperti bayi lain pada umumnya. Contohnya kemampuan mengisap bayi prematur yang umumnya belum seoptimal bayi cukup bulan. Hal ini bisa menjadi faktor yang membuat bayi terkesan enggan menyusu, padahal mungkin karena ia belum cukup mahir untuk menyusu.

5. Tongue tie. “Sebenarnya kalo dari data itu sekitar 2,5 sampai 10 persen bayi ada yang permasalahan menyusuinya itu karena tongue tie. Tetapi dari semua bayi yang mengalami tongue tie, hanya seperempatnya yang menimbulkan permasalahan menyusu. Jadi enggak semua anak tongue tie pasti susah menyusu, ada juga tongue tie yang derajatnya ringan, sehingga hanya posisi menyusuinya saja yang perlu diperbaiki.”

Pada Bayi Lebih Besar


Pada bayi yang lebih besar, enggan menyusu lebih sering disebut dengan nursing strike. Menurut dr. Caessar, beberapa faktor yang memicu nursing strike adalah:

1. Distraksi. Pada bayi sudah lebih dari usia 3 bulan, pendengarannya sudah lebih baik dibanding ketika ia baru dilahirkan. “Di usia ini Si Kecil sudah bisa mengenali sekitarnya, kadang ada suara bising yang mengalihkan perhatiannya, maka ia menghentikan menyusu,” ujar dr. Caessar.



2. Bingung puting. “Ini mungkin karena bayi sudah mulai dikenalkan dengan dot, maka anak jadi bingung puting,” jelasnya. Namun umumnya bayi bingung puting tidak membuat bayi enggan menyusu, ia hanya lebih memilih menyusu melalui botol atau cup feeder dibanding menyusu langsung.

3. Stimulasi berlebih. “Biasanya anak kalau sudah 2-3 bulan, orang tua lebih aktif memberi stimulasi, seperti latihan tengkurap dan telentang, juga latihan angkat kepala. Nah, itu bayi yang diberi stimulasi berlebihan juga bisa capek sehingga menyusu jadi cuma sedikit atau bahkan enggan menyusu,” jelas dr. Caessar.

4. Tumbuh Gigi. Rasa nyeri saat tumbuh gigi juga bisa menyebabkan anak mogok menyusu lho, Moms.

Tips Menangani Anak Enggan Menyusu

Menurut dr. Caessar, cara terbaik untuk menangani Si Kecil yang enggan menyusu adalah mengetahi terlebih dahulu apa penyebabnya, baru kemudian permasalahan tersebut diatasi. Contoh yang bisa Anda lakukan sesuai faktor yang sering muncul adalah:

• Perbaiki posisi menyusui dan pastikan perlekatannya sudah sempurna. Coba berkonsultasi dengan konselor laktasi untuk mendapatkan saran yang paling sesuai dengan Anda dan Si Kecil.

• Jika bayi sudah mulai MPASI, coba perhatikan jadwal makannya. “ASI itu jangan dihitung sebagai minum, karena ASI itu adalah makanan. Jadi kalau habis diberi MPASI, lalu satu jam kemudian sudah diberi ASI, maka mungkin anaknya menolak karena ia masih kenyang,” jelas dr. Caessar. Menurutnya, jadwal makan ini membantu bayi mengenali ritme sehingga ia bisa mengenali rasa lapar dan kenyangnya.

• Jika anak enggan menyusu karena sedang tumbuh gigi, menurut dr. Caessar masalah itu sifatnya hanya sementara. Dalam beberapa hari (tidak lebih dari 7 hari) nafsu makan dan menyusu akan kembali normal lagi. Untuk meredakannya, coba bantu memijat gusi bayi menggunakan kasa steril yang dingin. “Boleh juga diberikan teether dingin untuk digigit-gigit, tapi jangan teether yang berisi cairan karena takutnya bocor. Pilih teether yang dari rubber (karet) saja,” papar dr. Caessar.

• Ibu jangan stres. “Ingat, kalau ibu stres maka produksi ASI jadi macet, enggak lancar. Kalau ibu terlihat stres di depan bayi, bayinya bisa melihat dan merasakan itu, sehingga ia bisa jadi ikut stres, lalu akhirnya enggan menyusu,” sarannya.

• Berikan kontak kulit ke kulit. Ini adalah usaha untuk membuat bayi lebih relaks, jadi kalau ada anak yang pernah mengalami nursing strike itu kadang-kadang hanya mau menyusu saat malam atau saat ngantuk. Besok kalau sudah enggak mengantuk, dia enggak mau menyusu. Nah, itu mungkin karena bayi maunya menyusu saat relaks, seperti saat mau tidur. Jadi bisa disiasati dengan memberikan kontak kulit ke kulit dulu, buat bayi senyaman mungkin, baru biarkan ia menyusu. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   bayi menyusu,   nutrisi,   asi