Mother&Baby Indonesia
Amankah Bayi Minum Air Isi Ulang?

Amankah Bayi Minum Air Isi Ulang?

Semakin aktif Si Kecil, semakin penting untuk memenuhi kebutuhan cairan hariannya. Berapa banyak sih, air yang dibutuhkan Si Kecil? Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak usia 1-3 tahun membutuhkan sekitar 1.300 ml cairan per hari, sedangkan anak usia 4-8 tahun butuh 1.700 ml cairan per hari.

Bagaimana dengan bayi? Bayi pun butuh cairan lho, Moms. Bayi usia 0-6 bulan membutuhkan sekitar 700 ml dan bayi 7-12 bulan butuh 800 ml cairan per hari.

Namun bicara mengenai minum untuk anak, Moms harus memastikan air yang ia konsumsi benar-benar matang dan bersih, ya. Lalu, bagaimana dengan air minum isi ulang? Aman nggak sih, air isi ulang diminum oleh anak, khususnya bayi? Untuk menjawabnya, simak penjelasan di bawah ini, Moms.



Bolehkah Bayi Minum Air Putih?

Ini tergantung dari usianya, pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan, makanan dan minuman yang ia butuhkan hanya ASI. Namun ketika usianya sudah lebih dari 6 bulan dan sudah menikmati MPASI, maka Moms boleh memberinya minum air putih. Coba konsultasikan dengan dokter anak mengenai berapa banyak bayi Anda perlu minum dalam sehari, karena biasanya ini perlu disesuaikan dengan kondisi tiap anak.

Rebus Lagi

Moms harus ingat kalau 80 persen kesehatan anak berasal dari saluran cerna yang sehat. Maka sangat penting untuk menjaga kesehatan saluran cerna Si Kecil, yang belum sesempurna orang dewasa itu.

Nah, jika Moms memberikan minum air isi ulang pada anak, khususnya bayi, maka sangat disarankan untuk merebusnya lagi. Setelah direbus, diamkan air selama kurang lebih 10 menit agar mendingin dan suhunya mencapai 70 derajat Celsius agar lebih nyaman diminum.



Air Isi Ulang untuk MPASI?

Ingat, air isi ulang belum tentu bersih dan steril. Depot-depot air isi ulang memang membersihkan air menggunakan alat penyaring seperti ultraviolet atau lainnya, namun itu semua tidak menjamin bakteri-bakteri di air (terutama bakteri Escherichia coli penyebab diare) benar-benar hilang.

Agar lebih aman, terlebih dahulu rebus air isi ulang, baru gunakan sebagai bahan membuat MPASI. Selain itu, Moms juga harus memperhatikan lebih detail pada air minum yang akan digunakan untuk memasak MPASI.

Jika Anda menggunakan air kran yang direbus, pastikan sumber airnya berkualitas, tidak berwarna, tidak berbau, dan tentunya tidak berasa. Hindari sumber air minum yang Anda curigai telah tercemar dan tidak berkualitas ya, Moms, terlebih jika akan diberikan untuk minum anak atau membuat MPASI.

Ingat, diare adalah penyebab nomor dua teratas bayi meninggal lho, Moms. Mari jaga Si Kecil agar tidak diare dengan cara sederhana seperti mengutamakan kualitas air minumnya, dengan setidaknya merebus kembali air isi ulang yang akan diberikan pada anak. Jangan lupa penuhi kebutuhan cairan harian Si Kecil ya, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: air isi ulang,   air minum,   bayi,   kesehatan,   bakteri