Mother&Baby Indonesia
Bagian Tubuh yang Boleh dan Tidak Boleh Dipijat saat Hamil

Bagian Tubuh yang Boleh dan Tidak Boleh Dipijat saat Hamil

Pijat merupakan aktivitas yang disukai banyak orang untuk membuat tubuh kembali rileks dan segar. Ibu hamil pun boleh menerima pijatan, khususnya dengan bantuan dari ahli terapis, untuk meringankan pegal-pegal di beberapa area tubuh.

Penggunaan minyak aromaterapi seperti minyak lavender, minyak jahe, minyak grapefruit pun dapat menjadi pilihan dengan aroma yang bisa menenangkan. Tetapi, tak semua bagian tubuh bumil boleh dipijat lho, Moms! Yuk ketahui bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh dipijat selama kehamilan berikut ini.

Kenapa Boleh dan Tidak Boleh Dipijat?

Moms tentu bisa merasa lebih rileks setelah menerima pijatan pada bagian tubuh yang tepat. Namun, ada beberapa area tubuh yang perlu dihindari karena dikhawatirkan bisa memicu kontraksi dini, terutama di trimester awal kehamilan. Bagian tubuh yang tidak boleh dipijat tersebut di antaranya adalah:



• Perut bagian bawah,

• Titik di antara jempol dan telunjuk tangan,

• Jempol kaki, tumit, dan area sekitar jari kaki (mata kaki).

Sedangkan bagian tubuh yang boleh menerima pijatan halus untuk meringankan beban Anda sebagai bumil dan membuat tubuh menjadi lebih nyaman selama kehamilan adalah sebagai berikut:

• Pundak atau bahu,

• Punggung,



• Panggul,

• Pinggang, dengan pijatan bertekanan lembut ke arah depan atau ke arah perut,

• Paha dan betis.

Yang Perlu Diperhatikan


Teknik pijatan yang paling umum dilakukan pada bumil sendiri disebut effleurage, atau berupa usapan lembut, dengan tempo lambat dan panjang. Area yang dipijat adalah yang jauh dari perut, dan biasanya dilakukan sekitar 1 jam dengan posisi setengah berbaring, berbaring ke arah samping, atau duduk di kursi khusus.

Selama proses pijat, Moms tidak boleh tidur telentang sebab berat bayi dalam rahim akan menekan pembuluh darah dan mengurangi siklus darah ke plasenta. Untuk perut bagian tengah, Moms bisa memberikan atau mendapatkan usapan secara halus untuk menimbulkan rasa nyaman namun tetap minim kontraksi.

Penting diingat, bahwa hanya terapis khusus dan telah bersertifikat yang boleh memijat ibu hamil. Sebelum melakukan pijat selama hamil ini, Moms dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Hal ini untuk memastikan bahwa pijatan yang Anda terima tidak akan berisiko pada kehamilan dan janin Anda. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   ibu hamil,   pijat saat hamil