Mother&Baby Indonesia
Kenali Ragam Program Kehamilan untuk Bisa Punya Anak

Kenali Ragam Program Kehamilan untuk Bisa Punya Anak

Setiap pasangan tentu ingin memiliki anak setelah menikah. Namun, hal ini masih menjadi misteri dan merupakan berkah dari Yang Maha Kuasa. Meski begitu, Anda dan pasangan tetap harus berusaha untuk kehadiran bayi di tengah keluarga kecil Anda.

Selain berhubungan seks sesuai dengan hitungan masa subur, ada ragam cara yang bisa dilakukan untuk bisa mewujudkan kehamilan. Setidaknya, ada lima program yang perlu Moms dan Dads ketahui, sehingga bisa menjadi pertimbangan saat memutuskan cara alternatif untuk bisa punya anak.

1. Prosedur Obat-obatan

Terapi kesuburan menggunakan obat-obatan menjadi cara yang bisa Moms dan Dads lakukan. Dengan mengonsumsi obat yang sudah dianjurkan langsung oleh dokter, diharapkan bisa membantu terjadinya kehamilan. Namun, ada efek samping yang bisa terjadi, seperti mual, muntah, sakit kepala, dan wajah memerah.



Ragam jenis obat yang diberikan untuk terapi kesuburan menurut NHS di antaranya:

• Klomifen: membantu pelepasan telur atau ovulasi pada wanita yang tidak berovulasi secara teratur atau tidak dapat berovulasi sama sekali.

• Tamoxifen: alternatif penggantu klomifen untuk membantu melancarkan proses ovulasi.

• Metformin: obat yang diberikan khususnya pada wanita yang memiliki polycystic ovary syndrome (PCOS).

• Gonadotropin: jenis yang membantu merangsang ovulasi pada wanita dan meningkatkan kesuburan pada pria.

• Hormon pelepas gonadotropin dan agonis dopamine: pengobatan lain untuk mendorong ovulasi pada wanita.

2. Prosedur Operasi

Terapi kesuburan yang juga bisa dilakukan adalah dengan melakukan operasi untuk mengetahui masalah kesuburan dan cara untuk membantu mengatasinya. Ada beberapa jenis operasi yang dilakukan, di antaranya: 

Operasi Tuba Falopi

Tindakan ini dilakukan apabila terjadi kerusakan atau sumbatan pada saluran tuba. Hal ini akan membantu memperbaiki saluran tuba falopi, sehingga sel telur mudah dibuahi. Namun, keberhasilannya tergantung pada tingkat kerusakan dan bisa menimbulkan komplikasi, seperti kehamilan ektopik (hamil anggur).

Laparoskopi

Tindakan ini dilakukan untuk mengobati wanita yang mengalami endometriosis. Caranya, dengan mengeluarkan atau menghancurkan kantung berisi cairan atau kista, yang menyebabkan peradangan pada lapisan rahim tumbuh hingga keluar rahim. Laparoskopi juga bisa dilakukan pada wanita dengan fibroid atau PCOS.



Pembedahan Pengambilan Sperma

Tindakan ini dilakukan pada pria yang mengalami penyumbatan epididimis, yaitu gulungan di testis yang berfungsi untuk menyimpan dan mengangkut sperma. Kondisi tersebut menyebabkan ejakulasi atau sperma tidak bisa keluar dengan normal.


3. Bayi Tabung

Program yang mungkin sudah tidak asing bagi Anda adalah bayi tabung yang juga dikenal dengan In Vitro Fertilisation (IVF). Program ini memungkinkan terjadinya pembuahan sel telur oleh sperma yang terjadi di luar rahim, yang sudah dipilih dan melalui proses evaluasi di laboratorium.

Jika embrio (telur yang sudah dibuahi) berkembang, selanjutkan akan dimasukkan kembali (implantasi) ke dalam rahim. Peluang berhasilnya kehamilan dengan prosedur ini sekitar 50 persen, namun biaya yang cukup tinggi biasanya menjadi pertimbangan tiap pasangan sebelum memutuskan melakukan program bayi tabung.

4. Inseminasi Buatan

Inseminasi buatan merupakan program kehamilan dengan proses memasukkan sperma secara langsung ke uterus. Sperma tersebut sudah dipilih yang paling berkualitas agar wanita cepat hamil. metode untuk melakukannnya ada dua, yaitu:

Intracervical Insemination (ICI)

Metode inseminasi buatan dengan memasukkan sperma ke saluran menuju uterus. Tindakan ini dapat dilakukan dengan sperma pasangan atau melalui donor sperma.

Intrauterine Insemination (IUI)

Metode inseminasi buatan di mana sperma dimasukkan secara langsung ke rahim. Sperma telah dipilih dan sudah disiapkan sebelumnya. Dokter akan menggunakan alat khusus yang disebut spekulum untuk mencapai rahim dengan mudah.

5. Surrogate Mother

Cara ini memang masih asing bagi masyarakat di Indonesia, namun sudah cukup berkembang di luar negeri. Surrogate mother merupakan ibu pengganti, di mana ia akan melalui proses IVF dahulu untuk dititipkan embrio hasil dari penggabungan ibu dan ayah kandung ke dalam rahim ibu pengganti. Kemudian, sang ibu pengganti yang akan menjalani proses kehamilan anak Anda dan pasangan.

Perlu diketahui bahwa DNA dari janin yang bertumbuh tersebut tetap diturunkan oleh Moms dan Dads kandung, bukan dari ibu penggantinya. Surrogate mother sendiri sudah diterapkan oleh banyak selebriti dan pasangan lain di berbagai negara, dengan tetap memberlakukan persetujuan dan perjanjian yang jelas dari semua pihak.

Semoga setelah ini, Moms dan Dads dapat menemukan jalan keluar untuk bisa mewujudkan keinginan mempunyai anak, ya. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   hamil,   program kehamilan,   terapi kesuburan,   bayi tabung,   ivf,   inseminasi