Mother&Baby Indonesia
Penyebab Perubahan Gairah Seks Memasuki Usia Paruh Baya

Penyebab Perubahan Gairah Seks Memasuki Usia Paruh Baya

Seiring bertambahnya usia, Anda akan merasakan sejumlah perubahan dalam kehidupan, mulai dari kondisi kesehatan, daya tahan tubuh, hingga gairah seks. Ya. seringkali seseorang akan mengalami penurunan gairah seks memasuki usia paruh baya.

Ada persepsi soal kapan seseorang dianggap telah memasuki usia paruh baya. Sebagian menganggap seseorang telah memasuki usia paruh baya pada umur 35 tahun, dan sebagian lagi menilai bahwa usia paruh baya dimulai pada umur 50 tahun. Namun penelitian menunjukkan bahwa sesungguhnya seseorang biasanya mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan fungsi tubuh mendekati usia 40 tahun, termasuk penurunan gairah seks.

Setidaknya ada 4 alasan yang menjadi pemicu terjadinya gairah seks pada seseorang yang telah memasuki usia paruh baya, yaitu:

1. Persepsi Diri

Pertambahan usia pada umumnya juga diiringi dengan perubahan kondisi fisik. Kenaikan berat badan, perubahan bentuk tubuh, dan menurunnya kebugaran berpotensi membuat Anda merasa kurang bergairah. Alhasil, hasrat untuk melakukan hubungan seksual pun menjadi kurang menggebu-gebu seperti ketika Anda masih berusia lebih muda.

Rasa enggan untuk bercinta tersebut bisa datang dari rasa kurang percaya diri, fisik yang tidak seaktif dahulu, dan perasaan lebih mudah lelah. Agar hal ini tidak mengganggu rutinitas bercinta Anda dengan pasangan, cobalah untuk belajar mencintai diri sendiri. Anda perlu menerima dan menjalani hidup dengan senang hati. Dengan begitu, Anda akan terbebas dari stres dan gairah seks pun akan kembali meningkat.

2. Perbedaan Prioritas

Memasuki usia paruh baya, biasanya pasangan memiliki prioritas masing-masing dalam hubungan. Wanita akan lebih fokus pada kebutuhan dan perawatan diri. Hal ini membuat para wanita lebih sering melakukan hal-hal yang dapat membantu mereka mengembangkan kreativitas dan dirinya sendiri.

Di sisi lain, laki-laki berusia paruh baya pada umumnya mendambakan keseimbangan hidup antara bekerja dan menikmati hidup. Mereka menginginkan kehidupan yang lebih santai dan gemar berekreasi pada waktu luang.

Perbedaan kondisi inilah yang bisa memengaruhi hubungan Anda dan bukan hanya soal gairah seksual. Guna menyiasatinya, pastikan Anda dan pasangan membangun komunikasi yang baik dalam hubungan sehingga tidak ada yang merasa terabaikan.

3. Hasrat Seksual

Pada usia paruh baya, wanita mungkin akan mengalami fase yang disebut perimenopause hingga menopause. Pada fase inilah, wanita akan mengalami perubahan gairah seks yang sangat signifikan. Hasrat bercinta atau libido mereka bisa berkurang, atau bahkan hilang sama sekali.

Meski hasrat berhubungan seks menurun, tapi tidak halnya dalam kemampuan orgasme. Penelitian yang dilakukan di San Diego School of Medicine justru menyebutkan bahwa kepuasan seksual wanita justru meningkat seiring bertambahnya usia, terlepas dari aktif atau tidaknya melakukan hubungan seks.

Penurunan gairah seks juga dialami pada laki-laki yang memasuki usia paruh baya, tapi biasanya tidak seperti pada wanita. Perbedaan gairah seks bisa mengganggu hubungan pasangan suami dan istri. Oleh sebab itu, tak ada salahnya jika Anda membicarakan masalah ini dengan pasangan dan mencari cara agar rutinitas bercinta Anda tidak terganggu.

4. Respons Seksual

Pasangan paruh baya bisa saja kesulitan untuk mencapai orgasme secara bersamaan. Keterlambatan orgasme pasangan berpotensi menjadi cikal bakal munculnya ketidakpuasan dalam bercinta. Namun Anda bisa menyiasati hal ini dengan melakukan foreplay lebih lama, khususnya terhadap pasangan yang biasanya lebih lama mencapai puncak kepuasan. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: gairah seks,   menopause,   usia paruh baya,   libido,   orgasme