Mother&Baby Indonesia
7 Langkah Tepat untuk Menghadapi Anak yang Sedang Berbohong

7 Langkah Tepat untuk Menghadapi Anak yang Sedang Berbohong

Ketika anak berusia di atas 2 tahun, Moms jangan kaget ya kalau ia sudah mulai bisa berbohong. Jangan langsung dimarahi, Moms, karena di usia itu anak belum bisa membedakan kenyataan, berkhayal, berharap, fantasi, dan ketakutan. 

Memasuki usia 4 tahun, anak sudah mulai bisa berbohong dengan tujuan melindungi dirinya. Ia mulai dengan mudahnya bilang “enggak!” untuk pertanyaan sederhana seperti “Kamu mencubit adik, ya?”

Lalu, apa yang harus Anda lakukan ketika menghadapi anak yang sedang berbohong? Jangan emosi dulu, Moms, ikuti 7 langkah berikut ini saat berhadapan dengan kebohongan Si Kecil.



1. Tarik Napas

Ya, mungkin emosi Anda langsung meledak ketika mendengar Si Kecil berbohong, tapi itu tidak menyelesaikan masalah. Ketika mendengar anak berbohong, coba tarik napas dan tenangkan diri Anda dulu sebelum merespons kebohongan anak. 

Jika Anda butuh menenangkan diri atau berkonsultasi dulu dengan suami, bilang pada Si Kecil kalau Anda butuh beberapa menit sebelum membahas ini dengannya. Lebih baik menunda, daripada salah bicara.

2. Ajak Bicara Jujur

Anak balita terlalu muda untuk dihukum karena berbohong. Maka cara terbaik yang perlu dilakukan orang tua ketika anak berbohong adalah mengajaknya berbicara jujur dengan memaparkan fakta. Misalnya ia berbohong tidak memakan cokelat yang Anda larang, maka Moms bisa bilang, “Oh ya? Berarti kotoran berwarna cokelat di sekitar mulut kamu itu bukan karena makan cokelat ya, Nak?”

Kalimat seperti itu membantu menghindari peperangan ibu dan anak. Kemudian, ajak ia untuk menyampaikan kejujuran. Ketika anak sudah mengakui kesalahannya, jangan dimarahi apalagi dipermalukan di depan umum ya, Moms.

3. Tanggapi dengan Serius

Saat merespons kebohongan, Anda harus tegas dan serius, namun juga tidak marah. “Sepertinya kamu tidak berkata jujur. Kamu yakin kamu benar-benar tidak makan cokelat?” Tunjukkan pada anak kalau Anda tidak percaya dengan kebohongan yang baru ia sampaikan.



Ketika ia menjawab pertanyaan Anda, dengarkan dengan baik, pastikan ia tahu ia didengar. Ketika anak sudah jujur, beri tahu dengan baik letak kesalahannya, dan segera move on dari situasi itu.

4. Bukan Masalah Pribadi

Ya, anak berbohong memang tidak sopan, merusak kepercayaan Anda, dan menyalahi aturan di keluarga Anda. Namun ketika anak memilih untuk berbohong, ia hanya ingin melindungi dirinya, bukan ingin menyakiti atau menantang otoritas Anda. So, don’t take it personally, Moms.

5. Ajarkan Konsekuensi

Mungkin ini bagian tersulit dari menghadapi anak berbohong, yaitu mengajarkan batasan, konsekuensi, dan memberi bantuan yang paling dibutuhkan anak agar mereka tidak berbohong lagi. Misalnya Si Kecil berbohong demi menonton Netflix saat jam sekolah online, maka konsekuensinya adalah tidak diberikan headphone dan harus sekolah online di samping orang tua.

Kemudian, cari jalan keluar bersama anak agar ia tidak mengulang kesalahan yang sama, misalnya dengan memberikan waktu menonton Netflix setiap sore selama 30 menit.

6. Terima Kasih Sudah Bicara Jujur

Apa pun alasan anak berbohong, sejengkel apa pun Anda dengannya, selalu beri apresiasi dan berterima kasihlah pada anak ketika ia sudah berani mengakui kebohongannya dan berkata jujur. Hargai kejujuran anak, agar ia merasa tidak perlu lagi berbohong.

7. Menjadi Contoh yang Baik

Cara terbaik agar anak tidak berbohong lagi adalah dengan terus menjadi contoh yang baik. Terapkan sikap saling terbuka di rumah, dan pastikan rumah Anda adalah rumah bebas kebohongan. Jadilah sosok orang dewasa yang menghargai kejujuran dan tidak takut menyampaikan fakta, apa pun konsekuensinya. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak berbohong,   balita,   anak










Cover Mei-Juni-Juli 2020