Mother&Baby Indonesia
Jangan Panik, Lakukan Ini saat Anak Terkena Campak

Jangan Panik, Lakukan Ini saat Anak Terkena Campak

Campak adalah salah satu penyakit yang umum menyerang anak-anak dan bayi. Melansir Halodoc, campak adalah penyakit yang menunjukkan gejala ruam pada seluruh tubuh dan sangat menular. Penularan campak adalah dengan kontak langsung pada lendir penderita campak atau terpapar pada benda yang sudah terkontaminasi. Selain itu, risiko terkena campak meningkat bila anak belum mendapatkan imunisasi campak.

Gejala Campak

Gejala atau tanda infeksi campak akan muncul pada 1 hingga 14 hari setelah terkena virus. Beberapa gejala yang dapat dirasakan antara lain adalah demam, batuk kering, hidung berair, sakit tenggorokan, radang mata atau konjungtivitis, lemas berlebih, kehilangan selera makan, diare, muntah, bercak putih keabuan dengan bagian tengah berwarna merah pada langit-langit mulut dan bibir, serta munculnya ruam kulit di seluruh bagian tubuh.

Yang Harus Anda Lakukan

Tak perlu khawatir berlebihan, karena campak merupakan salah satu penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya. Walaupun begitu, Moms bisa membantu mengurangi dan meredakan rasa sakit yang dialami Si Kecil akibat gejala yang timbul. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan antara lain:



• Pastikan Si Kecil beristirahat dengan cukup. Waktu tidur yang cukup dapat membantu memulihkan sistem kekebalan tubuh Si Kecil.

• Batasi kontak antara Si Kecil dengan anggota keluarga lain atau teman-temannya, terutama dengan anak yang lebih kecil atau bayi. Hal ini dikarenakan campak dapat menyebar dengan mudah.

• Cukupkan kebutuhan gizi harian Si Kecil. Pastikan makanannya sehat dan bervariasi. Gizi yang cukup dapat sangat membantu membangun daya tahan tubuh Si Kecil. Selain itu, hindari makanan yang digoreng dan dingin untuk kenyamanan Si Kecil.



• Beri parasetamol untuk meredakan gejala demam dan nyeri tubuh Si Kecil. Konsultasikan juga sebelumnya dengan dokter mengenai obat yang sesuai diberikan pada Si Kecil.

• Jangan lupa untuk menjaga asupan air, karena demam tinggi dapat menguras cairan dan elektrolit tubuh. Terlebih lagi bila Si Kecil sempat mengalami muntah dan diare. Dehidrasi dapat memperburuk gejala campak, Moms.

• Jaga kebersihan tubuh Si Kecil. Mandikan Si Kecil setelah demam turun untuk mengurangi gatal dan meningkatkan kenyamanan. Siapkan peralatan mandi dan makan khusus Si Kecil untuk menghindari kontak tidak langsung.

Waspada dengan Komplikasi

Walau dapat sembuh dengan sendirinya, dalam beberapa kasus campak dapat menyebabkan komplikasi berbahaya. Beberapa contoh komplikasi yang dapat terjadi antara lain adalah infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan atas, radang paru-paru, serta radang otak. Maka dari itu, langsung konsultasikan dengan dokter bila mendapati Si Kecil dengan berbagai gejala di atas ya, Moms. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: campak,   anak,   balita,   kesehatan