Mother&Baby Indonesia
Hati-Hati! Ini Bahaya Sarapan Hanya dengan Jus atau Smoothie

Hati-Hati! Ini Bahaya Sarapan Hanya dengan Jus atau Smoothie

Moms, apakah Anda tipe orang yang tidak pernah melewatkan sarapan atau sebaliknya? Ya, sarapan atau makan pagi merupakan jadwal makan yang paling sering terlewatkan dibandingkan makan siang dan makan malam. Padahal, sarapan merupakan hal yang sangat penting karena kita membutuhkan energi untuk memulai aktivitas.

Namun sayangnya nih, alasan terburu-buru, tidak sempat, atau bahkan malas makan di pagi hari membuat banyak orang melewatkan kebiasaan baik ini. Atau bahkan jika akhirnya memutuskan untuk melakukannya, sarapan hanya dijadikan sebagai ‘syarat’ sehingga menu yang dikonsumsi kurang diperhatikan, yang penting cepat dan perut terisi. Nah, salah satu menu sarapan ‘cepat’ yang dipilih adalah jus buah atau smoothie. Hmm, boleh enggak sih, sebenarnya?

Bahaya Minum Jus Buah

Sering dikonsumsi karena dikira sehat, jus buah atau smoothie sebaiknya tidak diminum saat sarapan lho, Moms. Dilansir dari India Times, sebuah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan menemukan fakta bahwa sarapan hanya dengan jus buah bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Artinya, jus buah yang dikonsumsi pagi hari bisa memperburuk kandungan gula darah dalam tubuh, Moms.



Seperti dikutip oleh Express.co.uk, para peneliti pun mengatakan bahwa para penderita diabetes tidak menjadikan jus buah sebagai pengganti minuman manis. "Asupan jus buah berhubungan dengan risiko diabetes tipe 2. Lonjakan gula yang besar bisa terjadi saat mengonsumsi jus buah. Hal ini jelas berhubungan dengan efek diabetes yang semakin memburuk,” ujar mereka. Selain meningkatkan risiko diabetes, jus buah juga bisa memberi dampak buruk lain, seperti cepat merasa haus, cepat lemas, mata berkunang-kunang, dan program diet yang tidak beraturan.

Tak hanya menghindari untuk meminumnya di pagi hari, pakar kesehatan juga menyarankan untuk membatasi asupan jus maksimal satu gelas setiap hari, dan memastikan bahwa jus buah ini tidak diberi tambahan gula dan bukan jus kemasan yang biasanya mengandung kadar gula yang tinggi. "Kami tahu bahwa terlalu banyak asupan gula berasal dari jus dan smoothie, sehingga masuk akal untuk dihilangkan dari daftar menu sarapan. Sebaliknya, akan jauh lebih baik jika sarapan dengan buah segar, tak perlu dijadikan jus," lanjut peneliti.

Hal ini juga dibenarkan oleh Moch Aldis Ruslialdi SKM CNWC, Certified Nutrition and Wellness Consultant Nutrifood. Menurutnya, sarapan hanya mengonsumsi segelas jus memang rendah kalori. Tapi, perlu diwaspadai terkait keseimbangan nutrisinya.

"Karena kalau kita minum jus saja, itu kan isinya kebanyakan adalah air. Apalagi kalau buahnya sudah jadi jus, itu fruktosa sederhana, yang sebenarnya enggak beda jauh sama gula pasir dan rendah banget dari segi protein, dan bisa jadi lemaknya juga enggak ada," ujarnya.

Lebih lanjut Aldis menyarankan, lebih baik mengganti jus dengan buah-buahan utuh. Jika ingin ditambah, Moms bisa menambahkan protein ke dalam menu sarapan, seperti protein bar atau telur rebus, jika tidak mau mengonsumsi makanan yang berat.



Aturan Tepat Minum Jus dan Smoothie

Setelah mengetahui fakta di atas, bukan berarti kita tidak boleh mengonsumsi jus buah atau smoothie lho, Moms. Namun, tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin mengonsumsinya, yakni:

1. Jangan Jadikan sebagai Pengganti Makanan

Moms, meskipun jus buah atau smoothie tinggi nutrisi, kita tidak bisa mengganti waktu makan kita hanya dengan minum jus, ya. Karena serat yang terkandung dalam buah sudah hancur saat proses pembuatan jus atau smoothie, tentunya minuman akan lebih mudah terserap tubuh. Hal ini bisa mengakibatkan Moms justru lebih mudah lapar dan akhirnya tertarik untuk ngemil makanan yang tidak sehat. Tak hanya itu, tanpa adanya asupan makanan yang cukup, sistem kekebalan tubuh juga bisa menurun dan Moms akan lebih rentan terserang penyakit.

2. Jus dan Smoothie Rendah Kalori? Tidak Juga!

Kebanyakan orang berpikir bahwa jus buah atau smoothie rendah kalori karena terbuat dari buah-buahan. Padahal, tidak seperti itu lho, kenyataannya. Jus atau smoothie juga mengandung kalori, dan terlalu banyak meminumnya tentu bisa membuat asupan kalori harian Moms menjadi berlebihan. Selain itu, pastikan juga untuk tidak memberi tambahan gula agar kadar kalori jus tidak meningkat, ya.

3. Minum Beserta Ampas

Walau mungkin rasanya tidak enak, jangan buang ampas buah yang terpisah ya, Moms. Biarkan ampas tetap tercampur dan diminum karena pada ampas buah terdapat serat dan vitamin yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

4. Tak Selalu Harus Buah

Moms bisa mengombinasikan sayur-sayuran juga lho, dalam jus atau smoothie yang Moms buat. Selain itu tambahan rempah-rempah seperti jahe yang bisa menghangatkan tubuh dan menambah imun tubuh serta bubuk kayu manis juga akan memperkaya rasa dan nutrisi jus dan smoothie Anda.

5. Segera Minum

Setelah dibuat, langsung habiskan jus atau smoothie Anda ya, Moms. Menurut pakar kesehatan, jus atau smoothie tidak baik lagi untuk dikonsumsi jika sudah disimpan selama 4 jam. Bahkan, jika terpapar oleh sinar matahari selama beberapa jam, sebaiknya langsung dibuang karena biasanya kandungannya sudah rusak. (Nanda Djohan/SW/Dok. Freepik)



Tags: sarapan,   jus,   smoothie,   kesehatan










Cover Mei-Juni-Juli 2020