Mother&Baby Indonesia
Nafsu Makan Bertambah saat Stres? Ini Penyebabnya!

Nafsu Makan Bertambah saat Stres? Ini Penyebabnya!

Stres bisa dialami oleh siapa saja, termasuk Anda! Banyak cara untuk untuk menghilangkan stres. Namun bagi sebagian orang, stres bisa diredakan dengan cara makan.

Bukan tanpa alasan jika banyak orang memiliki kecenderungan untuk makan lebih banyak saat berada dalam kondisi tertekan atau mengalami stres dalam jangka panjang. Dilansir dari situs Harvard Medical School, ketika seseorang mengalami stres, maka sesungguhnya bagian otak yang disebut hipotalamus melepaskan hormon kortikotropin yang berfungsi untuk menekan nafsu makan.

Otak juga mengirimkan pesan ke kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak hormon epinefrin atau yang lebih dikenal dengan hormon adrenalin. Epinefrin ini yang membantu memicu respons tubuh untuk menunda makan.



Mengapa Stres Bisa Menambah Nafsu Makan?

Masalah lain akan timbul ketika seseorang mengalami stres untuk periode yang lama. Dalam kondisi ini, kelenjar adrenal akan melepaskan hormon lain yang disebut kortisol. Hormon inilah yang akan memiliki efek untuk meningkatkan nafsu makan dan juga meningkatkan motivasi secara keseluruhan, termasuk motivasi untuk makan. Selain itu, stres jangka panjang juga akan mengacaukan kerja hormon pengatur nafsu makan, yaitu hormon ghrelin.

Sementara itu, stres akan menguras sumber daya kognitif yang Anda butuhkan untuk tetap fokus, tangguh, dan berpikir jernih guna memecahkan masalah. Oleh karena itulah, mengapa menghabiskan dua potong besar kue cokelat akan terasa lebih mudah dilakukan ketimbang Anda harus menguras tenaga dan pikiran untuk mencari penyelesaian masalah.

Mengatasi Kecenderungan Makan

Makanan mungkin akan membuat Anda merasa lega. Tapi tentunya tidak membantu Anda mengatasi masalah penyebab stres. Bahkan makan berlebihan justru bakal memicu masalah baru, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan tubuh Anda. Oleh sebab itu, Anda bisa melakukan cara berikut ini agar terhindar dari kecenderungan makan dalam jumlah besar ketika mengalami stres.

• Jeruk sebagai camilan. Saat stres biasanya seseorang cenderung mengonsumsi makanan manis secara berlebih. Sebagai gantinya, Anda bisa memakan jeruk mandarin sebagai camilan. Jeruk mandarin hanya mengandung 50 kcal. Buah ini tidak hanya memuaskan keinginan Anda untuk merasakan sesuatu yang manis, tapi juga memberikan efek distraksi pikiran. Mengupas dan mencium bau jeruk menciptakan momen meditasi untuk membantu menenangkan Anda. Selain itu, jeruk kaya vitamin C yang bisa memperkuat kekebalan tubuh, khususnya saat Anda dilanda stres.



• Pertimbangkan pistachio. Jika Anda tipe yang lebih menyukai camilan garing dengan rasa gurih, Anda bisa memilih pistachio ketimbang sebungkus keripik kentang. Pistachio merupakan salah satu jenis kacang yang rendah kalori, tapi diperkaya dengan lemak baik dan serat, serta bisa membantu mengatur gula darah.

• Minum teh hitam. Mengonsumsi teh jenis ini sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar kortisol dalam darah. Sambil minum teh, Anda bisa bersantai sejenak sambil melakukan latihan pernapasan ringan yang berguna untuk mengurangi stres.

• Berolahraga. Aktivitas fisik secara teratur cukup ampuh mengurangi produksi hormon pemicu, bahkan membantu menurunkan risiko depresi, kecemasan, dan insomnia.

• Berkonsultasi kepada ahlinya. Saat stres semakin sulit diredakan, Anda sangat disarankan untuk berkonsultasi kepada ahlinya agar kondisi tersebut tidak semakin parah. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: stres,   nafsu makan,   kesehatan