Mother&Baby Indonesia
10 Komentar Terlarang dari Suami yang Bisa Bikin Istri Marah

10 Komentar Terlarang dari Suami yang Bisa Bikin Istri Marah

Kehidupan rumah tangga tidak selamanya indah dan penuh kata-kata puitis dan berbunga-bunga. Kadang, saking intimnya hubungan Anda dan istri, Dads kadang tidak peka dengan hal-hal sensitif yang bisa saja melukai hati Moms. Tak bisa dipungkiri, selama menjalani pernikahan, tetap saja ada kekurangan yang terlihat dan sering menjadi sumber pertengkaran.

Selain sikap, perkataan suami juga bisa menyakiti hati sang istri tercinta, lho. Mungkin saja Dads menganggap kata-kata yang Anda ucapkan adalah hal sepele atau biasa saja dan mengulanginya berkali-kali. Namun untuk Moms, komentar ‘biasa saja’ Anda bisa membuat sakit hati dan malah menjadi bumerang yang memicu pertengkaran. Hmm, komentar suami seperti apa sih, yang sebaiknya dihindari saat berbicara dengan sang istri?

1. “Mama kok, enggak kurus-kurus, sih?”

Dads, mengembalikan bentuk tubuh seperti sebelum hamil dan melahirkan itu bukan perkara mudah seperti membalikkan telapak tangan, lho. Perempuan mana sih, yang tak ingin punya bentuk tubuh yang indah dan ideal? Namun jika jika istri Anda baru saja melahirkan, tentunya ia harus menyesuaikan kondisi tubuhnya sambil menyusui dan mengurus Si Kecil (juga rumah dan Dads tentunya!), bahkan hingga larut malam. Jadi, jangan sembarang mengomentari fisik dan buru-buru menyarankan Moms berdiet ya, Dads.



2. “Rumah berantakan banget. Memang mama ngapain saja dari tadi?”

Dads, pulang kerja dan melihat kondisi rumah layaknya ‘kapal pecah’ tentunya membuat sakit kepala, ya. Tapi ingat, bukan hanya Dads lho, yang pusing. Moms juga tentu merasakannya. Si Kecil memang hanya memiliki kebutuhan dasar, tapi Moms perlu waktu seharian untuk memenuhi hal ini. Ditambah lagi pakaian kotor yang belum sempat tersentuh atau tumpukan piring kotor. Duh, ini tentunya tak mudah ya, untuk para Moms.

Sayangnya, terkadang Dads yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja di kantor sulit memahami hal-hal ‘behind the scene’ seperti ini. Tapi, berkomentar yang menyudutkan seperti “Mama ngapain saja dari tadi?” tentunya akan membuat Moms sangat kesal dan membuat situasi menjadi lebih buruk.

3. “Kok mama boros banget?”

Lain masalahnya jika Moms memang menggunakan biaya kebutuhan rumah tangga untuk membeli barang-barang yang tak penting, ya. Namun, jika Moms sudah mengatur keuangan untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga sehari-hari sebaik mungkin dan Dads masih ‘menuduh’ Moms boros, tentu mendengar hal ini bisa membuat kita ‘meradang’ ya. Moms.

Isu finansial memang terkadang bisa sensitif, dan ada baiknya Dads sekali-kali ikut berbelanja menemani Moms untuk tahu seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan guna mencukupi kebutuhan rumah tangga Anda. Ditambah lagi, jika Anda sudah memiliki buah hati, biaya perawatannya tak sedikit lho, Dads.

4. “Mama tenangin adik dong, Papa capek banget, nih!”

Tak hanya membuat suasana rumah lebih ceria, kehadiran newborn juga membuat waktu tidur terasa sangat mewah. Meski sudah sepakat dengan sistem pembagian tidur, selalu saja ada momen di mana Dads dan Moms berdebat mengenai siapa yang lebih lelah dan harus terjaga untuk menenangkan Si Kecil yang tiba-tiba menangis tengah malam.

Dan biasanya, lebih sering para ayah nih, yang mengeluh sangat mengantuk dan bahkan pura-pura tidur saat Si Kecil menangis. Untuk ibu baru yang 24 jam penuh berada di rumah, hal seperti ini tentunya sangat menyebalkan, ya. Ingat, kekurangan tidur bisa membuat depresi, emosi, dan bahkan ujung-ujungnya bisa menyulut pertengkaran.



5. “Ibuku enggak begini, kok kamu...”

Dibanding-bandingkan dengan seseorang bukan hal yang enak, Dads. Apalagi, saat Dads membanding-bandingkan sang istri dengan ibu Anda. Misalnya, Anda membandingkan pola asuh Moms, bahkan hal yang terlihat sepele seperti rasa masakan. Hati-hati Dads, tak hanya bisa bikin Moms sakit hati dan cemburu tanpa alasan, pertengkaran yang seharusnya tak terjadi juga bisa terjadi, lho.

7. “Nih, adik maunya sama Mama”

Dads, sering mengucapkan kata-kata seperti ini waktu Si Kecil tiba-tiba menangis dalam gendongan Anda dan Anda tidak berhasil menenangkannya? Hmm, bisa jadi saat Anda mengatakan ini, sebenarnya Moms sedang berjuang untuk tidak emosi mendengarnya. Tak adil rasanya jika sang suami hanya ingin menghabiskan waktu bersama bayi ketika ia sedang gembira.

Tenang dan jangan langsung menyerah jika Si Kecil menangis saat bersama Anda Dads, karena jika Anda panik, Si Kecil pun pasti bisa merasakannya dan malahan bisa makin keras menangis. Moms pun perlu bekerja sama dengan Dads untuk menciptakan rutinitas bersama Si Kecil.

Habiskan waktu dulu bersama, dengan perlahan Moms bisa mulai ‘menyerahkan’ Si Kecil pada Dads. Jika hal ini dilakukan secara rutin, Si Kecil akan belajar beradaptasi dan bisa menerima kehadiran Dads juga sebagai salah satu penenangnya, kok.

8. “Papa tinggal sebentar, ya?”

Dan Anda kemudian baru kembali setelah satu jam kemudian, hahaha.... Anda pun tak mengerti kenapa saat Moms melihat Anda kembali, wajahnya terlihat masam dan ia diam seribu bahasa. Dads, mengertilah.. Disengaja atau tidak, Moms tentunya sebal jika Anda ‘melarikan diri’ saat kalian sedang menghabiskan waktu bersama Si Kecil, terlebih lagi saat Si Kecil tiba-tiba rewel. Ditambah lagi, jika Anda langsung beranjak ke tempat tidur. Duh, bisa-bisa terjadi perang dunia ke-3, Dads!

9. “Lama banget, sih? Buruan cepat!”

Moms tentunya akan menatap Anda dengan pandangan sinis jika Anda dengan entengnya melontarkan kata-kata ini saat ia sedang berdandan dan bersiap-siap pergi ke sebuah acara. Memang, saat ada acara keluarga atau kondangan, biasanya Moms memang yang sering kerepotan, mulai dari memilihkan baju Anda, memandikan dan mendandani anak, dan terakhir baru mengurus dirinya sendiri. Belum nanti jika ada drama anak rewel di sela-sela persiapan ini. Setidaknya, jika Anda kesulitan memilih baju sendiri atau tak bisa menyiapkan Si Kecil, berikan istri Anda waktu berdandan tanpa berkomentar apa pun ya, Dads.

10. “Terserah kamu saja, lah!”

Biasanya, laki-laki memang irit bicara, berbeda dengan perempuan yang sanggup berbicara 20 ribu kata dalam sehari. Tapi, Dads bisa membuat Moms sebal ketika Moms meminta saran atau pertimbangan, Anda hanya menjawab “terserah”. Memang sih, kadang ujung-ujungnya Moms tidak sepakat dengan pilihan Anda. Tapi jawaban semacam ini bukannya melegakan, justru bisa membuat Moms sebal sendiri. (Nanda Djohan/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   suami istri,   rumah tangga,   pertengkaran suami istri