Mother&Baby Indonesia
Moms, Ini Tipe Teriakan Balita yang Perlu Anda Pahami

Moms, Ini Tipe Teriakan Balita yang Perlu Anda Pahami

Dunia balita dapat terlihat sangat membingungkan ya Moms, terlebih lagi bila Anda adalah seorang ibu baru. Pada rentang usia balita, anak Anda mungkin suka mengalami tantrum. Ia dapat menangis, merengek, dan berteriak hampir di setiap saat dan Anda akan termenung serta tak memahami apa yang sedang terjadi.

Bila Anda baru saja setuju dengan situasi tersebut, tenang saja, karena Anda tidak sendiri, Moms. Teriakan dan tangisan balita adalah salah satu misteri yang dihadapi oleh hampir seluruh orang tua di dunia. Melansir Today’s Parent, ada beberapa jenis teriakan balita dengan sebab dan cara penanganan yang berbeda pula. Simak lebih lanjut berikut ini, Moms!

1. Teriakan Bahagia

Amati momen saat balita berteriak, Moms. Apakah ia menjerit dengan nada melengking sambil tertawa atau memainkan mainannya? Ini berarti tandanya ia sedang merasakan kebahagiaan yang amat besar, saking besarnya ia tak mampu menjelaskannya dengan kata-kata.



Walau begitu, teriakannya dapat mengganggu teman-temannya atau orang lain. Maka saat Ada menemukannya sedang berteriak kegirangan, Anda bisa menggendongnya dan mengelus punggungnya dengan lembut. Cara ini dapat membantu membuatnya tenang.

Selain itu, Moms bisa juga menerapkan perbedaan suara. Bila ia berteriak keras saat bermain di dalam ruangan, Moms bisa katakan kepadanya “Kita bisa berteriak saat sedang di luar atau di taman, tapi kalau sedang di dalam rumah kita harus menjaga suara agar pelan.”

2. Teriakan Cari Perhatian

Saat sedang menelepon, Anda mungkin menemukan Si Kecil berteriak-teriak walau sedang tidak merasa sedih atau benar-benar bahagia. Lalu Anda bingung, ada apa dengan Si Kecil? Balita dapat menjadi sangat caper atau cari perhatian. Salah satu cara yang ia tahu pasti berhasil untuk mendapatkan seluruh perhatian yang ia inginkan adalah dengan berteriak.



Jadi ketika Anda sedang bekerja dan Si Kecil sedang berteriak-teriak haus akan perhatian, Anda bisa menggendong dan memangkunya sembari tersenyum atau mengedipkan mata Anda. Dengan begini Anda menunjukkan bahwa Anda tidak mengabaikannya tapi ia tidak bisa mendapatkan 100% perhatian Anda pada momen tersebut.

Selain itu, Moms juga bisa mengatur waktu bermain dengan Si Kecil dan katakan padanya bahwa Anda akan segera bermain dengannya ketika jadwal bermainnya tiba.

3. Teriakan Amarah

Berteriak adalah salah satu tanda utama tantrum pada balita. Dengan keterbatasan bahasa yang ia miliki, berteriak menjadi salah satu cara berkomunikasi yang ia kuasai. Cara menghadapinya dapat beragam. Yang utama, tenangkan diri Anda dan jangan sampai terpicu untuk berteriak juga. Tenangkan Si Kecil dengan menurunkan volume suara Anda atau berbisik dengannya, hal ini dapat mengalihkan perhatiannya.

Moms juga bisa alihkan perhatian Si Kecil dengan memainkan permainan tertentu, misalnya lomba berbisik. Selain itu, Moms juga bisa berikan respons positif bila ia mampu menahan diri untuk tidak berteriak. Misalnya, katakan bahwa ia sangat pintar untuk menggunakan suara yang tepat di rumah, atau berikan ia sticker karena sudah berhasil menahan diri untuk tidak berteriak. (Gabriela Agmassini/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   anak,   anak berteriak










Cover Mei-Juni-Juli 2020