Mother&Baby Indonesia
Bahasa Tubuh Balita dan Artinya yang Moms Perlu Tahu

Bahasa Tubuh Balita dan Artinya yang Moms Perlu Tahu

Bahasa verbal bukan satu-satunya cara untuk berkomunikasi. Terkadang seseorang juga menggunakan bahasa tubuh untuk menyampaikan maksud dan isi perasaannya, tak terkecuali Si Kecil yang masih berusia balita.

Meski sudah bisa berbicara dengan lancar, Si Kecil yang masih berusia di bawah lima tahun seringkali menggunakan bahasa tubuh saat ia menginginkan sesuatu atau menunjukkan perasaannya kepada orang tuanya. Agar tidak salah mengartikan maksud yang ingin disampaikan buah hati Anda, yuk cari tahu apa arti bahasa tubuh balita.

1. Menghindari Kontak Mata

Jika Si Kecil menghindari kontak mata dengan Anda, bisa berarti ia malu, Moms. Mungkin juga ia merasa bersalah karena tidak sengaja merusak mainannya sendiri.



“Ketika anak balita menolak untuk menatap wajah Anda, artinya ia menyadari bahwa tindakannya mungkin akan membuat Anda kecewa,” kata Kristin Lagattuta, PhD., psikolog sekaligus asisten profesor di Center for Mind and Brain University of California, seperti dilansir situs Parents.

Saat mengetahui Si Kecil telah melakukan kesalahan, Anda bisa menasihatinya dengan kalimat sederhana, seperti “Kita tidak boleh merusak mainan” atau “Kita tidak boleh mendorong adik seperti itu”. Tapi pada saat bersamaan, Anda juga bisa menawarkan bantuan untuk membetulkan mainannya jika memungkinkan atau memberinya pelukan guna menenangkannya.

“Anda tentunya ingin Si Kecil mengetahui bahwa semua orang bisa saja melakukan kesalahan. Di sisi lain, Anda juga perlu bertindak tegas agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi,” kata Lagattuta.

2. Membawa Semua Bonekanya ke Tempat Tidur

Jika biasanya Si Kecil tidur dengan hanya ditemani bantal, guling dan selimut, tapi kini ia membawa semua mainannya, bisa berarti anak Anda tengah dilanda rasa takut. Mungkin saja ia bermimpi buruk pada malam sebelumnya. Atau imajinasinya berkembang sehingga ia membayangkan ada monster di lemari atau di bawah tempat tidurnya.

“Mendekatkan diri dengan benda-benda yang sudah sangat familiar memang bisa membuat anak Anda merasa nyaman dan aman ketika terbangun di tengah tidurnya,” jelas Kerstin Potter, direktur Early Childhood Education Program di Harcum College, Pennsylvania.

Boleh-boleh saja jika Si Kecil membawa mainan kesayangannya ke tempat tidur. Tapi Moms juga harus membatasi, misalnya ia hanya boleh membawa dua boneka dan satu mainan saja.

3. Menutupi Mukanya dengan Baju saat Bertemu Orang Baru

Sepertinya Si Kecil lagi gugup nih, Moms. Hal itu wajar saja karena orang dewasa pun mengalaminya. Hanya saja, orang dewasa mungkin mengalihkan rasa gugup bertemu orang baru dengan mengobrol, mengambil minuman, atau melakukan hal-hal lain.



“Namun anak Anda belum bisa memikirkan cara untuk menghilangkan rasa gugup tersebut sehingga ia mengatasi situasi ini murni dengan fisik dan perasaannya saja. Beberapa anak mungkin akan menggigit-gigit kausnya, mengisap jari, atau bergelayutan di kaki ibunya,” kata Lisa Nalven, MD, dokter anak di Valley Center for Child Development.

Untuk menghadapi anak yang merasa gugup, Moms perlu bersikap lembut kepadanya. Anda juga perlu meyakinkan Si Kecil bahwa orang asing di hadapannya ‘tidak berbahaya’. Di sisi lain, beri waktu baginya untuk menghilangkan rasa gugup tersebut.

4. Bersembunyi saat BAB

Seperti halnya orang dewasa, Si Kecil juga tak mau diganggu ketika buang air besar (BAB) di popoknya. Itulah alasan dia pergi menjadi dan mencari tempat yang tersembunyi untuk melakukannya. Biarkan dia BAB dengan tenang. Akan tetapi secara perlahan, latih Si Kecil untuk menggunakan toilet ketika akan buang air besar. Moms bisa mengajaknya ke kamar mandi ketika balita Anda mulai menunjukkan tanda-tanda ingin buang air besar.

5. Melempar Barang-barang

Wah, Si Kecil jadi suka melempar mainan atau makanan? Itu tandanya ia lagi kesal, Moms. Alasannya bisa beraneka ragam. Si Kecil mungkin lagi bosan, lelah, atau ia memang hanya butuh perhatian Anda sehingga bertingkah seperti itu.

Coba cari tahu alasannya. Jika memang ia sedang bosan, Moms bisa mengajaknya melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti bermain lego atau membaca buku bersama. Apabila ia lelah, maka segera ajak beristirahat. Namun seringkali balita berubah perangainya menjadi kasar hanya karena ingin mendapat perhatian dari Anda.

6. Ini Ibuku!

Moms mungkin sering mendengar Si Kecil berkata seperti itu kala Anda menggendong atau bercanda dengan bayi lain. Artinya, ia ingin agar Anda lebih memperhatikannya. Perlu diketahui, balita memang kerap bersikap posesif.

Namun hal itu sesungguhnya merupakan bagian dari tumbuh kembangnya. Dengan bersikap posesif, artinya ia mulai menyadari siapa dirinya sebagai sosok individu. Si Kecil akan semakin terikat dengan orang yang paling sering berinteraksi dengannya, dan orang itu biasanya ibu. Oleh sebab itu, ia akan langsung merasa kehilangan apabila perhatian Moms ditujukan pada anak lain.

Saat Si Kecil merasa seperti itu, Moms bisa memberikan pelukan lembut kepadanya dan mengatakan bahwa tentu saja Anda adalah miliknya. Di sisi lain, Anda juga perlu mengajarkan anak untuk berbagi perhatian. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: bahasa tubuh,   balita,   anak