Mother&Baby Indonesia
5 Cara Sederhana Mengajarkan Anak untuk Bersyukur

5 Cara Sederhana Mengajarkan Anak untuk Bersyukur

Ada banyak hal yang bisa membuat orang tua bangga pada anaknya, misalnya saja bila Si Kecil sudah pandai bersyukur di usianya yang masih sangat muda. Meski mengajarkan balita atau anak usia prasekolah tentang konsep bersyukur merupakan hal yang tidak mudah, karena di usianya ini anak cenderung egois dan bersikap semaunya, namun bukan berarti Moms tidak bisa mengajarkan Si Kecil untuk bersyukur sejak dini.

Menanamkan rasa bersyukur pada anak sejak ia masih kecil akan bermanfaat bagi kehidupannya di kemudian hari. Studi di University of California, Davis, pada 2003, menunjukkan bahwa orang-orang yang bersyukur memiliki tingkat kebahagiaan dan optimisme yang lebih tinggi serta memiliki tingkat depresi dan stres yang lebih rendah.



Sementara menurut Barbara Lewis, penulis buku What Do You Stand For? For Kids: A Guide to Building Character, dengan belajar bersyukur, anak-anak akan menjadi peka terhadap perasaan orang lain, dan dapat mengembangkan empati serta keterampilan hidup lainnya seiring ia menjalani hidupnya.

Kapan Anak Bisa Diajarkan Cara Bersyukur?

Moms sudah bisa mengajarkan Si Kecil untuk bersyukur saat usianya menginjak 15 hingga 18 bulan. Menurut Lewis, pada usia ini, biasanya Si Kecil sudah mulai memahami konsep yang mengarah pada rasa terima kasih atau rasa bersyukur. "Si Kecil mulai mengerti bahwa mereka bergantung pada orang tuanya, ayah dan ibunya akan melakukan segala hal untuknya,” ucapnya.

Pada usia 2 atau 3 tahun, biasanya anak-anak sudah bisa mengungkapkan rasa syukurnya pada objek atau orang-orang di sekitarnya. Nah semakin besar, pada usia 4 tahun, biasanya anak-anak sudah dapat memahami bahwa bersyukur itu tidak hanya ketika mendapatkan mainan saja, tetapi mereka bisa bersyukur karena telah diperlakukan baik, atau saat menerima cinta dan perhatian.

Bagaimana Mengajarkan Anak Cara Bersyukur?

Cara paling sederhana mengajarkan rasa bersyukur pada anak adalah dengan terbiasa mengucapkan kata “tolong” dan “terima kasih” saat Anda berbicara pada Si Kecil atau dalam percakapan sehari-hari.



Moms bisa pula memintanya untuk mengatakan hal-hal baik apa yang telah ia lalui pada hari ini, atau biasakan ia untuk bedoa sebelum tidur setiap harinya. Selain itu, ada beberapa cara lainnya yang bisa Moms lakukan, di antaranya:

1. Biarkan Si Kecil membantu Anda

Tak ada salahnya bila Moms meminta bantuan pada Si Kecil untuk melakukan pekerjaan rumah atau hal sederhana lainnya, seperti membersihkan meja setelah ia makan atau memintanya mencampur adonan saat membuat kue.

Meski akan membutuhkan waktu lama, atau Si Kecil justru membuat kekacauan ketika dimintai tolong, namun bila Anda yang justru terus membantunya, Si Kecil malah semakin tidak menghargai upaya yang Anda lakukan untuknya. Dengan membantu Anda mengerjakan tugas-tgas rumah tangga sederhana, Si Kecil akan menyadari bahwa semua hal itu membutuhkan usaha.

2. Libatkan pada aktivitas yang disukai Si Kecil

Moms perlu mencari tahu aktivitas apa yang ia sukai sehingga ia akan berpartisipasi secara sukarela pada aktivitas yang menyenangkan baginya, meskipun itu hanya sesederhana menghias cupcakes untuk kerabat Anda yang sedang sakit. Saat Si Kecil membantu dalam proses pembuatan atau menghias cupcakes, katakan padanya “Wah, teman mama pasti senang nih, dibuatkan cupcakes sama adik.”

3. Munculkan rasa kedermawanannya

Si Kecil belajar segala hal dengan cara mencontoh. Maka biarkan Si Kecil melihat Moms ketika sedang menyumbangkan mainan atau pakaian kepada orang-orang yang kurang beruntung. Dengan begitu keinginannya untuk memberi buat orang-orang yang membutuhkan akan muncul secara sukarela karena terinspirasi dari kedermawanan orang tuanya.

4. Tak perlu menuruti semua kemauannya

Mainan atau permen merupakan hal yang sangat disukai Si Kecil. Namun ketika ia memintanya, Moms tak perlu selalu menuruti apa yang ia mau. Karena bila Anda selalu menuruti kemauannya, justru ia malah akan sulit bersyukur. Dengan berkata tidak dan menolak permintaanya, membuat kata “Ya” akan terdengar lebih manis dan menyenangkan hatinya saat Anda sesekali mengabulkan permintaannya.

5. Bersabarlah

Butuh waktu yang tak sebentar untuk mengajarkan berbagai hal baik pada anak, termasuk mengajarkan ia untuk selalu bersyukur. Maka bersabarlah, Moms! Berusahalah untuk selalu mencontohkan hal-hal positif di depannya, sampai akhirnya Anda sendiri yang bersyukur telah dikaruniai anak yang sudah pandai bersyukur sejak kecil. (Vonda Nabilla/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   mengajarkan anak bersyukur










Cover Mei-Juni-Juli 2020