Mother&Baby Indonesia
Ini Alasan Tak Boleh Mengumbar Janji Palsu pada Balita

Ini Alasan Tak Boleh Mengumbar Janji Palsu pada Balita

“Mama janji, kamu tidak akan merasa sakit saat disuntik dokter” atau “Kalau kamu menurut, nanti mama belikan mainan, lho”. Moms, pernahkah Anda mengatakan janji manis semacam ini hanya agar Si Kecil mau menuruti permintaan Anda? 

Janji-janji manis ini memang biasanya cukup ampuh digunakan untuk meluluhkan hati buah hati Anda. Namun bukan berarti Anda bisa seenaknya mengobral janji pada Si Kecil tanpa berusaha untuk menepatinya atau tidak sesuai dengan kenyataan.

Memberikan janji palsu kepada anak balita bisa memengaruhi tumbuh kembangnya, lho. Berikut ini adalah alasan mengapa Anda tidak boleh menjanjikan sesuatu yang tidak nyata pada Si Kecil, Moms.



1. Mengecewakan Anak

Moms, apa yang Anda rasakan jika pasangan atau teman Anda ingkar janji? Kecewa? Pastinya! Hal yang sama juga dirasakan Si Kecil jika Anda ingkar janji padanya. Apabila Anda menjanjikan mainan baru kalau Si Kecil mau diajak arisan tapi kemudian Anda tidak membelikannya, tentu ia akan merasa sedih dan kecewa. Jangan heran jika anak akan rewel atau terus merengek menagih janji Anda tersebut.

2. Membuat Anak Merasa Tak Dihargai

Ketika Anda sering memberikan janji palsu kepada anak, lama-kelamaan ia akan merasa diremehkan. Si Kecil akan merasa bahwa Anda tidak mempedulikan ‘keinginannya’. Dengan menepati janji, Moms menunjukkan kepada anak bahwa Anda benar-benar memperhatikan serta peduli terhadap keinginannya.



3. Anak Akan Kehilangan Kepercayaan

Saat Anda sering tak menepati janji, maka anak akan menganggap segala ucapan yang keluar dari mulut Anda sebagai sesuatu yang tidak nyata. Ia terlalu sering merasa kecewa sehingga Moms akan ‘dicap’ sebagai pembohong. Jadi, usahakan selalu berkata jujur atau menepati janji pada anak agar ia tidak kehilangan kepercayaan pada orang tuanya. 

4. Anak Tak Menghormati Anda Lagi

Saat Si Kecil terlalu sering dikecewakan, bukan tak mungkin ia kehilangan rasa hormat pada orang tuanya. Jika dibiarkan, anak akan tumbuh menjadi sosok yang pembangkang saat ia besar nanti. Tidak mau anak Anda menjadi sosok yang seperti itu kan, Moms?

5. Anak akan Mengikuti Kebiasaan Anda

Saat Anda terlalu sering mengumbar janji palsu atau berbohong, anak akan menganggap hal tersebut sebagai hal yang wajar. Di benaknya, berbohong atau berjanji tanpa ditepati bukanlah sesuatu yang salah. Dan nantinya, ia akan melakukan hal yang sama pada teman-temannya atau bahkan pada Anda, Moms dan Dads. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   janji palsu,   berbohong pada anak