Mother&Baby Indonesia
Ilmu Dasar Tumbuh Kembang Balita yang Perlu Diketahui

Ilmu Dasar Tumbuh Kembang Balita yang Perlu Diketahui

Setiap orang tua perlu mengetahui hal-hal terkait tumbuh kembang anak sejak lahir hingga ia mandiri di masa depan. Apalagi di 1.000 hari pertama kehidupannya, Si Kecil akan membutuhkan stimulasi yang baik untuk dapat memiliki tumbuh kembang yang maksimal.

Untuk itu, Moms dan Dads perlu tahu ilmu dasar mengenai tumbuh kembang anak dan cara untuk memaksimalkannya yang disesuaikan dengan sifat dasar anak. Bagaimana ini bisa dilakukan? Ketahui penjelasan lengkapnya dari dokter spesialis anak berikut ini, ya!

Ciri-ciri Tumbuh Kembang

Setiap anak tentu memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda-beda, dan sudah bisa dipicu sejak usia kehamilan 25-26 minggu. Meski begitu, akan tampak ciri-ciri tumbuh kembang yang sama pada setiap anak, di antaranya:



• Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi akan menimbulkan perubahan pada Si Kecil. Misalnya, ia mulai reaktif saat melihat cahaya terang.

• Apa yang dilakukan di tahap awal stimulasi akan menentukan tahap selanjutnya yang bisa dilakukan. Hal ini akan lebih baik didiskusikan dengan dokter anak untuk mendapatkan panduan yang pasti.

• Perlu diingat, bahwa kecepatan tumbuh kembang setiap anak berbeda! Jangan pernah membandingkannya dengan anak lain, tetapi hanya pada hal yang terjadi pada Si Kecil di setiap pertambahan usianya.

• Perkembangan sendiri berkorelasi dengan pertumbuhan. Jadi perubahan pada fisik akan memengaruhi hal yang bisa ia lakukan, seperti menggenggam dengan seluruh kekuatan tangan yang ototnya mulai menguat.

• Pola yang terjadi selama tumbuh kembang akan selalu sama (proksimo-distal: pola perkembangan ke ujung tubuh yang mengarah pada kemampuan menunjuk atau menjepit, sefalo-kaudal: perkembangan dari atas kepala turun ke kaki).

• Setiap tahap tumbuh kembang akan dan harus terjadi secara berurutan.

Kebutuhan Dasar Tumbuh Kembang




Lalu, apa yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak agar lebih optimal? Dokter Catharine Mayung Sambo, Sp.A (K), Dokter Spesialis Anak – Konsultan Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial RS Pondok Indah – Pondok Indah menjelaskan lebih rinci bahwa kebutuhan dasar tumbuh kembang terdiri dari tiga hal penting.

Ketiga hal tersebut adalah asuh, asih, dan asah. Asuh artinya Anda dapat memenuhi nutrisi, perlengkapan bayi, hingga cara mengantisipasi saat Si Kecil tiba-tiba sakit. Pemberian imunisasi hingga usia 18 bulan dan seterusnya juga termasuk dalam asuh dari orang tua.

Hal berikutnya adalah asih, yaitu memberikan anak kasih sayang, rasa aman, harga diri, dan menunjukkan rasa sukses. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan apresiasi berupa hadiah seperti ucapan “Terima kasih” saat Si Kecil mampu melakukan sesuatu yang sesuai dengan arahan.

Terakhir adalah asah, di mana orang tua menstimulasi kemampuan motorik kasar maupun halus pada anak. Hal ini juga termasuk mengajarkan bahasa, kemandirian sosial, hingga nilai sosial dari lingkup kecil (anggota keluarga), hingga lingkup besar (kehidupan) secara bertahap.

Semua hal tersebut pun tak hanya berlaku pada dunia parenting di Indonesia, tapi juga dilakukan oleh orang tua di seluruh dunia. Untuk melakukannya, dr. Chatarine menyarankan agar Anda bisa menerapkan konsep responsive parenting supaya proses asuh, asih, dan asah berlangsung dengan baik.

Responsive parenting sendiri artinya mengobservasi perilaku anak, menerima sinyal yang diberikan anak, lalu melakukannya. Hal ini tentu perlu latihan agar maksud anak dan hal yang orang tua lakukan sesuai, kemudian bisa dilakukan secara konsisten.

Yang penting diingat, bahwa saat hendak melakukan konsep ini, Moms dan Dads harus benar-benar mengamati Si Kecil. Jangan mengamatinya sambil melakukan aktivitas lain yang membuat Anda tidak fokus, misal sambil bekerja atau menggunakan gadget.

Terakhir, pantau selalu tumbuh kembang anak secara berkala dengan konsultasi pada dokter dan mencatatnya di buku KIA (kesehatan ibu dan anak). Hal ini akan sangat membantu Anda untuk memiliki anak yang cerdas, bertumbuh dan berkembang dengan baik, serta bisa mandiri sesuai harapan di masa depan. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   anak,   tumbuh kembang anak